Hukum & Kriminal

Jenderal Bintang Satu, Buka Suara Soal Isu Suap BNNP Maluku

32085735_1868673793155899_6294540430763622400_n

Ambon,Maluku- Menepis tudingan miring mengenai adanya keterlibatan oknum anggota Badan Narkotika Nasional(BNN) Provinsi Maluku yang menerima uang suap untuk menutupi hasil test urin 2 Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi Maluku yang diduga mengandung unsur Narkoba, membuat Kepala Badan Narkotika Provinsi Maluku, Brigjen Pol Drs Rusno Prihardito, angkat bicara.

Menurut Perwira Tinggi (Patti) Polri, isu dugaan suap uang, kepada anggota BNNP Maluku hanyalah sebuah isu kepentingan pribadi yang sengaja dimainkan oleh salah seorang mantan pegawai BNNP Maluku, untuk menjatuhkan reputasi kinerja BNNP Maluku dalam mengungkap peredaran dan pemberantasan Narkoba di Maluku.

“Sebetulnya untuk dua (2) nama anggota DDPRD Provinsi Maluku yang hasil test urinnya positif menggunakan Narkoba, sudah diketahui oleh saya selaku kepala BNNP Maluku maupun penyidik BNNP sendiri. Namun saat ini saya beserta penyidik BNNP Maluku sedang mematangkan penyelidikan dan mencari waktu yang pasti untuk meringkus kedua anggota Caleg DPRD Provinsi Maluku tersebut. Namun rupanya ada dari kalangan internal BNNP Maluku yang menjebak proses penyelidikan dan penangkapan kepada kedua anggota DPRD Provinsi Maluku tersebut. Hal ini yang buat saya kecewa, tapi  tidak mengapa. Secara objektif kedua oknum Caleg DPRD Kota Ambon, secepatnya akan diamankan oleh BNNP Maluku,” ungkap Brigjen Pol Rusno Prihardito yang ditemui INTIM NEWS diruangan kerjanya, Senin (30/7/2018).

“ Si orang dalam saya  di internal BNNP Maluku berinisial K.J, itu lagi sakit hati terkait dengan proses penyelidikan Narkoba di Maluku yang saat ini mengarah kepada beberapa Calon Anggota DPRD Provinsi Maluku. Sehingga  mulai memunculkan isu yang tidak benar terkait dengan kinerja saya selaku Kepala BNNP Maluku dalam mengungkapkan kasus narkoba di Maluku, ” tambah Jenderal Bintang Satu itu.

Dirinya menjelaskan,terkait dengan dua nama calon anggota DPRD Provinsi Maluku yang hasil test urinnya positif narkoba, dirinya  tidak tahu pasti kedua oknum Caleg Provinsi Maluku tersebut asalnya dari Partai mana.

“Saya telah perintahkan orang saya dari BNNP Maluku , untuk melakukan proses penangkapan terhadap dua oknum Caleg DPRD Provinsi Maluku. Kedua Caleg DPRD Priovinsi Maluku, yang akan ditangkap oleh BNNP Maluku, sama sekali saya tidak mengerti kedua Caleg DPRD Provinsi Maluku tersebut asalnya dari partai mana. Masalahnya Caleg dan tidaknya kedua oknum tersebut, tidak ada kepentingannya sama saya, yang pastinya siapapun dia yang positif pakai narkoba pasti ditangkap BNNP Maluku. Tugas saya selaku kepala BNNP Maluku adalah setelah meringkus dua Oknum Calon DPRD Provinsi Maluku ini sudah pasti akan saya sampaikan kepada KPU Provinsi Maluku,” Tegasnya.

Dirinya menegaskan bila benar adanya keterlibatan oknum anggota BNNP Maluku yang menerima uang suap untuk menghilangkan barang bukti hasil test urin dua oknum Caleg DPDR Provinsi Maluku, sudah pasti akan ditindak tegas dan diproses di Kepolisian.

“ Bila benar ada oknum anggota BNNP Maluku maupun anggota Polri yang terlibat dalam kasus dugaan uang suap  hasil test urin dua calon  DPRD Provinsi Maluku secara pasti saya akan tindak tegas. Saya juga akan libatkan Paminal Propam Polda Maluku,”Tegasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com