Hukum & Kriminal

Curi Tas Pegawai OJK RI di Kota Ambon,Dua Pencuri Antar Provinsi Di Ringkus Polisi

Pelaku-Kejahatan-Modus-Pecah-Kaca-Mobil-Beraksi-di-Sunggal-Sehari-Dua-Warga-Jadi-Korban

Ambon,Maluku– Asri Sidi Umar,Warga Mamajang,Kota Makasar,Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Arafik  M. Tahe alias Fik,warga Ngidoho,Galela Bata,Kabupaten Halmahera Utara,Provinsi Maluku Utara,akhirnya diringkus oleh anggota Kepolisian Kota Besar (Polrestabes) Makassar,Jumat (24/8/2018).

Kedua pelaku yang diringkus oleh anggota Polrestabes Makasar tersebut, diketahui sebagai pelaku pencurian uang dan barang-barang milik,korban Sanjung Purnama Budiarto dan Dian Danaristo,dua pegawai Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (OJK RI).

Kapolsek Teluk Ambon,Ipda Julkisno Kaisupi, kepada INTIM NEWS,melalui pesan selulernya,Rabu (29/8/2018),menjelaskan aksis pencurian uang dan barang-barang berharga milik dua pegawai OJK RI tersebut,dilakukan oleh pelaku (Asri Sidi Umardan Arafik  M. Tahe alias Fik-red) didalam kendaraan operasional milik OJK, mobil Toyota Corola Altis  DE 1015,yang diparkir oleh korban,di halaman parkir Rumah Makan 88 di desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon,Kamis, 16 Agustus sekitar pukul 19.30 WIT.

Aksi pencurian yang dilakukan oleh kedua pelaku dengan cara mencungkil dan memecahkan kaca, bagian kiri belakang, mobil opreasional OJK RI yang saat itu tengah ditinggal parkir oleh korban untuk makan dirumah makan 88 yang berada di Desa Poka.

Korban yang tengah asik menikmati hidangan makan malam bersama rekannya di dalam rumah makan 88,sama sekali tidak menyadari,uang dan barang-barang berharga miliknya yang ditaruh didalam mbonil operasional OJK RI,telah digasak oleh kedua pelaku.

“Setelah berhasil mengasak uang dan sejumlah barang berharga milik korban,kedua pelaku yang saat berboncengan menggunakan sepeda motor metik merk Honda Beat warna hitam yang disewa dari salah satu tukang ojek,langsung  kabur masuk ke dalam Kota Ambon. Usai mendaptakan hasil curian mereka,Selasa (21/8/2018),kedua pelaku langsung berangkat meninggalkan Kota Ambon menggunakan pesawat Batik Air dengan tujuan ke Kota Makassar,Provinsi Sulsel,”tutur Kaisupy.

Perwira pertama Polri berpangkat satu balok emas itu,dalam pelarian ke Kota Makassar,kedua pelaku akhirnya dapat diring kus oleh anggota Mapolresta Kota Makassar,dengan sejumlah barang bukti berupa,1 buah laptop apple warna hitam,1 buah laptop microsoft warna silver,cas laptop apple warna putih.

40380090_659797221086311_8420123117103349760_n40285171_305447770188685_8931553919901892608_n

“Kedua tersangka langsung diterbangkan ke Ambon dan di amankan di Mapolsek Teluk Ambon. Dari pengembangan kedua tersangka mengakui telah melakukan aksinya di beberapa lokasi di kota Ambon diantaranya,halaman parkiran RM 88 Desa Poka,Kecamatan Teluk Ambon,depan MCM kos-kosan Aster,lorong samping,RS GPM Ambon,Kecamatan Sirimau,jalan Tulukabessy,Kelurahan Rijali,Kecamatan Sirimau.Depan kantor Kementrian Agama Maluku,jln.Sultan Hasanudin,Kelurahan Pandan Kasturi, Kecamatan Sirimau,depan RM Lateri Beach,Desa Lateri, Kecamatan Baguala,depan Diler Hino Lateri 3 Desa Lateri,Kecamatan Baguala,dan depan SMK 3 Ambon,Desa Waiheru,Kecamatan Baguala,”Ungkapnya.

Selain itu,informasi yang dihimpun INTIM NEWS,dari sumber Mapolres P.Ambon dan Pp.Lease,menjelaskan,mobil dikenda rai Hamid Consina,dari Pantai Natsepa langsung menuju RM 88. Kedua pegawai itu turun dan makan di sana.Tidak saja kedua korban, ada juga empat pegawai OJK RI, yang ikut menumpang di mobil warna hitam itu.

Usai makan,sekitar pukul 20.00 WIT,Hamid Consina keluar dengan maksud memperbaiki posisi dan ingin menyiapkan mobil. Namun, betapa kagetnya dirinya melihat kaca bagian kiri belakang telah pecah dan spontan dirinya langsung memberitahukan hal tersebut kepada rombongan OJK.

Kedua korban mendengar kabar dari sopir,keluar dan memeriksa barang-barang yang ada didalam mobil.Setelah dilihat, ternyata telah hilang barang-barang milik

Dian Danarsito, seperti satu  buah tas hitam merk Picard, kartu identitas pegawai, satu buah Pasport Dinae, satu unit Laptop merk Microsoft surface, KTP, USB dan uang tunai Rp10.000.000. Kerugian ditaksir mencapai Rp40.000.000.

Sementara milik Sanjung Purnama Budiarto,adalah satu buah tas ransel merk East Pak. Dalam tas berisikan satu unit Laptop Apple, Hard disk,  KTP, NPWP, Kartu

Debet Mandiri, kartu Debet BNI, kartu Asuransi OJK, kartu kredit BNI world Platinum, kartu kredit Bank Mandiri Gold, kartu kredit Bank Mega Gold, kartu identitas pegawai, uang tunai sekitar Rp300.000, bila ditotalkan mencapai Rp28.000.000.

“Usai mencuri, keduanya berangkat ek Makassar mengunakan pesawat. Nah, terungkap kasus ini karena Laptop milik Sanjung Purnama Budiarto, terkoneksi dengan

HP iPhone. Jadi waktu buka HP di langsung melacak keberadaan laptopnya. Hasilnya para pelaku berada di Makassar. Kita langsung hubungi polisi di sana (Makassar) dan sehari kemudian mereka ditangkap. Rencananya mereka mau ke Jakarta. Mereka ini termasuk jaringan antar provinsi,” tutur Sumber Mapolres Ambon.

Sumber mengatakan, setelah ditangkap oleh anggota Buser diberangkatkan ke Makassar mengambil Asri Sidi Umar dan Arafik  M. Tahe. Dan kini, keduanya ditahan di Polsek Teluk Ambon, karena kasusnya di wilayah hukum polsek setempat.

“Kasusnya ditangani di Polsek Teluk Ambon, karena kejadiannya di sana.Untuk lebih jelasnya bisa hubungi Pak Kapolsek (Ipda Julkisno Kaisupy),” ucap sumber,

Lanjut dikatakan,setelah diiinterogasi,ternyata aksi keduanya ini bukan pertama kali tapi  sudah beraksi di Kota Ambon berkali-kali. Ada di Waiheru tepatnya Pasar

Cokro depan SMK Negeri 3, Jembatan Gurita, Lateri Beach pada tanggal 20 Agustus 2018, Aster, samping Masjid As-Syukur, Ahuru,depan Ambon Plaza, dan Kelurahan Pandan Kasturi, tepatnya di depan Kantor Kementerian Agama Maluku.

“Di depan SMK 3, itu  korban Yanti Monalisa Putri, pegawai Kantor Gubernur,Jembatan Gurita mobil  Toyota Agya warna putih,hasil yang didapat yakni tas kecil warna hitam yang hanya berisi berkas dan buku-buku, korbannya mahasiswi UKIM, uang yang mereka bawa kabur Rp2 juta, Kos-kosan di Aster, itu mencungkil dan merusak kaca Mobil Toyota Avanza dan berhasil mengambil uang tunai sekitar Rp500. 0000, depan Ambon Plaza, mereka ambil  motor jenis Honda Beat warna hitam, depan Kantor Kemenag merusak kaca mobil Toyota Terios hitam dan mengambil uang sekitar Rp2.000.000. Modusnya pecah kaca, “Tandasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top