Pemerintahan

Tekan Harga Barang, Pemda SBT Harus Usul Pembangunan Pelabuhan Laut Berskala Besar

33501893_1529589887153328_2851866517996306432_n

Bula,Maluku– Harga sembako dan berbagai kebutuhan lain dikota Bula,Kabupaten Seram bagian Timur (SBT), mengalami perbedaan yang cukup tinggi dengan daerah lain.

Penyebab melambungnya harga barang dikota itu lantaran suplai kebutuhan bahan pokok ke kota dengan julukan “Kota Minyak” itu didatangkan dari pulau Ambon menggunakan transportasi darat.

Padahal, penggunaan transportasi darat khususnya truck memerlukan biaya yang cukup tinggi. Untuk sekali jalan, para pedagang harus merogok kocek hingga puluhan juta hanya untuk menyewa jasa satu truck dari Kota Ambon ke Bula.

Untuk menekan harga barang dikota Bula dan sekitarnya, pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten SBT, disarankan berkordinasi dengan Pemerintah pusat terutama Kamentrian Perhubungan untuk mengupayakan penataan pelabuhan laut Bula.

Selain penataan pelabuhan laut Bula, Pemda harus punya alternatif lain yakni mengusulkan ke pempus lewat Kementrian perhubungan untuk membangun pelabuhan laut berskala besar disekitar Bula.

Ini penting agar bisa disinggahi kapal pengangkut kontainer (teus) yang berbobot Gross Ton (GT) besar. Hal itu lantaran pelabuhan laut Bula saat ini tidak bisa menampung kapal berbobot GT besar karena alur masuk pelabuhan yang masih dangkal.

Keberadaan pelabuhan laut berskala besar dikabupaten Seram Bagian Timur sangat penting. Selain menjadi pintu masuk arus barang ke Kota Bula dan sekitarnya.

Adanya pelabuhan berskala besar bisa mendorong agen suplayer barang berinvestasi dikabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Ini penting agar barang dari Pulau Jawa bisa didatangkan langsung ke Bula menggunakan kapal teus.

Tidak hanya itu, keberadaan pelabuhan berskala besar juga bisa dimanfaatkan masyarakat Seram Utara, Maluku Tengah melakukan pengiriman hasil pertanian dan barang-barang lainnya ke daerah lain misalnya Papua. Ini sebab, didaerah saat ini belum memiliki pelabuhan laut yang berskala besar.

Saat ini pelabuhan laut Bula merupakan satu-satunya pintu masuk mobilisasi barang yang bisa dimanfaatkan masyarakat namun, pelabuhan yang berada didesa Sesar itu hanya bisa menampung kapal kargo berbobot GT kecil. Padahal, untuk menampung teus (kontainer) dibutuhkan pelabuhan yang memiliki area cukup luas.

Sesuai informasi yang diterima media ini dari salah staf kantor pelayanan pelabuhan Bula, sejumlah investor dibidang jasa pengiriman barang sudah berminat untuk membuka akses mobilisasi barang dari pulau Jawa ke pulau Seram melalui pelabuhan laut Bula. Namun, ini belum bisa dilakukan karena fasilitas pelabuhan dan alur masuk yang belum mendukung.

“Mereka mau taruh kontainer barang disini (pelabuhan) tapi kapal muat kontainer besar, tidak bisa masuk karna pintu masuk pelabuhan kita masih dangkal, “ungkap dia.

Untuk itu dia berharap, Pemerintah daerah lewat dinas perhubungan membantu mendorong Pemerintah pusat untuk menata pelabuhan Bula agar bisa menjadi pintu masuk akses barang dari Jawa ke pulau Seram khususnya kota Bula. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com