Hukum & Kriminal

Polda Maluku Sumbang 1 Ton Beras Dan Tenaga Medis, Kepada Masyarakat Di Seram Timur, Malteng

37715735_1050450051770515_3629539796558282752_o

Ambon, Maluku– Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap musibah kelaparan yang dialami masyarakat suku terasing Mausu Ane di pedalaman pegunungan Morkelle, Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah,Kepolisian Daerah Maluku, menyalurkan bantuan beras 1 ton, disertai 200 dus instan mie instan, Gula 100 kg.

Hal ini disampikan Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budi Revianto,S.IK, melalui Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Mohamad Roem Ohirat kepada INTIM NEWS,Selasa (24/7/2018)

“Selain kebutuhan pangan yang diberikan oleh Polda Maluku kepada 43 kepala keluarga dari 3 suku terasing yang ada di pedalaman pegunungan Morkelle, Seram Utara, Polda Maluku juga mengirimkan obat-obatan termasuk memberangkatkan Tenaga Medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku untuk merawat masyarakat yang sakit, ” tutur Kabid Humas.

37608807_1050450155103838_4706800105011806208_o

Perwira Polri berpangkat tiga melati itu, menjelaskan pengiriman sembako, obat-obatan dan tenaga medis yang dilakukan Polda Maluku,sebagai bentuk tindak lanjut informasi yang diterima oleh Polda Maluku tentang adanya bencana kelaparan masyarakat suku terasing Mausu Ane di pedalaman hutan, Gunung Morkolle, Seram Utara.

Polda Maluku segera merespon cepat dengan mengambil langkah-langkah Kepolisian dan mengidentifikasikan hal-hal berupa, dilakukan koordinasi dengan Kepala Desa (Raja Maneo), Nikolas Boiratan  untuk mendiskusikan kebutuhan dan teknis penyerahan bantuan termasuk apa yang dibutuhkan Masyarakat.

“Untuk mencapai lokasi Dusun Maeno dengan menempuh  jarak sekitar 3 jam dengan kendaraan dari  Desa Wahai  dengan  lama perjalanan sekitar 8 jam dari kota Masohi,  dilanjutkan lagi berjalan kaki 8 jam ke desa terdekat. Dengan lokasi titik kumpul terdekat ke masyarakat terasing paling terdekat di Kali Tohaku, dengan rute melalui Polsek Seram Utara , Rumah singgah Dusun Soahari dan kali Tohaku yang dapat ditempuh  dengan berkendara sekitar 3 jam dari Desa Wahai dan 8 jam dari Masohi,”Ucapnya.

37705641_1050449668437220_6599551699407339520_o

Mantan Wadir Ditreskrimum Polda Maluku itu menjelaskan, sesuai dengan informasi yang diterima oleh Polda Maluku, tercatat masyarakat suku terasing yang ada di Dusun Maneo dihuni oleh 3 suku masing-masing, suku Lehaha dengan jumlah 15 Kepala Keluarga, suku Lukailite 8 Kepala Keluarga, suku Tehorana 20 Kepala Keluarga. Dengan kehidupan  masyarakat suku terasing tersebut berpindah-pindah tempat (Nomaden) dan hanya dapat ditemui dengan perantaraan Raja Maneo.

” Penyerahan bantuan sesuai usul Kepala Desa akan dilaksanakan di Desa Siahari pada Kamis, (26/7 2018) sekitar pukul 12.00 WIT. Teknis penyerahan bantuan  dari Polda Maluku melalui Kapolres Maluku Tengah,AKBP Arthur Simarmora, S.IK bersama Sat Brimobda Maluku akan berangkat pada Rabu (25/7/2018) dan bertemu Kepala Desa Maneo di Desa Wai Muse. Selanjutnya bersama-sama ke lokasi untuk penyerahan bantuan di desa Siahari,” Ungkapnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com