Seram Bagian Timur

Temuan 91 Pemilih Dibawah Umur, KPU SBT Lakukan Uji Petik Pada 10 TPS Di Amarsikaru

KPU SBT 2
Ketua KPU SBT Junaidi Mahad ditamping 3 anggota komisioner KPU SBT Saat Menggelar Konferensi Pers Usai Rapat Pleno Rekapitulasi DPSHP

Bula,Maluku-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akan melakukan uji petik di sepuluh (10) Tempat Pemungutan Suara (TPS) didesa Amarsikaru Kecamatan pulau Gorom. Uji petik ini dilaksanakan berdasarkan surat rekomendasi Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terkait temuan daftar pemilih sementara (DPS) dibawa umur.

Rekomendasi yang dikeluarkan Panwaslu itu berdasarkan temuan tim pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath (HEBAT) yang dilaporkan ke Panwaslu SBT melalui surat nomor 004/SL/HEBAT-MALUKU/2018. Melalui surat laporan tersebut, tim pemenang pasangan HEBAT kecamatan Pulau Gorom mengaku, menemukan pemilih yang belum mencukupi umur 17 tahun didesa Amarsikaru. Fakta ini ditemukan saat perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) ke Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) untuk ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku tahun 2018.

Dalam surat rekomendasi bernomor 104/Panwaslu-Kab.SBT/IV/2018 itu Panwaslu SBT kemudian merekomendasikan kepada KPU Kabupaten SBT melalukan uji petik terhadap 91 Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang ditemukan ada pada 10 TPS didesa Amarsikaru.

Akibat keluarnya surat rekomendasi Panwaslu itu menyebabkan, rapat pleno rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) untuk ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang digelar KPU SBT untuk kecamatan Pulau Gorom ditunda hingga menunggu hasil uji petik dilapangan.

Langkah uji petik ini dilakukan untuk memastikan temuan 91 pemilih dibawah umur itu bisa menggunakan hak pilihnya atau tidak pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku pada Juni mendatang. Sebab, dalam Undang-Undang No 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden dan Undang-Undang No 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengisyaratkan warga negara Indonesia yang pada hari pemungutan suara telah genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin mempunyai hak memilih.

Dari data yang dilansir KPU kabupaten SBT dalam konferensi pers usai menunda rapat pleno rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) untuk ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang digelar pada Selasa (17/4/2018) malam, temuan 91 daftar pemilih sementara dibawah umur itu tersebar pada 10 TPS didesa Amarsikaru Masing-masing, TPS 1 sebanyak 39 pemilih, TPS 2 sebanyak 15 pemilih, TPS 3 sebanyak 4 pemilih, TPS 4 sebanyak 11 pemilih, TPS 5 sebanyak 3 pemilih, TPS 6 sebanyak 4 pemilih, TPS 7 sebanyak 5 pemilih, TPS 8 sebanyak 4 pemilih, TPS 9 sebanyak 3 pemilih dan TPS 10 sebanyak 3 pemilih. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top