Politik

DPP Partai Golkar Diterpa Prahara, Samual Tegaskan Tidak Ada Musdalub

riaugreen_Soal-Isu-Reshuffle--Golkar-Masih-Harap-harap-Cemas

Ambon,Maluku- Kendati dirundung banyak desakan dari berbagai kalangan baik dari internal partai maupun akademisi yang meminta untuk dilakukannya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub), Partai Golkar Maluku, membuat Dewan Pertimbangan Partai berlambang pohon beringin ini tidak mengehendaki adanya Musdalub

Pasalnya,  kalangan internal DPP Partai Golkar sendiri, beranggapan desakan untuk dilakukannya musdalub hanya oleh segelintir orang-orang atau kader yang ingin menghancurkan partai.

Bahkan tahapan untuk dilakukannya musdalub juga harus melalui proses dan mekanisme yang baik dan benar tidak serta merta hanya berdasarkan desakan semata.

36519958_1937651599591451_4014256355316596736_n

Hal ini diungkapkan Fungsionaris DPP Golkar H Azis Samual kepada INTIM NEWS, melalui telepon selulernya Sabtu (30/6/2018) menegaskan, berkaitan dengan adanya desakan dari berbagai pihak ,untuk dilakukannya, Musdalub Partai Golkar,baginya sama sekali tidak ada pelaksanaan musdalub untuk partai DPD Partai Golkar di Maluku.

“Kita sudah diskusi beberapa petinggi partai terkait petahana yang kalah dalam pilkada yakni Maluku, Bali dan Pekan Baru  Riau.  Kan dalam hal ini masa jabatan gubernur terpilih baru di lantik serentak juni 2019. Jadi pak Said Assagaff masih menjabat gubernurnya sampai juni 2019. Jadi kesimpulannya tidak ada musdalub dimana-mana,” tandas Samual.

Mantan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Timur DPP Golkar ini menyatakan, pelaksanaan Munas Golkar juga sudah semakin dekat tahun 2019 sehingga untuk pelaksanana musdalub tidak akan terjadi bukan hanya di Maluku tetapi seluruh provinsi yang mengalami kekelahan dalam pilkada kemarin.

DPP masih memberikan kesempatan kepada para ketua DPD Provinsi untuk membehani partai, kader menghadapi Pilpres dan Pileg tahun 2019 nanti.

“Untuk Maluku dan pekan baru Riau karena mereka mengakhiri masa jabatan Juni 2019 maka dipastikan tidak ada musdalub karena musdalub  hanya digoyangkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab dan membuat rusak partai. Munas Golkar juga sudah dekat tahun 2019 sehingga diberikan kesempatan para ketua DPD provinsi untuk membehani partai menghadapi pilpres dan pileg 2019,” tegas Samual

Samual yang pernah menempati jabatan membawahi wilayah Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara ini juga menyampaikan, interval pelaksanaan Munas Golkar sudah dekat sehingga DPP Golkar tidak akan menyetujui dan menolak degan keras desakan untuk pelaksanaan musdalub bagi daerah yang mengalami kekalahan dalam pilkada.

Untuk itu kader Golkar asal Maluku ini meminta kepada seluruh kader partai Golkar di Maluku agar tetap solid untuk mempertahankan kewibawaan partai Golkar dan tetap bekerja keras untuk memenangkan Pilpres dan Pileg 2019 nanti.

“Kalau ada yang mencoba menggoyang petahana yang kalah maka di DPP Golkar akan menolak. Jadi tidak perlu ditanggapi. Saya selaku mantan ketua PP Wilayah Timur menghimbau kader golkar jangan terpengaruh provokasi yang meghendaki Golkar hancur. Semua harus solid untuk memperhanakan kewibawaan partai Golkar dan bekerja keras memenangkan Pilpres dan pileg 2019.  Namanya pertarungan ada kalah dan menang. Kalau Pa Said Kalah itu sudah garis tangan karena Tuhan yang mengatur. Tidak perlu kecewa saya juga pernah calon Gubernur kalah itu hal biasa. Jaid saya anjurkan untuk menahan diri dan tidak terprofokasi dengan orang-orang hanya ingin menghancurkan partai,” tegas Samual. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com