Ekonomi

Bank BI Perwakilan Maluku Siapkan Rp1,78 Triliun Selama Ramadhan Dan Idul Fitri 2018

33347226_2043320152597054_7453178137409486848_n

AMBON, MALUKU – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku,telah mempersiapkan kebutuhan uang layak edar sebesar Rp1,78 Triliun selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2018 ini.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BI perwakilan Maluku, Bambang Pramasudi, disela-sela Konferensi Pers bersama para awak media di kantornya,Rabu (23/05/2018).

“Kami telah mempersiapkan kebutuhan uang layak edar sebesar Rp1,78 Triliun selama bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1439 Hijriah .Hal ini, dalam rangka mengantisipasi kebutuhan masyarakat melalui sistem pembayaran tunai dan non tunai ,”ungkapnya.

Secara terperinci jelasnya, uang layak edar sebesar Rp1,78 Triliun tersebut ,terdiri dari uang pecahan besar Rp 100.000 dan Rp 50.000 sebanyak Rp 1,72 Triliun.

Juga, uang pecahan kecil Rp 20.000 ke bawah, sebanyak Rp55 Miliar. Menurutnya, persediaan uang ini, dinilai sangat membutuhkan dalam memenuhi proyeksi kebutuhan uang periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini, baik dari sisi jumlah total maupun jumlah per pecahan.

Pasalnya, proyeksi kebutuhan uang (outflow) untuk masyarakat dan perbankan di Kota Ambon selama momen tersebut, Rp 880 miliar atau meningkat sebesar Rp180 miliar dibanding realisasi outflow momen yang sama di tahun 2017 lalu.

Selain itu kata Pramasudi, menghadapi lonjakan transaksi, KPw BI Maluku ,telah bekerja sama dengan 16 Bank Umum di Kota Ambon, yang siap melayani penukaran setiap hari kerja yakni Senin hingga Jumat. Dan, sepanjang dibutuhkan KPw BI Maluku,juga siap menambah jam layanan operasional.

“Juga, kami telah mempersiapkan ketersediaan uang kartal layak edar, melalui empat lokasi kas titipan BI di Tual, Namlea, Saumlaki dan Fakfak, mencakup Namrole, Kairatu dan Gemba.Disamping itu, BI Maluku telah melakukan kerjasama BI JANGKAU dengan BPD Maluku Malut, dalam melakukan penukaran uang layak edar kepada masyarakat di kecamatan-kecamatan ,yaitu di Masohi, Kobisonta, Bula dan Geser, “tuturnya.

Ucapnya lagi,guna mengantisipasi peredaran uang palsu, KPw BI Maluku,senantiasa melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan slogan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Selain itu, senantiasa berkoordinasi dengan pihak perbankan dan Polda Maluku, dalam hal ditemukannya uang palsu di Maluku.(IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com