Pemerintahan

Pembangunan Rumah Susun Di Malteng Capai 10 Persen

36665833_2074601776135558_4080133018969178112_n

MASOHI,MALTENG – Paket proyek pembangunan Rumah Susun (Rusun) di Maluku Tengah (Malteng) yang berlokasi di Negeri Haruru, Kecamatan Amahai ,Kabupaten Malteng , sumber dana dari APBN tahun anggaran 2018 dengan total anggaran Rp8, 2 miliar mulai dikerjakan dan sudah mencapai 10 persen.

Proyek pembangunan rusun ini ,dikerjakan oleh PT. Konstrindo Citra Nusantara , beralamat di Jalan AP. Pettarani III, Nomor 52 Makassar, Sulawesi Selatan, dengan waktu pelaksanaan kontrak 180 hari kalender, mulai terhitung sejak tanggal 23 Mei 2018.

Berdasarkan pantauan INTIM NEWS, di lokasi pekerjaan,Kamis ( 05/07/2018) kemarin , paket proyek tersebut sudah dikerjakan mencapai 10 persen mulai dari pemasangan boblang, penggalian lokasi tiang, hingga pemasangan angker tiang  menggunakan besi berukuran 16 inci dengan ketebalan dasar angker mencapai 60 cm.

36720137_2074601766135559_5245091074933784576_n

Kendati demikian,paket proyek yang bersumber dari dana APBN tahun anggaran 2018 ini ,dapat diperkirakan bisa terselesaikan melebihi waktu kontrak 6 bulan yaitu, pada bulan Desember 2018 ataupun bulan Januari 2019.

Hal ini dikarenakan, kondisi alam yang sangat memprihatinkan dengan curah hujan yang terus mengguyur ,sehingga para tenaga kerja tidak efektif dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Menyikapi hal ini, salah satu tenaga kerja yang enggan menyebutkan namanya kepada media ini menjelaskan, kalau proyek tersebut, dipastikan bisa terselesaikan, akhir tahun 2018 atau pada awal tahun 2018.

Menurutnya,wilayah Maluku termasuk di kabupaten berjuluk Pamahanunussa ini, kini mengalami kondisi alam yang memprihatinkan.

“Saat ini kan musim timur yang melanda wilayah Maluku, termasuk di kabupaten Malteng,dengan curah hujan yang sangat tinggi sehingga, guyuran hujan terus menerus datang.Ya, kalau hujan turun pastilah kita tidak bisa bekerja, “ucap sumber.

Dengan kondisi alam seperti ini tambahnya , pekerjaan  pasti mengalami keterlambatan, sehingga tidak bisa terselesaikan sesuai waktu kontrak.

“Kami sangat berupaya untuk menyelesaikan proyek ini sesuai waktu kontrak, namun tergantung alam dengan curah hujannya, tetapi kami tetap berupaya,  pekerjaan ini bisa terselesaikan dengan baik, agar masyarakat bisa menikmati apa yang menjadi impian berdasarkan program dari pemerintah,” imbuhnya.  (IN-18)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com