Militer

TNI/Polri Bersama Pemerintah Maluku, Sikapi Bencana Kelaparan Suku Mausu Ane

37821090_1980937261929551_6214451999501451264_n

Ambon,Maluku- Danrem 151/Binaiya Kolonel Inf Christian Tehuteru menuturkan, saat ini Kodam XVI/Pattimura, akan menggandeng beberapa instansi Pemerintah untuk mempersiapkan sejumlah langkah mengatasi bencana kelaparan yang terjadi di kehidupan masyarakat Suku Mausu Ane di wilayah Dusun Siahari,  Desa Morokay, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Malteng.

Dalam menangani bencana kelaparan tersebut, Kodam XVI/Pattimura yang bekerjasama dengan Polri dan Pemerintah telah bertindak sigap dan cepat. Diawali dengan mengirimkan bantuan-bantuan baik berupa makanan,minuman,obat-obatan, peralatan masak,peralatan makan,dan selimut. Selain itu,Kodam XVI/Pattimura juga telah disiapkan langkah–langkah baik langkah jangka panjang dan jangka pendek.

37791687_1979486235407987_1657872636274802688_n37812926_1980714671951810_5364960781781696512_n

Langkah jangka pendek TNI/Polri bersama Pemda melalui dinas-dinas terkait telah berupaya untuk membuat posko dan pelayanan kesehatan,membuat tenda guna mereka bermukim sementara, membuat MCK darurat dan dapur lapangan, membuat posko pendataan terkait jumlah warga Mausu Ane dan bantuan logistik yang masuk.

Sedangkan langkah jangka panjang adalah menyiapkan tenaga pengajar guna memberikan pengetahuan kepada anak-anak suku Mausu Ane tentang membaca, menulis dan berhitung, memberikan sosialisasi terkait cara bercocok tanam mengingat masyarakat suku Ane yang masih mengandalkan hidup dari bercocok tanam, mengajak Kepala Desa, Camat, pegawai dari Dinas Kehutanan serta para Kepala Suku Mausu Ane untuk  meninjau lokasi yang nantinya akan dijadikan pemukiman, bilamana  masyarakat Suku Mausu Ane setuju maka akan dibuat pemukinan yang layak.

“Saat ini pihak kami telah mendata masyarakat suku Mausu Ane yang akan kembali ke hutan guna mengajak sisa keluarganya, akan kami bekali perjalanan mereka, kami berharap mereka tidak lagi tinggal di hutan”, pungkas Danrem.

“Untuk itu kedepannya perlu dibuat semacam tim yang terdiri dari instansi-instansi terkait yang saling bersinergi guna memberikan pendampingan melekat dalam kurun waktu tertentu sehingga berkelanjutan dan berkesinambungan, agar mereka tidak hidup lagi secara berpindah-pindah (nomaden) ,” tutur Danrem. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com