Seram Bagian Timur

Ranperda Usulan Pemekaran Kecamatan Manawoko dan Utianlima Masuk DPRD

Ketua DPRD SBT2

Bula,Maluku- Upaya untuk memutuskan mata rantai keterisolasian dikabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus dilakukan Pemerintah daerah setempat. Salah satu yang kini tengah diupayakan adalah memekarkan sejumlah wilayah yang dianggap masih terisolir.

Selain memekarkan dusun menjadi desa atau negeri, Pemerintah daerah SBT juga kini tengah berupaya untuk memekarkan sejumlah kecamatan didaerah itu. Lewat Bagian Hukumnya, Pemda SBt kini tengahmengusulkan tujuh (7) Rancangan peraturan daerah (Ranperda) ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serempat. Dari ketujuh Ranperda tersebut, dua diantaranya tentang pembentukab Kecamatan Manowoko dan kecamatan Utianlima.

Usulan Ranperda tersebut kini telah diterima DPRD untuk selanjutnya dijadwalkan untuk dibahas lembaga legislasi itu. Hal ini dikatakan ketua DPRD, Agil Rumakat kepada wartawan saat dikonfirmasi, Senin (2/4/2018) kemarin.

“Rancangan peraturan daerah yang diusulkan Pemerintah daerah per tanggal 23 Maret tahun 2018 salah satunya rancangan peraturan daerah tentang pembentukan kecamatan Manowoko dikecamatan Pulau Gorom. Kelima, rancangan peraturan daerah tentang pembentukan kecamatan Utianlima dikecamatan Werinama, “ungkap Rumakat.

Untuk membentuk wilayah baru, saat ini Pemda berupaya untuk membentuk desa-desa baru. Sebab, syarat pembentukan kecamatan baru dikabupaten paling sedikit memiliki 10 desa atau negeri. Sementara Usulan pembentukan desa baru akan dibahas DPRD bersama 7 Ranperda yang sudah diusulkan oleh bagian hukum setempat.

“Ini bersamaan dengan pembentukan negeri (desa) di Manowoko. Pastinya dalam pembahasan nanti mana yang harus didahulukan. Otomatis yang didahulukan adalah pembentukan negeri administratif dulu baru kecamatan itu dibentuk. Tapi ini bagian dari informasi-informasi awal. Kejelasannya itu nanti pada saat pembahasan rancangan peraturan daerahnya baru kejelasannya ada disana (komisi), “ungkapnya.

Selain pembentukan kecamatan baru, dalam usulan Ranperda yang totalnya ada 7 Ranperda itu, Pemda juga mengusulkan perubahan peraturan daerah (Perda) nomor 11 tahun 2012 tentang pembentukan kecamatan Kiandarat dan kecamatan Lianvitu. Dalam usulan itu, Pemda meminta perubahan nama kecamatan Lianvitu menjadi kecamatan Siritaun Widatimur.

“Rancangan peraturan daerah tentangan pperabuhan atas peraturan daerah nomor 11 tahun 2012 tentang perubahan nama kecamatan Kiandarat, kecamatanratut Lianvitu di kecamatan Seram Timur, kecamatan Teluk Waru di kecamatan Bula kabupaten Seram Bagian Timur menjadi kecamatan Kiandarat, kecamatan Siritaun Widatimur di kecamatan Seram Timur dan kecamatan Teluk Waru di kecamatan Bula dikabupaten Seram Bagian Timur, “sambung Rumakat.

Untuk memulai pembahasan Ranperda itu, saat ini DPRD terus berkordinasi dengan Pemerintah daerah setempat lewat sekretaris daerah (Sekda) untuk mematikan kehadiran bupati atau wakil bupati dalam menyampaikan nota pengantar tujuh Ranperda tersebut melalui rapat paripurna yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Kami sekarang dalam posisi berkordinasi dengan Pemerintah (Sekda) daerah untuk mengetahui kesiapan saudara bupati atau wakil bupati untuk hadir dalam paripurna DPRD dalam rangka menyampaikan nota pengantar 7 rancangan peraturan daerah itu, “tutup Rumakat. (IN-17)

 

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com