Hukum & Kriminal

Setubuhi Anak di Bawah Umur, Oknum Pdt,di Kota Ambon di Polisikan

cabul-sampai-hamil-digilir_20170407_160248
Gambar Ilustrasi Persetubuhan Anak Di Bawah Umur

Ambon,Maluku– Sebagai seorang pemuka agama, seharusnya menjadi contoh dan surih tauladan yang baik bagi umatnya. Namun hal ini sama sekali tidak dilakukan oleh seorang pelayanan umat pada salah satu aliran gereja di Kota Ambon, Pdt Alex Kapressy, (54 tahun).

Sebagai seorang pelayan umat, bukannya menerapakan nilai-nilai agama yang baik kepada umat binaannya, namun malahan pelaku, Pdt Alex Kapressy malah menyetubuhi korban V.N.A, ( 12 tahun), salah seorang anggota umat binaannya yang masih duduk dibangku kelas VI,Sekolah Dasar (SD).

Kasus tersebut akhirnya terbongkar setelah korban menceriterakan kasus persetubuhan yang dilakukan oleh Pdt Alex Kapressy,kepada tetangga kostnya yang beralamat di Tantui,belakang Maluku City Mall (MCM), Kecamatan Sirimau,Kota Ambon.

Informasi yang dihimpun INTIM NEWS, dari laporan polisi diruangan Humas Polres P.Ambon dan Pp.Lease,Rabu (11/4/2018), menjelaskan kasus persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh pelaku,Pdt Alex Kapressy kepada korban V.N.A, tersebut terjadi pada, Selasa (6/4/2018), sekitar pukul 15.30 WIT.

Kejadian tersebut berawal ketika korban yang saat itu ditinggal sendirian oleh ibunya yang bepergian ke pasar, tiba-tiba didatangi oleh pelaku ke kamar kost milik korban yang berada di Tantui,belakang Maluku City Mall (MCM).

Saat bertemu dengan korban di kamar kost yang saat itu sepi ditinggal oleh ibu korban, membuat sang Pendeta berhati iblis yang telah dipengharui oleh nafsu bejatnya itu,langsung melepaskan pakaian korban yang menyetubuhi korban.

Usai menyetubuhi korban,sang pendeta pun pergi meninggalkan korban sendirian didalam kamar kost yang di sewa oleh ibu korban.

Perlakuan pelaku akhirnya diceriterakan oleh korban kepada tetangga kostnya,hingga akhirnya didengar oleh ibu korban. Kepada ibunya, korban pun mengakui telah disetubuhi oleh pelaku,semenjak tahun 2014 dimana saat itu korban masih berumur 7 tahun dan duduk dibangku kelasa 2 SD.

Mendengar kisah piluh yang diceriterakan oleh oleh putrinya yang menjadi korban kebiadaban sang Pdt,membuat ibu korban M.V.J.T, langsung naik pitam dan akhirnya mendatangi Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polres P.Ambon dan Pp.Lease,pada Selasa (10/4/2018), sekitar pukul 16.00 WIT.

Selain itu,Paur Humas Polres P.Ambon dan Pp.Lease,Ipda Agus Matatula,yang dikonfirmasi Wartawan,Rabu (11/4/2018), diruangan kerjanya,membenarkan adanya laporan kasus persetubuhan anak yang dilaporkan oleh M.V.J.T ke Unit SPKT Polres P.Ambon dan Pp.Lease.

” Benar,kemarin itu ada laporan kasus persetubuhan anak yang diporkan oleh ibu korban ke Unit SPKT,Polres P.Ambon dan Pp.Lease,dengan pelakunya adalah Pdt Alex Kapressy. Pelaku sendiri belum diamankan oleh Anggota SPKT Polres P.Ambon dan Pp.Lease karena masih belum berada di Ambon,”ungkap Ipda Agus Matatula.

Dikatakan,usai melakukan pemeriksaan kepada saksi dan juga korban pihak SPKT Polres P.Ambon dan Pp.Lease akan melayangkan surat pemanggilan pemeriksaan kepada pelaku.

” Kasus ini sendiri telah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease. Kasus persetubuhan anak dibawah umur ini,diatur dalam pasal 81 ayat (1), dan ayat (2), UU RI nomor 35 tahun 2014, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau penjara seumur hidup,” tutur Matatula. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top