Hukum & Kriminal

2 Pejabat Utama Bank Maluku-Malut, Dicecar Penyidik Kejati Maluku

Kasus Bank Maluku

Ambon,Maluku-Kasus dugaan tindakan pidana korupsi bunga obligasi (Reverse Repo),tahun 2014, PT Bank Maluku-Malut,dengan PT Andalan Artha Advisindo (AAA) yang hingga kini masih dalam tahapan penyelidikan terus digulirkan oleh Penyidik Tindakan Pidana Khusus (Pidsus), Kejaksaan Tinggi Maluku.

Pasalnya, untuk membongkar dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan negera sebesar Rp 238,5, hingga kini masih diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI perwakilan (BPKP)Maluku, tim penyidik Pidsus Kejati Maluku,kembali memeriksa 2 pejabat internal Bank Maluku-Malut

” Untuk perkara reverse repo obligasi PT. Bank Maluku hari ini ( Rabu-red) ada pemeriksaan terhadap 2 (dua) orang saksi masing-masing J. L (Mantan Ketua Satuan Kerja Audit Internal PT. Bank Maluku), diperiksa oleh penyidik Bayu.SH dan dicecar 40 pertanyaan, dari pukul 10.00 WIT- 13.00 WIT. Saksi, Y.K (Kasubdit Pasar Modal dan Uang PT. Bank Maluku). Diperiksa dari pukul pkl. 10.00 WIT-13.00 WIT,dicecar puluhan pertanyaan oleh Penyidik Zulfikar,SH,” ungkap Kasi Penkum Kejati Maluku, Sami Sapulete,kepada Wartawan diruangan Pers Kejati Maluku,Rabu (30/5/2018).

Sapulete,mengatakan untuk saksi J.L (Manatan Kepala SKAI Bank Maluku-Malut),yang diperiksa oleh penyidik Pidsus Kejati Maluku, seputar hasil audit internal yang dilakukan oleh Bank Maluku saat terjadinya transaksi reverse repo sejak 2011-2014. Yang kemudian memposisikan, 2014 sebagai persoalan, saat PT AAA Securitas yang dipimpin Andre Theodorus Rukminto tak lagi mampu untuk membayar hutangnya ke Bank Maluku.

Sedangkan untuk saksi Y.K selaku Kasubdit Pasar Modal dan Uang pada Bank Maluku-Malut,diperiksa oleh penyidik, Zulfikar, SH, seputar hasil kajian dalam penjualan surat-surat berharga atau obligasi kepada AAA Securitas, yang hasilnya Bank Maluku merugi hingga Rp. 238,5 milair.

” Keduanya dalam peran berbedah dalam kasus ini. Intinya, hasil pemriksaan mereka ini digunakan untuk kepentingan penyidik dalam merampungkan berkas perkra milik kedua tersangka,” tutur Sapulete

Sementara itu, hasil perhitungan dari BPKP terkait kasus obligasi bodong ini belum juga diterima tim penyidik. Penyidik masih terus melakukan koordinasi.

“Ya, masih ditangan BPKP. Tim penyidik tentunya akan tersu melakukan koordinasi kesana,” Ucapnya.

Ditanya tentang pemeriksaan tersangka, Sapulete mengatakan, jika dibutuhkan akan diperiksa lagi.

“Ini kan masih jalan semua. Nanti biarkan tim penyidik bekerja, kalau dibutuhkan ya, akan dipanggil dan diperiksa lagi. Intinya ikuti saja kasusnya, perkembanganya akan kita smapaikan,” jelas Sammy.

Sebelumnya Kepala Kejati Maluku Triyono Haryanto mengatakan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus repo Bank Maluku tahun 2014 senilai Rp 238,5 miliar.

“Ya, kasus repo ini jumlahnya sangat signifikan. Memang baru dua tersangka tetapi tidak menutup kemungkinan lagi ada yang lainnya. Nanti coba saya baca pelajari lagi dulu,” kata Kajati kepada wartawan belum lama ini.

Kejati Maluku baru menetapkan Idris Rolobessy dan Izaac B Thenu sebagai tersangka kasus repo obligasi kepada PT AAA Securitas tahun 2014.

Mantan Dirut Bank Maluku dan Direktur Kepatuhan Bank Maluku itu ditetapkan sebagai tersangka dalam ekspos tim penyidik Kejati Maluku, Selasa (20/2/2018).

Penetapan Idris sebagai tersangka dituangkan dalam surat Nomor: B-329/S.1/fd.1/02/2018 tanggal 21 Feb­ruari 2018. Sedangkan Thenu sesuai surat penetapan Nomor: B-330/S.1/fd.1/02/2018 tanggal 21 Februari 2018, yang ditandatangani oleh Kepala Kejati Maluku, Manumpak Pane.

Keduanya disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com