Hukum & Kriminal

Tak Terima Dianiya Polisi, Keluarga Toton Istia Lapor Anggota Buser Polres Ambon Ke Propam Polda Maluku

Ilustrasi kekersan Polisi Kepada Tahanan

Ambon,Maluku– Aksi pemukulan dan main hakim sendiri yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, kepada DPO Bentorkan Batu Gantung, Thomas Istia alias Toton, dikecam oleh pihak keluarga tersangka.

Pasalnya saat ditangkap dilokasi Batu Gantung Genemo,pada Selasa (17/7/2018), sekitar pukul 16.00.WIT, tersangka Toton Istia yang diborgol oleh anggota Buser Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease yang dinaikan kedalam mobil tahanan, langsung dipukul hingga bersimbah darah oleh salah seorang oknum anggota Buser Polres P.Ambon dan Pp.Lease.

37327210_1967053959984548_7125705920679510016_n

“ Saudara kami memang seorang DPO, wajar iya ditangkap oleh anggota Polisi, namun sebagai seorang Manusia yang memiliki Hak Asasi, saudara kami jangan pukul hingga bersimbah darah layaknya seorang teroris. Sebagai seorang pelindung dan pengayom masyarakat, Polisi seharusnya melakukan proses hukum yang wajar bagi saudara kami bukan malah melampiaskan kemarahan kepada saudara kami,yang dipukul tanpa perikemanusiaan,”ungkap salah seorang anggota keluaraga Toton Istia kepada INTIM NEWS, Jumat (20/7/2018).

Menurut mereka (Keluarga Toton Istia),selain dipukul hingga babak belur, anggota Buser Polres P.Ambon dan Pp.Lease, juga tidak memperkenankan pihak keluarga untuk menjenguk sang tersangka saat berada di dalam rumah tahanan Polres P.Ambon dan Pp.Lease.

“ Sebagai keluarga dari Toton Istia, kami tidak mempersoalkan proses penangkapan yang dilakukan oleh anggota Buser Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, kepada saudara kami.  Sebagai keluarga Polisi kami menerima proses hukum yang akan dilakukan oleh pihak Kepolisian kepada saudara kami. Namun yang kami sesalkan adalah perlakukan oknum anggota Polisi yang main hakim sendiri kepada saudara kami. Sudah menganiaya saudara kami hingga bersimah darah yang mengakibatkan bagian hidungnya patah, keluarga kami pun tidak diperbolehkan untuk mengjenguk saudara kami yang ditahan dirutan  Mapolres P.Ambon dan Pp.Lease,”Tuturnya.

Dikatakan, sebagai sikap ketidak puasan perlakukan tindakan main hakim sendiri yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Buru Sergap Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,selaku keluarga dari tersangka Toton Istia telah mendatangi pihak Paminal Dit Propam Polda Malukui untuk melaporkn kasus tindakan kekerasan yanfg dilakukan oleh aoknum anggota Buser Polres P.Ambon dan Pp.Lease kepada saudara mereka (Toton Istia).

“ Tindakan kekerasan oknum anggota Buser Polres P.Ambon dan Pp.Lease kepada  saudara, telah kami laporkan ke Paminal Dit Propam Polda Maluku, pada hari Rabu (18/7/2018). Pihak Propam Polda Maluku pun  telah menerima laporannya dan meminta kami untuk melaporkan kasus ini ke Unit  Propam Polres P.Ambon dan Pp.Lease, untuk menangani kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Anggota Polres P.Ambon dan Pp.Lease. Paminal Propam pun akan kembali menindak lanjuti laporan tersebut bila tidak diproses oleh Unit Propam Polres P.Ambon dan Pp.Lease,”Pungkasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com