Kota Ambon

Balai Pelestarian Kesenian Gelar Workshop

Kompetensi

AMBON,MALUKU –  Menyambut Kota  Ambon sebagai tuan rumah ,dalam acara festival  music pada bulan Oktober nanti ,Balai Pelestarian Kesenian,mengadakan workshop yang diselenggarakan di Balai Kesenian kota Ambon , (07/05/2018)

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy dalam sambutannya menuturkan,Kota Ambon berbeda dengan kota-kota yang ada di Provinsi Maluku, karena tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA),tetapi Ambon memiliki tiga sektor unggulan.

Dirinya menyebutkan,ketiga sektor unggulan tersebut yakni,pertama, jasa perdagangan yang memberi kontribusi sebesar 57 persen kepada pendapatan daerah.Kedua,perikanan, karena selain infrastruktur kota apalagi ibukota Provinsi ,lalu relatif cukup lengkap sehingga, berbeda dengan kota-kota lain,tetapi kondisi geografisnya, juga bisa menjadi daerah penghasil dan pengekspor.Ketiga, pariwisata,terdapat dua potensi pada sektor ini yaitu fenomenal alam dan keramahtamahan yang dimiliki oleh orang Ambon dan ini menjadi aset dan modal.

“Begitu banyak perhatian dari pemerintah pusat, bagi penyelenggara kegiatannya di Ambon ,itu bukan sekedar basa-basi tetapi itu adalah manifestasi, dari wujud masyarakat Ambon yang sangat ramah, terutama dalam menjadi tuan rumah,”ujarnya.

Tambahnya,bulan Juli nanti, Ambon akan kembali kedatangan tamu dari Spanyol, dengan orkestranya yang bekerja sama dengan Bapak Rony Mail.Bulan  Agustus sampai dengan Oktober ,yang puncaknya adalah festival musik internasional,dan respon yang banyak dari publik kepada kota Ambon ,keramatamahan masyarakat Ambon adalah alasannya.

“Dari ketiga potesi yang dimiliki oleh kota Ambon, yang paling diperhatikan ialah sektor PariwisataHampir semua kota memberikan perhatian terhadap sektor ini.Fakta membuktikan, dari presentasi dampak wisatawan yang datang ke Indonesia untuk tahun 2017 Ambon Dan Maluku memberikan kontribusi sebesar 20 persen dan ini merupakan yang terbesar di Indonesia,”katanya.

Sementara itu, Iskandar Eko yang menjabat  Kepala Pengembangan Direktorat Kesenian menjelaskan,kegiatan ini adalah jawaban dari keresahan teman-teman seniman di daerah yang membutuhkan peningkatan kompetensi.Selama ini ,berbagai daerah berlomba membuat berbagai macam festival tapi tidak di dukung oleh kompetensi seniman lokalnya.

Oleh karena itu tambahnya, melalui acara ini kita mendorong para seniman di daerah, supaya bisa membuat sebuah festival secara mandiri.

“Dalam kesempatan ini juga kita mengundang para maestro seperti Pak Sajid,Sari Majid dan Pak Sodik Sumarsono sebagai narasumbernya.Kegiatan ini, sudah dilakukan di 10 kota dan bekerjasama denga Pemda setempat.

Menjadi penggerak bagi daerahnya masing-masing adalah harapan dari kami untuk para peserta ini, supaya bisa membuat festival secara mandiri,”ucapnya.

Yang paling penting di tahun 2018 ini kata dia, adalah Amboina music festival dan Amboina Internasional festival ,yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober,akan ditampilkan kesenian rakyat,karnaval,dan juga workshop music secara nasional serta semuanya itu untuk Ambon sebagai kota musik dunia, dalam satu even yang berstandar internasional.

Seluruh penyelengaraan itu, akan diatur oleh pemerintah kota dan akan di bantu oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam satu program yang namanya Indonesiana.Even tersebut,akan melibatkan semua masyarakat,paguyuban dan juga komunitas lintas Agama.Pembicara-pembicara juga datang dari Jepang,India.Juga, dari pusat. (Mg-01)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com