Kota Tual

Usut Kasus Dugaan Ijasah Palsu Wali Kota Tual, Penyidik Ditreskrimum Polda Maluku Akan Hadirikan 3 LSM dan Hamid Rahayaan

Ijasah palsu

Ambon, Maluku- Menyikapi permasalahan laporan pengaduan oleh 3 Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) di Kota Tual, kepada Polres Maluku Tenggara (Malra), atas dugaan pemalsuan ijasah yang diduga dilakukan oleh PLT Wali Kota Tual Hamid Rahayaan,oleh penyidik Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku akan melakukan klarifikasi kepada kedua bela pihak.

Pasalnya untuk membuktikan, benar, tidaknya laporan dugaan pemalsuan ijasah yang dilakukan oleh PLT Wali Kota Tual,berdasarkan proses penyelidikan secara langsung oleh Subdit III Ditreskrimum Polda Maluku yang dipimpin langsung oleh Kompol Wiliam Tanasale,di Polres Malra beberapa waktu lalu, akan menghadirikan kedua belah pihak untuk mengklarifikasi laporan tersebut.

“Semua saksi sudah kita periksa, jadi untuk kasus dugaan pemalsuan ijasa yang diduga dilakukan oleh PLT Wali Kota Tual,akan diklarifikasi dari pihak pelapor. Yang mana untuk kasus ini sendiri penyidik Ditreskrimum Polda Maluku,akan mengundang pihak pelapor  yaitu 3 LSM di Kota Tual. Sehingga untuk teknisnya kita belum bisa menyampaikannya sekarang,”ungkap Dir Reskrimum Polda Maluku, Kombes Pol Gupuh Setiyono, yang ditemui Wartawan diruangan kerjanya, Kamis (24/5/2018)

Dikatakan, untuk proses pemeriksaan saksi telah selesai dilakukan oleh penyidik Subdit III Ditreskrimum Polda Maluku yang kemarin berangkat ke Kota Tual untuk membantu penyidik Satreskrim Polres Malra.

Dimana sudah 8 orang saksi yang telah diperiksa dan dimintai keterangan oleh penyidik Subdit III Ditreskrimum Polda Maluku. Selain melakukan pemeriksaan kepada 8 orang saksi penyidik Sundit III Ditreskrimum Polda Maluku juga telah melakukan pengambilan dan penyitaan terhadap beberapa dokumen- dokumen yang diserahkan oleh saksi-saksi kepada Satreskrim Polres Malra.

“Untuk PLT Wali Kota Tual sendiri,Penyidik Subdit III Ditreskrimum Polda Maluku tidak memfokuskan pemeriksaaan kepada yang bersangkutan,melainkan kepada surat pengaduan yang dilaporkan oleh 3 LSM di Kota Tual kepada Penyidik Satreskrim Polres Malra. Kita tidak focus pada pemeriksaan PLT Kota Tual melainkan pada surat pengaduan yang dilaporkan LSM kepada Polres Malra. Jadi kita hanya focus pada surat pengaduannya tentang pemalsuan dokumen yang diduga dilakukan oleh PLT Wali Kota Tual,”tutur perwira menengah Polri berpangkat tiga melati itu.

Lanjut dikatakan, namanya proses penyelidikan untuk sebuah laporan pengaduan,yang perlu diklarifikasi oleh Penyidik Ditreskrimum Polda Maluku adalah benar tidaknya, adanya sebuah laporan pengduan tersebut.

“Kan ada pointer-pointer pengaduan yang dilaporkan, sehingga nantinya akan diklarifikasi oleh penyidik Ditreskrimum Polda Maluku kepada para pihak. Setelah kami klarifikasi kepada para pihak dan ternyata penyidik Ditreskrimum Polda Maluku mendapatakan jawabannya antara yang diadukan dengan kebenaran yang kami dapatkan dari para pihak pelaporan, apakah sudah sesuai atau tidak sesuai. Bila sudah susai penyidik Ditreskrimum Polda Maluku akan menindak lanjuti laporan pengaduan tersebut ke porses berikutnya ke laporan polisi. Sebaliknya bila pengaduannya tidak sesuai, itu artinya proses penyelidikan ini akan di hentikan,”ucap Gupuh Setiyono

Diungkapkannya, sehingga untuk kasus dugaan pemalsuan dokumen oleh Wali Kota Tual ini, Penyidik Subdit III Ditreskrimum Polda Maluku akan mengundang kedua belah pihak baik itu PLT Wali Kota Tual maupun LSM yang melaporkan.

“Nanti kami akan mendiskusikan dengan pengadu kalaupun ada bukti lain yang dimiliki oleh para pengadu selain yang didapati oleh Penyidik batulah bisa mengambil sebuah keputusan,”Pungkasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top