Pemerintahan

Pemprov Terus Berupaya Wujudkan Peningkatakan Kesejahteraan

33871676_2000475133318008_6852263670978707456_n

AMBON,MALUKU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku disebut Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku, terus berupaya mewujudkan peningkatakan kesejahteraan masyarakat, melalui perwujudan Visi Pembangunan Provinsi Maluku, yaitu Mantapnya pembangunan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, berkualitas dan demokratis, dijiwai semangat Siwalima berbasis Kepulauan secara berkelanjutan.

“Untuk mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemprov Maluku dalam mewujudkan visi dimaksud, kita juga perlu memberikan perhatian khusus terhadap situasi dan kondisi terkini,” ujar  Sahuburua saat memberikan sambutan Resepsi Perayaan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018 Tingkat Provinsi Maluku yang berlangsung di Budha Center, Selasa (29/05/2018).

Pada kesempatan yang sama, Sahuburua menyikapi maraknya berbagai tindakan yang mengarah kepada upaya melukai keberagaman yang ada di Indonesia, maupun beberapa kasus pertikaian horizontal antarmasyarakat yang sering terjadi belakangan ini, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Zeth Sahuburua mengajak warga di daerah ini untuk bergandengan tangan.

“Menyikapi berkembangnya teknologi intoleransi di tanah air belakangan ini, saya mengajak kita semua warga masyarakat Maluku, untuk bersatu padu, bergandengan tangan  mewujudkan Maluku yang lebih  baik,” ujar Sahuburua

Dia lantas mengajak semua elemen masyarakat di daerah ini, untuk membangun kesadaran guna meningkatkan kualitas persaudaraan di Maluku, dengan menjadikan Maluku sebagai daerah yang bermartabat, dan menjadi laboratorium kerukunan umat beragama.

“Menjunjung tinggi keberagaman dengan mewujudnyatakan kehidupan yang penuh cinta kasih dan toleran dengan sesama,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, Sahuburua juga mengucapkan selamat merayakan Hari raya Tri Suci Waisak 2562 BE/2018, kepada seluruh umat Budha di Provinsi Maluku.

“Semoga melalui perayaan ini umat Budha senantiasa berada dalam lindungan dan naungan Tuhan yang Maha Kuasa, sehingga dapat mejalani kehidupan bersama yang semakin baik, harmonis, damai, dan sejahtera,” ujarnya.

Hari Raya Waisak, terang Sahuburua, merupakan hari yang penuh berkah bagi umat Budha, dimana umat Budha memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Budha Sidharta Gautama atau Tri Suci Waisak, yaitu, Pertama: Kelahiran Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 SM, Kedua: Pencerahan (nirvana), dimana Pangeran Sidharta menjadi Budha di Bodhgaya pada usia 35 Tahun 588 SM, dan yang ketiga adalah kematian (Parinirvana) dari Budha Gautama di Kusinara pada usia 80 tahun. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top