Politik

Sarana Prasarana Kesehatan Di Tawiri Sangat Parah

33080007_2042387192690350_7776645443164831744_n

AMBON, MALUKU – Agenda Reses oleh John Pieris di beberapa Negeri di Kecamatan Teluk Ambon, masih kedapatan sarana prasarana bidang kesehatan yang parah dan memprihatinkan. Padahal, untuk akses sendiri sangat lancar dari berbagai segi.

“Politik antara pemerintah desa, pemerintah kota Ambon dan pemerintah provinsi Maluku, banyak aspirasi yang tidak terakses . Anggaran yang terbatas, tidak mungkin menangani infrastruktur yang rusak. Khusus bidang kesehatan di Tawiri ,sangat parah.Di Puskesmas Pembantu (Pustu) alat-alat kesehatan yang tidak memadai misalnya sudah rusak masih digunakan.Ada memang di Puskesmas rawat inap di Laha.Tetapi,Pustu di desa sebenarnya harus ada dokter 24 jam, kalau tidak bidan, mantri,suster,apalagi desa-desa yang jauh dari kota,jauh dari rumah sakit, orang bisa meninggal dunia dengan mudah,cuma karena letaknya yang jauh serta kekurangan teknologi kesehatan ,”beber John Pieris, Anggota DPD RI daerah pemilihan Maluku,”kepada wartawan, Senin (21/05/2018),disela-sela kunjungan resesnya, yang dikemas dalam pembagian ratusan kacamata gratis khusus membaca, bagi masyarakat di Tawiri dan Batusore.

33029717_2042387119357024_4202735875500539904_nSebenarnya menurut Pieris,hal-hal yang sudah rutin ,harusnya dinas kesehatan kota Ambon, turun memantau apa yang diperlukan.

Selain itu, yang mengelola puskesmas atau pustu, juga lebih giat lagi untuk meminta bantuan dana,memperbaiki atap-atap yang rusak,plafon-plafon yang retak,tetutama alat timbangan bayi dan alat tensi. Tetapi diketahui, memang mereka sering menyurati pemerintah daerah setempat dan tidak ada tanggapan.

“Karena sering menyurati Pemda setempat tetapi tidak ada tanggapan, ya Saya harus membeli dan memberikan kepada mereka.Kalau menyurat lagi dan tidak direspon orang bisa meninggal .Orang-orang lansia kan, setiap Minggu harus tensi darah.Tidak bisa karena sakit saja baru tensi,tidak bisa.Karena, pencegahan adalah bagian dari pengobatan itu,”ucapnya.

Selain itu sebutnya, lapangan kerja sulit karena ,masih moratorium belum dibuka untuk Maluku.Kata dia,formasi juga masih ada stok pegawai yang lama masih duduk.

“Ya mungkin ke depan ,harus diperhatikan .Tidak lagi bergantung pada sektor-sektor formal bagi anak-anak generasi muda.Tetapi, sektor informal seperti ekonomi kreatif, sudah harus digalakan sedemikian rupa, supaya bisa menyerap tenaga kerja.Atau juga, ada kreatifitas dari Kepala-Kepala Desa menciptalan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).Ikan cukup banyak,transportasi darat laut cukup baik.Kalau harap pemerintah juga tidak mungkin,apalagi ,PAD kita rata-rata rendah,”ajaknya.

Sementara itu, Raja Negeri Tawiri Jacob Nicolas Tuhuleruw mengapresiasi agenda Reses oleh John Pieris di negerinya bagi masyarakat setempat.

“Saya selaku Raja Negeri Tawiri, mengapresiasi langkah yang diambil oleh Bapak John. Ini untuk keempat kali,Beliau reses diTawiri.Tujuannya, sama-sama dengan masyarakat melihat kebutuhan yang memang sangat penting sekali untuk Negeri Tawiri.Yang terakhir atau hari ini, Beliau membawa bantuan langsung dan dirasakan sangat penting untuk masyarakat ,dalam bentuk bantuan kacamata,”ungkapnya. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com