Hukum & Kriminal

Masuk Daerah Rawan Konflik Pilkada, Kota Tual Jadi Prioritas Pengamanan Polri

36361857_1933001626723115_3669810333343547392_n

Ambon, Maluku-  Sebagai salah satu daerah rawan konflik Pilkada di Provisi Maluku, membuat Pilkada Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) tahun 2018,tidak terlepas dari pantauan serius dari Badan Pengawas Pemilu  Republik Indonesia (Bawaslu RI).

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu RI Abhan,saat melauching Indek Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2018, yang berlangsung di Hotel Grand Sahid, Jln Jenderal Sudirman, Jakarata Pusat, pada 28/11/2017 lalu.

Dalam kegiatan loucing IKP tersebut, Abhan (Ketua Bawaslu RI),mengatakan IKP Pilkada 2018,merupakan upaya dari Bawaslu RI,untuk melakukan pemetaan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi pelanggaran dan kerwanan untuk kesiapan menghadapi pelaksanaan Pilkada serentak 2018.

Dirinya menyebutkan untuk katagori Pilkada Kota,Bawaslu RI menempatkan Kota Tual,Provinsi Maluku,sebagai daerah nomor satu (1),paling rawan terjadi pelanggaran Pilkada.

36291386_1933001036723174_1911026371002368000_n

Menjadi daerah yang disebutkan sebagai daerah nomor 1 rawan konflik Pilkada tahun 2018 oleh Bawaslu RI,membuat Kepolisian Daerah Maluku, berupaya dengan sekuat tenaga, untuk menciptakan situasi Kamtibmas pada perhelatan pesta demokrasi 5 tahunan yang berlangsung di Kota Tual.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Mohamad Roem Ohirat, kepada INTIM NEWS, melalui pesan selulernya, Jumat (29/6/2018), menjelaskan menanggapi pernyataan dari Bawaslu RI, mengenai Kota Tual yang masuk sebagai daerah rawan konflik Pilkada 2018 di Maluku, Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budi Revianto,S.IK,melalui pendekatan Kamtibmas,terus gencar menghimbau kepada stake holder terkait untuk bersama-sama Polri melakukan pelayanan dan pengamanan terbaik untuk menunjukan Pilkada Kota Tual berlangsung secara aman, dari daerah rawan Pilkada nomor 1 menjadi daerah Pilkada paling aman no 1

” Untuk meninginkan situasi dimasyarakat (Cool In System), Kapolda memerintahkan 5 Pejabat Utama (PJU) Polda Maluku diantaranya Karo Ops Kombes Pol Gatot Mangkurat, Dir Sabhara Kombes Pol Irwan Rahmaen, Dir Krimum Kombes Pol Gupuh Setiono, Kabid Humas Kombes Pol Mohamad Rum Ohoirat dan Kasat Brimob Kombes Pol Guntur untuk melakukan monitoring, evaluasi dan asistensi ke Kota Tual dan Kabupaten Malra,” tutur mantan Wadir Reskrimum Polda Maluku itu.

Perwira Polri berpangkat tiga melati itu, mengungkapkan sejak dibentuk pada bulan April 2018, tim asesment dan monitoring Pilkada 2018 Polda Maluku,telah beberapa kali ke Kota Tual, untuk berkoordinasi dengan stake holder terkait yaitu,  KPU kota Tual,Panwas Kota Tual, ketiga pasangan calon, tokoh adat dan tokoh masyarakat.

36331895_1933002363389708_8833595929312362496_n

Bahkan dua hari sebelum hari H pencoblosan tim tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Maluku Brigjen Pol Akhmad Wiyagus,melakukan pamantauan secara langsung ke Polres Malra untuk membantu Polres Malra dalam memberikan pelayanan dan pengamanan pilkada di Kota Tual.

“Selain itu, untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, Kapolda juga mengirim 200 personil terdiri dari 1 SSK Brimob dan 1 SSK Sabhara untuk memback up Polres Malra dan hasilnya pilkada Kota Tual dan Kabupaten Malra 2018, berlangsung secara aman tertib tanpa adanya gangguan maupun hambatan apapun,” ungkap Kombes Pol M.R.Ohirat.

Dikatakan, dengan jumlah TPS di Kota Tual sebanyak 128,proses pencoblosan di tps-tps tersebut terlaksana dengan aman dan kondusif. Bahkan semua saksi dari Paslon telah menandatangani hasil rekapan perolehan suara di TPS, saat ini hampir semua kotak suara sudah berada di PPK dan dalam pengawalan dan pengamanan Kepolisian.

” Kotak suara dari beberapa TPS terutama di Kecamatan Kur dan Kur Selatan masih berada di desa dan belum bisa diangkut ke PPK karena berada di pulau pulau dan cuaca yang tidak bersahabat/ gelombang yang tinggi. Namun sudah bisa di konfirmasi bahwa kotak suara tersebut dalam keadaan aman dan dibawa pengawasan dan pengamanan aparat Kepolisian,” Ucapnya

36318562_1933003793389565_6127699703141236736_n36363152_1933003230056288_5648486558131552256_n

Lanjut di katakan,  tidak hanya pencoblosan dan perhitungan suara di TPS berlangsung dengan aman, namun yang  patut di contohi dan ditiru adalah jiwa besar salah satu calon Wali Kota Tual, Basri Adli Banjar yang lewat akun Face Booknya telah mengakui kekalahannya walaupun proses perhitungan suara di PPK dan KPU Kota belum berlangsung.

” Terima kasih kepada semua stake holder yaang telah bekerjasama dengan Polri dan TNI menjaga dan mengawal sehingga pilkada walikota Tual yang awalnya berada pada rangking 1 tidak aman menjadi paling aman. Termasuk kesadaran dan partisipasi dari seluruh masyarakat kota Tual. Terima kasih kepada masyarakat Kota Tual,”Pungkasnya. (IN-07)

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com