Hukum & Kriminal

Warhangan : Ada Yang Ingin Rebut Kursi Bupati Buru

37846608_1873539066285097_5477813706068852736_n

Ambon,Maluku- Advocat M Taib Warhangan SH MH, mengungkapkan adanya intrik yang dimainkan oleh Wabup Amustofa Besan SH dkk untuk menjatuhkan kliennya Ramly Ibrahim Umasugi SPI MM dari kursi bupati.

“Ada intrik dan upaya terselubung menjatuhkan klien saya. Ada yg ingin cepat jadi bupati,” beber advocaat M Taib Warhangan, kuasa hukum bupati Buru, kepada wartawan di Namlea, Kamis (26/7/2018).

Advocaat muda ini lebih jauh menegaskan, sedang mempelajari beberapa bukti, termasuk bukti rekaman percakapan Wabup Buru, Amustofa Besan bersama Sekertaris Partai Demokrat Buru, Muis Ishak, dan Dois Wamese dkk yang kini beredar luas di masyarakat.

Ditegaskannya, bila dalam kajiqn hukum ditemukan ada unsur pelanggaran, maka masalah ini akan dlaporkan kepada aparat yang berwajib.

“Sebab apa yang saudara wabup dan rekan-rekannya omongkan tentang klien kami, sangat tendensius dan menghina. Kami sedang mengkajinya secara hukum dan bila cukup unsur bukti pidananya, maka akan kami adukan,”tegas Taib.

Taib Warhangan sangat menyayangkan sikap dan tingkah laku wabup di belakang kliennya.Mestinya jika ada hal-hal yang tidak sesuai,maka harus dikoordinasikan dengan bupati.

“Klien saya bupati. Kalau ada yang tidak sesuai harus dikoordinasikan,  bukan sebaliknya  teriak kesana-kemari dan berupaya mencari celah dan mau menjebak,” sayangkan Taib Warhangan.

Dari rekaman yang sudah beredar di masyarakat, Taib Warhangan kembali menyentil ulang, kalau ada yang sudah berambisi menjadi bupati dalam waktu dekat.“SKPD itu semua sudah tidak mau ke dia lagi (wabup), bahkan mereka sendiri sudah benci. Diantaranya setiap kali dia mau berangkat SKPD diminta uang jalan juga, padahal SKPD juga susah,”ungkap pula Taib Warhangan.

Mengutip kliennya,Taib Warhangan turut membuka borok wabup yang memperlakukan SKPD ibarat musuh.

“Seperti semuanya dianggap musuh, kerjanya hanya mengancam. Ini pemerintahan bagaimana,” soalkan Taib Warhangan.

Dalam rekaman percakapan yang kini juga beredar di kalangan wartawan itu, terkuak kalau Wabup Amustofa Besan dkk, dalam suatu kesempatan lagi asyik menggunjingkan Bupati Ramly Umasugi.

Gunjingan awal dimulai oleh Sekertaris Partai Demokrat Buru, Muis Ishak soal lanjutan proyek di APBD Buru. Proyek yang jadi bahan gunjingan itu, konon katanya ada di tanah pribadi. Kemudian Wabup dan Dois Wamese menimpali agar los saja proyek itu.

“Los saja.Nanti baru katong lihat bagaimana. Dan bila kerja sesuai,tapi berkenaan dana negara/daerah di lokasi pribadi. Kecuali PAD dan retribusi semua masuk ke daerah,”ujar wabup.

Muis lalu menyebut kalau proyek ini ada masuk di apbd.

“Kolam renang dong ada mau bangun akang. Pembangunan drive centre,”celoteh Muis.

Kemudian disambung wabup Amos,”Bagus, beta senang. Beta sanang dong bikin banyak-banyak Rp.1 milyar lebih.”

Ikut dkompori oleh Dois dengan mengatakan,”Pantas, dong bongkar akang dari sekarang. Sebenarnya katong bikin dokumentasinya dari sekarang.”

Amos lalu terdengar menjelaskan soal tim penilai bangunan dan tim apresiasi pembebasan tanah. Namun Dois terus mengkompori dengan berkata,”Dong su bongkar tuh.”

Amos meminta jangan diributkan soal itu.

“Tapi jang baribut. Barang ini samua ada. Ini beta punya dokumen,’sesumbar Amos.

Amos terdengar turut bercerita soal uang APBD yang digunakan di kegiatan syukuran adatnya di Desa Kubalahin, Kec.Lolongquba. Ia merasa hanya dibantu Rp.80 juta, namun bupati dan sekda Ahmad Assagaf ada menyebut angka sampai Rp.500 juta.

Usai mengupas uang bantuan Rp.500 juta, Dois Wamese terdengar memindah topik obrolan ke ruang kerja Wabup dan Bupati. Wabup mengaku hx menghabiskan duit daerah Rp.187 juta lebih dan beda dengan ruang kerja bupati yang menelan dana konon Rp.1 milyar lebih.

Bergeser dari topik itu, Dois kembali membuka topik baru dengan terus menggunjingkan bupati dengan Yus Sahulatu alias Bongkar. Dan turut disambung Amos soal cerita pakai uang daerah untuk sewa pesawat Trigana Air, padahal sewa pesawat tidak jadi.

Ujung dari cerita itu, Dois lalu menyelutuk tentang istri bupati.

“Memang piara Saiun itu dia pung biaya basar,”nyerocos Dois yang ditimpali Amos,”Iyo, dong bilang Sahrini Namlea.”

Setelah bergoyang lidah sekian lama, Amos mengaku kalau ia mau ada yang memancing demo. Lalu diamini Dois akan dilakukan selesai lebaran dan dia yang akan bermain masalah ini.

Percakapan antara Amos dengan Dois dkk terus berlanjut ke banyak hal dengan thema masih menjelek-jelekan Bupati Buru.

Dois tambah ikutan membual kalau dia yang membesarkan Ramly sampai menjadi Bupati Buru.”Fakta dan kenyataan, sapa yg rapat Ramly kayak beta. Beta yg kasih jadi dia, Iksan (ketua DPRD buru), Taher (Taher Fua, Ketua FPC PG Batabual),  dong ini beta yg kasih rapat.

Beta yang kasih jadi dia. Beta yang kasih rapat dong samua. Seng ada orang yang kenal Ramly saat itu.Cahaya nur dgn bulan puasa alamat. Beta yg hela anak-anak dong samua. Beta yg kasih dekat dgn samua anak mahasiswa,”membual Dois. (IN/NK)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com