Hukum & Kriminal

Pasok Beras Oplosan Di Kota Ambon, Gudang Beras CV Berkat Mulia,Dibongkar Satgas Pangan Terpadu Polda Maluku

DSC_1374

Ambon,Maluku– Sebagai langkah antisipasi adanya penumpukan pangan berupa ketersediaan beras kepada masyarakat di bulan suci ramadhan,dilakukan oleh Tim Satgas Pangan Terpadu Polda Maluku dengan terus melakukan razia terhadap distributor beras di Kota Ambon.

Dalam razia antisipasi adanya penumpukan pangan beras yang sering menumpuk di gudang distributor beras di Kota Ambon,Tim Satgas Pangan Terpadu Polda Maluku akhirnya menemukan sekitar 2 ton tumpukan beras oplosan milik CV Berkat Mulia,yang tersimpan di gudang berasnya yang beralamat di Pandan Kasturi,Desa Galala,Kecamatan Sirimau, Kota Ambon,Kamis (24/5/2018).

DSC_1361

Selaku Ka Satgas Pangan Terpadu Polda Maluku, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Maluku Kombes Pol Firman Nainggolan,SH,MH,dalamrellesnya, kepada Wartawan, dikantor Ditreskrimsus, yang beralamat di Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe,Kota Ambon Senin (28/5/2018),mengatakan penegakan hukum terhadap terjadinya tindak pidana dibidang pangan oleh Tim Satgas Pangan Terpadu Polda Maluku, yang pada Kamis (24/5/2018)kemarin, anggota Ditreskrimsus Polda Maluku,menemukam salah satu perusahaan yaitu CV Berkat Mulia, melakukan rekondisi beras(Daur ulang campuran beras rusak dengan beras berkualitas) untuk di pasokan ke tokoh-tokoh penjual beras di Kota Ambon.

Padahal ini dilarang oleh aturan dan undang-undang yang dari beras yang tidak layak dimakan kemudian dilakukan pembersihan sendiri oleh CV Berkat Mulia, yang dicampur dengan beras yang sudah direvisi kemudian dimasukkan ke kemas kembali dan dipasok ke tokoh-tokoh beras di Kota Ambon untuk dijual kepada masyarakat.

“Perusahaan tersebut kemudian dipasarkan kembali ke pasar dengan harga yang seperti harga yang maksimal. Sehingga pada umumnya adalah kita ketahui persediaan beras yang sudah semestinya dipasok dengan beras berkualitas dan layak untuk dimakan ternyata diganti dengan beras yang tidak layak dimakan,”ungkap Perwira Polri berpangkat tiga melati itu.

Dikatakan untuk proses penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus beras oplosan ini,penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku telah melakukan pemeriksaan kepada 8 orang saksi yang merupakan para pekerja dan pemilik perusahaan tersebut. Selain itu ada beberapa barang bukti juga yang berhasil disita oleh anggota Ditreskrimsus Polda Maluku berupa,alat timbang beras,mesin penjahit karung beras, serta kira-kira 2 ton beras rokondisi yang tersimpan di gudang beras milik CV Berkat Mulia.

“Intinya dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadan tahun ini kita sudah melakukan beberapa upaya yang tujuannya untuk menjaga stabilitas harga pangan tetap terjaga di batas harga eceran tertinggi yang diterbitkan oleh pemerintah. Kedua menjaga dan mengamankan distribusi pangan mulai dari distributor harga beras di sana untuk yang kelas premium itu masih di atas rata-rata yang mestinya 13.500/kg, sekarang masih di harga rata-rata sekitat Rp 15.200/kg. Ini perkembangannya dengan menu informasi masih di wilayah luar Maluku,dari Surabaya maupun dari Makassar,” Ucapnya.

Lanjut dikatakan, jadi untuk stabilitas harga pangan, Tim Satgas Pangan Terpadu Polda Maluku menyampaikan sampai saat ini masih maksimal dan stok pangan di wilayah Maluku ini untuk beras saja itu sampai 3 bulan kedepan. Sedangkan untuk bahan pangan yang lainnya bisa bertahan sampai 1 bulan ke depan.

” Sebagaimana tujuan dibentuknya Satgas Pangan Terpadu di Polda Maluku,adalah memberikan kepastian kepada masyarakat yang pertama adalah, selama puasa di bulan suci Ramadhan itu ketersediaan pangan di wilayah Maluku seluruhnya dalam keadaan baik. Untuk beras bertahan sampai 3 bulan di sini juga didukung oleh stoknya Bulog. Kemudian yang kedua memastikan bahwa tidak beredar bahan pangan yang tidak layak di pasaran salah satunya yang dilakukan saat ini adalah antisipasi kelangkaan pangan yang gencar dilakukan oleh tim satgas pangan terpadu Polda Maluku,”ungkapnya.

Ditambahkannya,untuk meyakinkan masyarakat Maluku mengenai pasokan beras yang dimakan dan terhindar dari maraknya peredaran beras oplosan yang sering dijual oleh para pedagang beras, Tim Satgas Pangan Terpadu melalui Ditreskrimum Polda Maluku sudah terlebih dahulu melakukan pencegahan terhadap beredarnya pangan beras oplosan seperti yang dipasok dilakukan oleh CV Berkat Mulia.

“Selaku KA Satgas Pangan Terpadu Polda Maluku, saya mengimbau kepada masyarakat silahkan belanja tidak usah khawatir terhadap merk beras yang dijual di pasaran. Masalah beras oplosan terus dilakukan pemantauan oleh anggota Ditreskrimum Polda Maluku. Kalaupun masyarakat masih kuatir dengan masalah peredaran beras oplosan yang dijual di pasaran, masyarakat bisa berkonsultasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluk maupun dinas lainnya yang tergabung dalam Tim Satgas Pangan Terpadu Polda Maluku,”Ucapnya.

Ditambahkan untuk perbuatan pidana pengoplosan pangan,pemilik CV Barkat Mulia disangkan dengan pasal 139 Jo pasal 34 ayat (1) undang-undang RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan kemudian kita lapis juga dengan undang-undang kerlindungan konsumen,dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara ,” Pungkasnya (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top