Hukum & Kriminal

Tahap I, Kasus Tipikor Bandahara Desa Kilang, Ambon, Masuk Tangan Jaksa

ADD

Ambon,Maluku– Pasca ditetapkannya, Bendahara Desa Kilang, Stevanus Latuheru sebagai tersangka pada (9/1/2018) kemarin, dalam kasus tindak pidana korupsi Anggaran Dana Desa (ADD), dan Dana Desa,tahun 2016,senilai Rp 865.266.000 (Delapan ratus enam puluh lima ribu,dua ratus enam puluh enam juta, rupiah),membuat penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter),Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,melakukan perampungan berkas perkara tersangka yang direncanakan,Senin (16/4/2018), dilimpahkan ke tahap I, oleh penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,ke penyidik Pidana Khusus (Pidsus), Kejaksaan Negeri Ambon.

“Untuk melengkapi berkas pemeriksaan kasus tipikor ADD dan DD Kilang tahun 2016, tim penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Leaae,telah melakukan pemeriksaan kepada tersangka Stavanus Latuheru,selaku Bendahara Negeri Kilang. Tersangka, kami periksa selama 3 hari, yaitu, Jumat (6/4/2018), sampai Selasa (10/4/2018),” ungkap Kasat Reskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,AKP Teddi,SH,S.IK, yang dikonfirmasi INTIM NEWS,melalui telephone selulernya (HP), Sabtu (14/4/2018).

Dijelaskan,untuk prosedur pemeriksaan Stevanus Latuheru (Bendahara Negeri Kilang), oleh penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,berdasarkan bukti dan kuitansi  pengeluaran, yang didalamnya terdapat selihsi anggaran sekitar Rp 207.080.000 ADD juta dari Rp 658.186.0000 DD dari total keuangan Rp 865.266.000, bukti transfer dari Kementerian Desa, serta bukti setoran dari Inspektorat Kuangan Kota Ambon, yang masuk ke rekening Negeri Kilang.

” 1 saksi dari pihak dari Ketua Tim Audit  Inspektorat Keuangan Kota Ambon Seh, Ahli Latuconsina, telah diperiksa oleh penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Leaase. Dari keteranganya Seh, Ahli Latuconsina,selaku Ketua Tim Audit Inspektorat Keuangan Kota Ambon,menerangkan benar adanya kerugian yang ditimbulkan dari kasus tipikor ADD dan DD Desa Kilang yang disalahkan gunakan oleh Bandahara Desa Kilang,” tutur Teddi.

Dikatakan,untuk tersangka Stavanus Latuheru, yang telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,tidak langsung di lakukan penahanan kepada tesangka melainkan diwajibkan untuk prosedur wajib lapor hingga nantinya akan dilimpah bersamaan pada tahap II (pelimpahan berkas perkara,tersangka dan barang bukti).

“Tersangka sangat kooperatif,saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease. Tersangka tidak kami tahan, dan diwajibkan untuk wajib lapor,pada hari Senin,Rabu dan Jumat ke penyidik Tipiter, hingga berkasnya dinyatakan lengkap baru akan ditahan dan diserahkan pada tahap II,ke JPU Kejari Ambon,” Ungkapnya.

Ditambahkannya,untuk kasus tipikor ADD dan DD Desa Kilang,penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,telah melakukan pemeriksaan terhadap 63 orang saksi.

“Tersangka Stevanus Latuheru disangkakan dengan pasal 2 dan pasal 3 UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi Jo pasal 55 dan 56 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” Tandasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top