Pemerintahan

KPW BI Maluku Gelar Safari Rapat Bersama TPID SBT Dan Malteng

33576282_2044050312524038_5536486670183956480_n

AMBON, MALUKU – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Maluku,dalam rilisnya, Jumat (25/05/2018), melakukan safari rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), ke Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT)  dan Maluku Tengah (Malteng), dalam rangka pengendalian inflasi melalui kestabilan harga di bulan Ramadhan 2018.

Rapat TPID di Kabupaten SBT, diselenggarakan di Bula pada tanggal 23 Mei 2018,dilanjutkan di Masohi, kabupaten Malteng pada tanggal 24 Mei 2018.

Pasalnya, sesuai dengan pola musimannya, tekanan inflasi pada kelompok bahan makanan saat bukan Ramadhan hingga hari Raya Idul Fitri, menjadi pemicu utama inflasi, terutama pada sub kelompok padi-padian, ikan segar, bumbu-bumbuan dan makanan jadi.

Kepala Tim Advisori dan Pengembangan Ekonomi, pada KPw BI Maluku Andy Setyo Biwado mengatakan, rapat TPID di kabupaten SBT,dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda)  Sharief Makmur.

Saat ini TPID disana telah melakukan upaya untuk menjaga kestabilan harga bahan makanan di bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran 2018. Salah satunya adalah pemantauan harga bahan makanan di pasar dua kali setiap minggu.

“Informasi perkembangan harga bahan makanan tersebut, disosialisasikan pada media sosial, milik Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten SBT, sehingga dapat diakses oleh masyarakat. Aktifitas pengendalian inflasi juga telah didukung pemerintah kabupaten (pemkab) dengan melakukan aktifitas, penjualan bahan makanan dengan harga murah, yang dikemas dalam kegiatan pasar murah,”tuturnya.

Sementara itu, rapat TPID di kabupaten Malteng, dipimpin oleh Bupati Abua Tuasikal dan dihadiri oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang menjadi anggota TPID.

TPID kabupaten Malteng telah melakukan upaya untuk menjaga kestabilan harga bahan makanan pada bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri 2018.

“Untuk menjaga stabilitas harga,dilakukan pengecekan seperti memastikan ketersediaan stok bahan makanan melalui penyediaan sarana dan prasarana produksi, pengembangan balai benih, dan mendatangkan komoditas dari luar daerah, “jelas Biwado.

Selain itu sebutnya, untuk membentuk ekspektasi harga bahan makanan di pasar, TPID kabupaten Malteng juga telah menyalurkan subsidi bahan makanan dan pelaksanaan pasar murah.

Dirinya menambahkan, biaya transportasi menjadi salah satu pemicu peningkatan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Malteng. Oleh karena itu, pemkab telah memberikan kemudahan distribusi kebutuhan pokok, melalui subsidi biaya transportasi, mulai dari produsen hingga ke lokasi tujuan. Pemkab juga telah menambahkan angkutan penyeberangan feri dengan rute Masohi-Liang, untuk mendukung kelancaran distribusi bahan pokok.

Diharapkan tutupnya, melalui koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan TPID, KPw BI Maluku optimis harga kebutuhan pokok dan bahan makanan di Maluku dapat terjaga stabil jelang Lebaran 2018,sehingga inflasi di Maluku akan tetap terjaga rendah dan stabil sampai dengan akhir tahun 2018. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top