Kesehatan

Pasca Lebaran, Peserta JKN-KIS Tetap Terlayani

34386207_2048751978720538_1692124772827136000_n

AMBON, MALUKU – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), tidak perlu kuatir saat libur Lebaran tahun 2018,tepatnya H-8 sampai H+8 atau tanggal 7-23 Juni 2018,peserta JKN-KIS tetap berhak atas jaminan pelayanan kesehatan selama hari libur Idul Fitri dengan prosedur yang sudah disepakati dengan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS kesehatan.

Untuk peserta JKN-KIS yang menjalani mudik, apabila membutuhkan pelayanan kesehatan diluar kota, tetap terlayani dan dapat memperoleh pelayanan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut.

“Prinsip portabilitas pada program JKN-KIS bisa dirasakan saat-saat mudik Lebaran. Sesuai peraturan perundang-undangan dan yang selama ini sudah berjalan, peserta yang berada diluar kota dan tidak menetap dalam jangka waktu lama, dapat mengakses pelayanan kesehatan di FPKT, walaupun peserta itu tidak terdaftar di FPKT tersebut. Hal tersebut juga sudah menjadi bagian dari perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan dan faskes (fasilitas kesehatan).Faskes tidak diperkenankan menarik biaya tambahan, “ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Afliana Latumakulita, dalam Konferensi Pers nya, yang bertemakan Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan,Senin (04/06/2018) di kantornya.

Afliana menyebutkan, kewajiban melayani peserta luar wilayah saat libur Lebaran juga berlaku bagi FPKT Non puskesmas (klinik pratama dan dokter praktek perorangan) ,yang membuka praktek pelayanan kesehatan.

Apabila jika tidak terdapat FPKT yang dapat memberikan pelayanan saat libur Lebaran di wilayah tersebut, atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FPKT, maka peserta dapat dilayani di IGD rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.

“Pada keadaan kegawatdaruratan seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan, wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS. Selama peserta mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya, berdasarkan indikasi medis yang jelas, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, akan dijamin dan dilayani serta fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik iuran biaya dari peserta, “kata Afliana.

Oleh karena itu  tambahnya, para peserta JKN-KIS yang sedang mudik diimbau untuk selalu membawa Kartu JKN-KIS.Penting diketahui, pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS dengan status kepesertaan aktif.

Karena itu, mohon agar peserta memastikan telah membayar iuran dan disiplin membayar iuran, agar status kepesertaannya selalu aktif.

Untuk mengecek iuran peserta, dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN. Dalam Mobile JKN, peserta juga dapat melihat daftar fasilitas kesehatan terdekat, yang bisa dikunjungi saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Untuk memastikan kelancaran peserta dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan, BPJS Kesehatan juga telah meluncurkan Aplikasi Mudik BPJS Kesehatan, yang dapat didownload secara gratis di Google Play Store ,untuk perangkat Android. Aplikasi tersebut menyediakan telepon penting, alamat kantor BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan yang bermitra, tanya jawab , info, tips, lokasi-lokasi penting, serta media sosial BPJS Kesehatan,”paparnya.

Di samping itu kata dia , selama libur lebaran 2018, masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care center 1500 400, yang beroperasi 24 jam termasuk hari minggu dan libur,dalam hal memperoleh informasi, melakukan pengaduan,  konsultasi kesehatan,  pelayanan administrasi peserta JKN-KIS (mutasi dan aktivasi), pendaftaran peserta JKN-KIS, pendaftaran bayi baru lahir kategori PPU anak pertama, sampai dengan anak ketiga dan bayi peserta PBI-APBN serta mengetahui perhitungan denda pelayanan.

Kantor Cabang BPJS Kesehatan tertentu juga akan tetap beroperasi pada tanggal 11, 12, 13, 14,  18, 19, dan 20 Juni 2018 dari pukul 08.00 – 12.00 wit .

Sementara itu bebernya, BPJS Kesehatan juga membuka Posko Mudik di 8 (delapan) titik padat pemudik, yaitu Terminal Pulo Gebang Jakarta, Rest Area KM 57 Cikampek, Stasiun Yogyakarta, Terminal Tirtonadi Surakarta, Terminal Bungurasih Surabaya, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Pelabuhan Gilimanuk Bali, serta Pelabuhan Merak Banten.

Posko Mudik BPJS Kesehatan yang digelar pada 9 – 14 Juni 2018 tersebut menyedikan pelayanan kesehatan, obat-obatan, fasilitas relaksasi, hingga pemberian informasi program jaminan kesehatan kepada para pemudik.

Diketahui,sebanyak 203 FPKT yang menjadi mitra BPJS Kesehatan Cabang Ambon, dan 199 fasilitas kesehatan diantaranya yang standby selama program mudik nyaman bersama BPJS Kesehatan.

 Terkhusus Kota Ambon,disiagakan sebanyak 22 SPKT. Selain itu, turut hadir selaku narasumber diantaranya,Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr. Yoke.

 Kedua,Direktur RS GPM dr. Chris Relmasira serta Kepala seksi pelayanan medis RSUD Haulussy  Johanis Mayaut.(IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top