Seram Bagian Timur

Tangani Hama, Dinas Pertanian SBT Kirim Tim Ke Teor

Kadis Pertanian SBT
Kepala dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Seram Bagian Timur (SBT), Gazali Rahman Salampessy.

Bula,Maluku- Serangan Hama yang menyerang ribuan tanaman kelapa milik warga pulau Teor kecamatan Teor, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) kini mendapat perhatian serius. Pemerintah daerah (Pemda) lewat dinas Pertanian dan Perkebunan setempat akan segera mengirim tim teknis untuk melihat dan mengidentifikasi langsung jenis hama yang menyerang tanaman kelapa milik warga. Selain mengidentifikasi, tim ini juga akan melakukan penanganan untuk mengantisipasi penyebaran hama ke wilayah lain.

Upaya penanganan hama yang menyerang ribuan tanaman kelapa milik warga Teor benar-benar mendapat perhatian serius dinas Pertanian dan Perkebunan SBT. Sebelum menerjunkan tim teknis ke lapangan, dinas yang dipimpin Gazali Rahman Salampessy itu telah melakukan langkah koordinasi dengan sejumlah pihak untuk penanganan serangan hama tersebut.

“Langkah yang pertama, kita sudah laporkan ke dinas pertanian dibidang perkebunan kemudian dilanjutkan pelaporannya secara lisan kita sampaikan ke balai besar perkebunan di Passo (Kota Ambon). Nah, sambil menunggu langkah lanjut dari dinas pertanian provinsi dan balai besar perkebunan maka dinas pertanian dan perkebunan kabupaten mengambil langkah untuk mengirimkan tim turun langsung ke Teor untuk memantau serangan Hama, “ungkap kepala dinas Pertanian dan Perkebunan SBT, Gazali Rahman Salampessy kepada media diruang kerjanya, Senin (16/4/2018).

Dikatakan, meski telah dilaporkan secara lisan ke dinas Pertanian Provinsi Maluku dan Balai Besar Pertanian Kementerian Pertanian di Ambon namun, laporan tersebut belum mendapat respon lantaran jenis hama yang menyerang tanaman kelapa dipulau Teor belum bisa diidentifikasi. Untuk itu, tim teknis tersebut akan melakukan identifikasi jenis hama tersebut.

“Tim ini akan mengambil data jenis hama yang menyerang itu sehingga kita bisa membuat laporan resmi kepada Balai besar Perkebunan dan dinas pertanian provinsi, “ungkap Salampessy.

Menurut dia, identifikasi jenis hama terkendala karena letak geografis pulau Teor yang berada jauh dari Kota Bula. Selain itu, moda transportasi yang bisa ditempuh hanyalah transportasi laut dan itu sudah terjadwal dengan baik.

“Tim akan turun langsung ke Teor itu besok (Selasa-) karna kita sesuaikan dengan jadwal kapal. Jadi nanti hasil selanjutnya kita menunggu tim untuk bisa mengidentifikasi hama apa yang menyerang tanaman kelapa yang ada di Teor, “katanya.

Selain mengidentifikasi jenis hama, tim tersebut juga akan melakukan penanganan lebih lanjut bila jenis hama yang diidentifikasi bisa musnahkan dengan cara sederhana. Oleh karena itu, tim yang dipimpin Idris Rumalean itu akan membawa serta obat-obatan yang diperlukan untuk membasmi jenis hama ringan seperti seksafa atau ulat api.

“Jadi tim yang turun besok ini langsung lakukan penanganan. Tapi sesuai foto yang ada pada kami itu kemungkinan hama seksapa atau ulat api jadi tim yang turun ini sudah langsung dipersiapkan obat-obatan untuk langkah penanganan sekaligus mengidentifikasi lebih jelas sehingga apa yang akan kita laporkan ke dinas Pertanian Provinsi maupun Balai besar Perkebunan tentang jenis hama yang ada di Teor itu, “jelasnya.

Menurut Salampessy, proses penanganan hama yang menyerang tanaman kelapa milik warga Teor akan diupayakan sebaik mungkin, namun apabila upaya tersebut tidak dapat membasmi hama tersebut maka pihaknya akan melakukan penanganan lebih lanjut. Salah satu yang sudah dipikirkan adalah menebang pohon kelapa yang sudah terserang hama. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi hama menyerang pohon kelapa lain yang belum terjangkit hama.

“Kemungkinan yang akan dilakukan itu lewat infus akar tapi kalau kemudian kondisi lapangan kalau dilihat sudah tidak bisa lagi berarti jalan satu-satunya maka harus penebangan untuk menjaga jangan sampai penyebarannya lebih meluas. Tapi kalau sampai itu terjadi penebangan, maka harus disusul dengan program berikutnya untuk pengembangan peremajaan baru (Tanam Baru), “ungkap Salampessy. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com