Hukum & Kriminal

Polda Maluku Kerahkan 7.916 Personil, Amankan Idul Fitri

34726516_1899619670061311_8412079656970223616_n

Ambon, Maluku- Pengerahan dan penempatan 7.916 personil pengamanan jelang perayaan Idul Fitri 1439/Hijria, dilakukan Polda Maluku dalam upacara Operasi Kepolisian terpusat dengan sandi kedaerahannya,Operasi Ketupat Siwalima, yang berlangsung dilapangan upacara, Letkol Pur Pol Ch.Tahapari, Tantui Ambon,Rabu (6/6/2018).

Operasi ketupat Siwalima Polda Maluku, tahun 2018 mengusung tema” kita tingkatkan sinergritas Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Idul Fitri 1439/Hijria diwilayah hukum Polda Maluku”.

Kapolri,Jenderal Polisi Prof.H.Muhamad Tito,Karnavian, dalam amanat tertulis yang dibacakan Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budi Revinto,S.IK, menyampaikan sebagai salah satu operasi kepolisian terpusat,Ops Ketupat  tahun 2018, yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Polda jajaran selama 18 hari mulai tanggal 7 Juni- 24 Juni 2018.

34670060_1899617090061569_3301349568670597120_n

” Operasi  ini melibatkan sebanyak 173.397 personil pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI,Pemda, serta Stakeholders terkait dan elemen msyarakat lainnya. Dengan rencana Operasi di susun melalui serangkaian evaluasi tahap pelaksanaan Ops Ramdniya tahun 2017 di sertai analisa pontensi gangguan Kamtibmas 2018, ” ungkap Jenderal dua bintang emas itu.

Dikatakan, berdasarkan data penanganan kerawanan Kamtibmas tahun  2018, terdapat  4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai seperti, stabilitas harga dan ketersediaan bahan bangan, permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik.

Kapolri menekankan agar seluruh personil terutama pada titik-titik rawan macet dan kecelakaan,agar benar-benar melakukan pemantauan secara cermat.

Optimalkan pelayanan pada 3.097 pos Pam, 1.112 Pos Yan, 7 pos  Terpadu dan 12 Pos Chek Point yang telah dipersiapkan pada Ops Ketupat Siwalima 2018. Antisipasi bencana alam dan gangguan Kamtibmas lainnya,seperti ancaman tindak pidana terotrisme.

“Kapolri juga menekankan kepada seluruh kasatwil untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi intelijen yang di imbangi dengan upaya penegakan jukum secara tegas,melalui optimalisasi peran Satgas anti teror di seluruh jajaran Polda. Pengamanan tempat ibadah,pusat keramaian, Mako polri serta aspek keselamatan personel Pam harus menjadi perhatian. Secara khusus dalam mewujudkan keamanan secara umum, Kapolri memerintahkan kepada seluruh jajaran agar selalu meningkatkan kerjasama dengan rekan- rekan TNI serta Stakeholders terkait lainnya,” tutur Revianto.

Selain itu,Kapolda Maluku yang ditemui Wartawan dilapangan upacara Letkol Ch Tahapari, menjelaskan untuk operasi terpusat Kepolisian pada perayaan Idul Fitri 1439/Hijria, salah satunya yang dilakukan oleh Polda Maluku dengan sandi Operasi Ketupat Siwalima yang melibatkan TNI, Pemerintah Provinsi Maluku dan stake holder terkait, menunjukan kesiapan seluruh jajaran  dalam mendukung Polda Maluku pada ops ketupat Siwalima tahun 2018.

34708756_1899623000060978_5049690507010113536_n

“Berbicara tentang kekuatan dan perkuatan personil Ops Ketupat Siwalima tahun 2018,kami secara keseluruhan All Of untuk menjaga situasi Kamtibmas di Maluku tercinta ini. All Out secara keseluruhan,sesuai dengan hasil rapat koordinasi,kami sudah menyampaikan kepada PLT Gubernur Maluku,kepada Panglima Kodam XVI/Pattimura, untuk masing-masing dalam situasi siaga. Pada kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman TNI, Pemda,dan seluruh stake holder yang ada.Untuk stabilitas harga pangan diwilayah hukum Polda Maluku  stabil. Berbicara tentang gangguan Kamtibmas ada beberapa kejadian yang terjadi sebagai bagian dinamika  yang secara cepat diresponi oleh Polda Maluku bersama Polres jajaran berupa bencana alam yang terus diwaspadai oleh masyarakat Maluku,” Ucapnya .

Dikatakan, untuk konsep pengamanan Ops Ketupat Siwalima dibagi menjadi 3 yaitu, Pos Pengamanan, Pos Terpadu,Pos Pelayanan dengan titik-titik pengamanan seperti dibandara, tempat keramain (Swalayan,Mall, Centra keramaian) dan tempat ibadah.

“Dengan mekanismenya tentu kita melaksanakan Patroli keliling,maupun penempatan personil penjagaan di tiap-tiap pos pengaman tersebut,”Tuturnya

Ditambahkan, menyikapi masalah konfoi jelang malam takbiran nanti, Polda Maluku telah berkoordinasi dengan ketua perayaan hari besar keagamaan umat muslim dalam hal ini MUI Maluku.

“Berdasarkan pertemuan Polda Maluku dengan tokoh-tokoh Agama MUI,selaku pihak Kepolisian kami menyarankan untuk tidak dilakukan konvoi. Dan hal ini akan disampaikan oleh Tokoh-Tokoh Agama dari MUI Maluku kepada masyarakat Muslim yang ada di Kota Ambon pada malam takbiran jelang Idul Fitri. Untuk penanganan tindak terorisme, untuk masing-masing anggota Polisi yang mempunyai diskresi Kepolisian artinya masing-masing individu dapat bertindak sesuai dengan penilaiannya sendiri.  Didalam pengelaran opresional dilapangan ada pendampingan dari petugas yang bersenjata (Wajib System) atau penanganan secara khusus (pidana ekstra ordinary),”Pungkasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com