Pendidikan

Rangkul Komunitas Literasi, Kantor Bahasa Maluku Gelar Pelatihan Instruktur

36709393_1854888631483474_4185255328541048832_n

Ambon,Maluku- Bertujuan merangkul  komunitas literasi yang luput dari perhatian Pemprov Maluku, Kantor  Bahasa Maluku menggelar kegiatan yang bertajuk” Pelatihan Literasi Bagi Komunitas Baca di Maluku”,yang berlangsung di New Mulia Hotel,Jalan Rijali, Kecamatan Sirimau.pada Kamis, (5/7/2018).

36666158_1854888581483479_2303846751364186112_n

Kegiatan pelatihan itu diikuti oleh 50 Peserta dari 17 komunitas literasi, seperti, Wanita Penulis Indonesia Cabang Ambon, Rumah Pintar Tulehu, Hikayat Tanah Hitu,Rumah Kita Hila, Komunitas Mata Kita Maluku, Forum Lingkar Pena Ambon, Rumah Baca Asma Nadia, Bengkel Sastra Maluku dan komunitas lainnya.

Dalam kegiatan pelatihan yang dilangsungkan dari 4 -6 Juli 2018 itu, peserta pelatihan akan disajikan materi dari sejumlah Narasumber seperti , DR Asrif  M. Hum (Kepala Kantor Bahasa Maluku ),DR Fairul Zabadi (Kepala Kantor Bahasa Sumatera Utara ), Faridika Darman S.S ( Staf kantor Bahasa Maluku ) dan  Rudi Fofid (Seniman Sastra Maluku ).

36732364_1854888588150145_3151129028748902400_n

Kepala Kantor Bahasa Maluku ,DR Asrif  M Hum, saat ditemui INTIM NEWS, disaat rehat kegiatan menyatakan, dengan kegiatan ini, diharapkan dapat merangkul komunitas -komunitas literasi yang selama ini berjalan sendiri-sendiri  dengan struktur  organisasi yang belum mapan, sehingga perlu didampingi dan dibantu agar dapat berkembang.

Ditambahkan Asrif,  pendampingan bertujuan agar komunitas literasi yang selama ini telah berproses bagi peningkatan Sumber Data Manusia (SDM) Maluku,  dengan Iklas dan tanpa dispensasi dapat tepat sasaran  dan memenuhi target.

“Mereka yang telah membaktikan diri untuk kegiatan ini,dengan komitmen untuk memperkuat pengetahuan masyarakat, dengan berkomitmen  untuk kegiatan literasi, harus dibantu agar perjuangan mereka lebih jitu dan tepat sasaran” ungkap Asrif

Menurut Asrif, perekrutan  komunitas literasi sebagai peserta, hanya  dilakukan lewat pemantauan kegiatan Mereka di media sosial, kemudian dihubungi sehingga Mereka bisa dihadirkan di kegiatan ini, “sebagian besar dari Mereka belum pernah saya jumpai” tukasnya.

Menurut Pria yang sangat konsern dengan keunikan budaya Maluku Ini,  lewat kegiatan ini diharapkan para peserta pelatihan dapat menjadi instruktur, sehingga dapat menularkan  ilmu pengetahuan yang didapatkan kepada masyarakat luas.”misalnya saat mereka  pulang kampung ada  masyarakat yang menggerakkan literasi  maka mereka akan berperan jadi corong ” kata Asrif.

Asrif juga berharap,  setelah selesai pelatihan akan juga di bentuk forum bagi Komunitas   literasi Maluku,   yang diperuntukan bagi wadah silahturahmi dan tempat tukar pengalaman  bagi penggiat literatur Maluku, juga  sebagai wadah lahirnya karya- karya yang menggambarkan keunikan karakteristik budaya Maluku.

Bahkan menurut Asrif, jika hanya lima peserta dari 50 Peserta yang menjadi instruktur,  itu sudah sangat luar biasa”Harapan Saya kalau dalam kegiatan ini ada 10 persen saja yang giat dan gigih  memperjuangkan literasi itu sudah luar biasa” kuncinya. (IN/NK)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com