Maluku Tenggara

Rumput Laut Di Kepulauan Kei Mulai Dilirik Sejumlah investor

Menko Perekonomian Hatta Rajasa (kedua dari kiri) didampingi Gubernur Maluku Said Assagaff (kanan) dan Bupati Maluku Tenggara Andre Rentanubun (kedua dari kanan) melakukan panen raya rumput laut di Desa Letvuan, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, Selasa (25/3). ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan/Asf/ama/14.

Malra,Maluku- Masyarakat petani rumput laut Kabupaten Maluku  Tenggara, (Malra) mendapatkan angin segar. dimana saat ini, Dana Laut, menjadi salah satu lembaga yang menyatakan diri siap memberikan bantuan kepada para petani rumput laut melalui koperasi tani nelayan (Koptanel) Elomel yang di fasilitasi oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Malra, dalam rangka pelaksanaan program iklim investasi dan realisasi investasi penanaman modal.

Menariknya, dengan melihat potensi dan sumberdaya yang tersedia, Dana Laut berani menjanjikan pinjaman modal sebesar 10 Milyar pertahun, dengan keyakinan, proyek tersebut  sukses dan menjadi proyek percontohan di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Chief Operating Officer (COO) Dana Laut, Ilham Novtenli, dalam konfrensi pers disela sela rapat tahunan Koptanel Elomel tahun buku 2017 di Desa, (Ohoi) Faan, kabupaten Maluku Tenggara, Senin (9/4/2018).

Menurutnya Malra mempunya potensi yang sangat besar dari segi produktivitas rumput laut, hanya saja kondisi iklim serta kurangnya pelestarian membuat produksi akhirnya menurun.

“Dulu Malra pernah berada di masa Jaya produktivitas rumput laut, namun kondisi cuaca serta kurangnya perawatan membuat produksi akhirnya menurun. Nah,  kita melihat dari sisi potensinya, sehingga harus dikembangkan lagi gairah industri rumput laut di pulau ini.” ujar Novtenli.

Bantuan investasi yang di berikan, lanjut Novteli selama setahun berjumlah Rp.10 Milyar. Dimana bantuan yang diberikan untuk pengadaan peralatan produksi, termasuk bantuan dana biaya hidup untuk 2 bulan yang diberikan di awal.

“Waktu produksi rumput laut kan 45 hari, nah kita beri pembiayaan 2 bulan di awal, selanjutnya rutin perbulan.

Jika kaitkan dengan periode pinjaman, Novtenli mengatakan, normalnya periode pinjaman rata rata 1 sampai 2 tahun , namun dalam hal ini Dana laut mengunakan sistem target produksi. Sistem kita itu bagi hasil senghingga tidak mengunakan bunga. Jadi benar-benar petani menanam, yang kemudian hasil panen kita bayar, sehingga tidak memberatkan petani.” Kata Dirut Dana laut.

Dikatakannya, tak hanya pembiayaan, Dana Laut juga nantinya melakukan pendampingan, untuk menghasilkan rumput laut di Malra, hingga mempunyai standar Internasional yang dapat di eksport di negara manapun.

Sementara itu, Penjabat Bupati Malra, Semy Risambessy, dalam sambutannya, menganggap penanaman modal oleh Dana Laut sebagai peluang untuk meningkatkan kembali produktivitas petani dan nelayan rumput laut di kabupaten Malra.

Dikatakan, banyak Investor yang melirik Langgur dari segi penanaman modal di bidang kelautan, hal tersebut dipastikan akan memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kita di berikan peluang dengan bantuan modal serta pembibitan. Investor bahkan memberikan jaminan untuk tetap dengan harga yang di tetapkan, sekalipun kedepan harga rumput laut menurun. Sekarang tinggal bgmaina kita manfaatkan sumberdaya yang ada untuk di maksimalkan produktivitasnya, kita harus optimis dan menjadikan tantangan sebagai peluang.” Harap Risambessy.(IN-09).

 

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top