Hukum & Kriminal

Sekian Lama Jadi DPO,Tenaga Honorer Dinas PU Kota Ambon Akhirnya Diciduk Polisi

Kisruh Batu gantung

Ambon,Maluku– Satu demi satu, pelaku penganiayaan warga Batu Gantung yang memicu terjadinya bentrokan warga Batu Gantung Tagalaya dan Warga Batu Gantung Ganemo, pada Minggu (11/2/2018),akhirnya berhasil diungkap Polisi.

30709007_1844600052229940_155607137580482560_nHal ini terbukti dengan diringkusnya  A.T alias A (25 tahun),seorang tenaga honorer pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Ambon, oleh tim gabungan Unit Resimen Mobil (Resmob) Direktorat  Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku, dengan Unit Buru Sergap (Buser), Satuan Reserse Kriminal Polres P.Ambon dan Pp.Lease,Senin (16/4/2018), sekitar pukul 14.00 WIT.

Kabid Humas Polda Maluku,Kombes Pol Muhamad Roem Ohirat,kepada Wartawan diruangan Bid Humas Polda Maluku, Senin (16/4/2018), menjelaskan pelaku A.T alias A, yang ditangkap oleh Tim Resmob Comunity,merupakan salah satu pelaku yang diduga melakukan pembacokan terhadap salah seorang warga Batu Gantung, dalam insiden bentrokan antara warga Batu Gantung Tagalaya dengan warga Batu Gantung Ganemo,Kecamatan Nusaniwe,Kota Ambon,pada Minggu (11/3/2018) lalu.

” Pelaku, A.T alias A, merupakan salah seorang terduga pelaku pembacokan warga Batu Gantung dan masuk dalam daftar pencarian orang  (DPO), Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, tertanggal (20/2/2018). Sehingga berdasarkan ciri-ciri dan foto yang dimuat dalam DPO tersebut, Tim Resmob Comunity, akhirnya menangkap pelaku di Jalan Kadewatan, Kecamatan Sirimau tepatnya didepan, SMP 6 Ambon,” ungkap Perwira menengah Polri berpangkat tiga melati itu.

Dikatakan, penangkapan terhadap pelaku A.T alias A, berdasarkan Laporan Polisi yang teregister dengan nomor: LP/41/II/2018/Maluku/Res Ambon, tanggal (17/2/2018).

” Pelaku A.T. alias A yang diringkus oleh Tim Resmob Comunity langsung dibawa ke Mapolres P.Ambon dan Pp.Leaae,untuk dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease. Pelaku A.T. aliaa A disangkakan dengan pasal 170 ayat (1), dan ayat (2), KUH Pidana atau pasal 351 ayat (1) dan ayat (2) KUH Pidana serta pasal 358 KUH Pidana Jo pasal 64 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” Ungkapnya.

Diketahui selumnya,untuk membongkar kasus penganiayaan warga Batu Gantung,penyidik Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp. Lease akhirnya mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO),pada tanggal (20/2/2018).

Setelah mengeluarkan Surat DPO tersebut, Kamis (18/2/2018), anggota Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Leaae,yang di back up oleh anggota Resmob Polda Maluku akhirnya berhasil melakukan penangkapan kepada 3 tersangka masing-masing: Nandito Sorseri, Hendra Souhuken,Samuel Yakop Phlipus.

Ketiga tersangkap tersebut berhasil,diringkus oleh Tim Resmob Comunity, 2 tempat yang berbeda.

Untuk tersangka Nanti Sorseri akhirnya menyerahkan diri kepada Anggota Polsek Huamul setelah sempat melarikan diri, di Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Tersangka Hendra Souhuken akhirnya berhasil dibekuk  dengan dihadiahkan timah panas di kaki kirinya oleh Unit Buser Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,lantaran hendak melakukan perlawanan kepada anggota Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease saat hendak ditangkap.

Sedangkan untuk tersangka Samuel Yakop Phlipus, ditangkap  dalam pelariannya, di Kecamatan Kisar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD),oleh Tim Resmob Community, yang berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Maluku Barat Daya (MBD).

30697980_1839537132736232_5819345339328495616_oKetiga tersangka pun telah dilimpahkan ke tahap II (penyerahan berkas, tersangka, dan barang bukti), oleh penyidik Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tindak Pidana Umum,Kejaksaan Negeri Ambon,pada Rabu (11/4/2018).

Ketiga tersangka yang diserahkan ke tahap II,disangkakan dengan pasal 170 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5,6 tahun penjara,dan pasal 351 dan pasal 358 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Tahap II, ketiga tersangka yang telah diterima oleh Asmin Hamja,SH, selaku JPU Pidum Kejari Ambon,rencananya akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Ambon pada, Rabu (18/4/2018). (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top