Hukum & Kriminal

Edwin Huwae Dukung Proses Hukum Yang Melecehkan Orang Ambon

39914747_272244986719261_8230880458540318720_n

AMBON, MALUKU– Terkait pernyataan Shafiq Pontoh yang seakan-akan melecehkan orang Ambon masih gagap teknologi (gaptek), menuai kecaman pula dari Ketua DPRD Maluku Edwin Huwae.Kepada awak media,Kamis (23/08/ 2018),Huwae sampaikan dukungan penuh ada warga Maluku yang melaporkan persoalan ini ke ranah hukum.

“Pernyataan dia,karena ini menyangkut ras dan suku, tentu wajar, kalau ada respon, reaksi dari masyarakat kota Ambon, khususnya pemuda. Dan Saya dengar, hari ini mereka sudah melaporkan dia ke pihak Kepolisian .Saya dukung langkah-langkah hukum ini, agar kedepan orang tidak lagi melecehkan kita, orang Maluku dan orang Ambon,”tegas Huwae di Baileo Rakyat,di kawasan Karang Panjang, Ambon.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai, dia asal bunyi juga asal ngomong . Dia belum pantas disebut sebagai seorang pakar. Karena pakar itu, biasa menggunakan data dan fakta yang ada. Rujukannya dia ,data akhir tahun  2017.

“Di Maluku, termasuk kota Ambon paling maju soal penggunaan media sosial untuk sistem android dan blackberry .Yang dia sebutkan bahwa, orang Ambon masih gunakan Blackberry, setahu Saya dari tahun  2015 ,sudah beralih ke Android semua. Dan dia lupa bahwa data pengguna media sosial untuk wilayah Indonesia Timur, itu cukup tinggi persentasenya,” ungkap Huwae.

Dari sisi jumlah secara rinci dia sebutkan, tentu bagi kita sedikit karena penduduk kita sedikit, tetapi persentasenya sangat tinggi. Untuk wilayah NTT, Maluku dan Papua, sebenarnya hampir 5,9 juta  pengguna media sosial.

“Itu berarti, data yang dia sampaikan didalam satu  acara live  di Kompas TV, itu data yang hoax,asal bunyi. Kalau Memang kompas TV dan media-media nasional lain menggunakan narasumber itu yang betul-betul punya kapasitas dan kapabilitas, ” ungkapnya. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com