Seram Bagian Timur

PTSP Desak Pengusaha Hiburan Malam Pindah Dari Pemukiman Warga

Kadis Satu Pintu
Kepala dinas Pelayan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Saleh Sukunora.

Bula,Maluku – Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendesak pengusaha tempat hiburan malam yang beroperasi disekitar pemukiman warga dan kawasan wisata pantai Gumumae Kota Bula untuk segera merelokasi tempat usahanya keluar dari lokasi tersebut. Selain menjadi kawasan wisata dan pemukiman warga, lokasi tersebut juga dinilai dekat dengan kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Ita Wotu Nusa.

Langkah ini diambil karena desakan sejumlah pihak yang meminta agar Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur lewat dinas PTSP segera merelokasi 2 tempat hiburan malam yang selama ini beroperasi disekitar pantai Gumumae. Kedua tempat hiburan malam yang maksud antara lain Karaoke Lembada dan karaoke Mangge-Mangge.

“Terkait dengan langkah Pemerintah daerah lewat PTSP kami sudah lakukan langkah-langkah melayangkan surat panggilan kepada pelaku usaha itu terutama kafe Lembada dan Mangge-mangge karena dekat dengan tempat keramaian (wisata) dan aktifitas perkuliahan, “ungkap Kepala dinas PTSP kabupaten SBT, Saleh Sukunora saat dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya, Selasa (17/4/2018).

Kata Sukunora, dalam surat yang dilayangkan itu, PTSP mendesak pengusaha kedua tempat hiburan malam itu untuk segera memindahkan usahanya jauh dari wilayah tersebut. Menurutnya, setelah mendapat surat dilayangkan itu para pengusaha kedua tempat hiburan malam langsung merespon. Bentuk respon yang dilakukan adalah mencari lokasi lain diluar kota Bula.

“Beberapa minggu kemarin mereka (pengusaha) sudah laporkan bahwa mereka sudah dapat tempat. Kami sampaikan ke mereka agar secepatnya pindah. Kalau kita dengar informasi mereka akan pindah ke daerah Sidomampir dan sekitarnya, “katanya.

Selain melayangkan surat, pihaknya sampai saat ini belum mengeluarkan memperbarui izin kedua tempat usaha yang bergerak dibidang karaoke tersebut. Hal ini lakukan sebagai upaya untuk mempercepat pengusaha kedua tempat hiburan malam itu untuk segera pindah ke lokasi lain. Bila upaya itu tidak direspon dengan baik, Sukunora mengancam akan menutup paksa kedua usaha tersebut.

“Sampai sekarang kami belum keluarkan izin mereka, langkah terakhir akan kita ambil kalau mereka belum pindah maka tempat usaha mereka akan kami tutup, “ujar dia.

Tidak hanya izin kafe Lembada dan Mangge-mangge yang ditahan, PTSP juga menahan izin seluruh karaoke dan tempat hiburan malam yang beroperasi didaerah itu. Hal ini mengingat, bila izin dikeluarkan untuk tempat hiburan malam yang lain maka akan timbul kecemburan dari kedua tempat karaoke yang didesak untuk segera direlokasi itu.

“Untuk 2018 ini semua izin karaoke dan Bar dikabupaten SBT yang beroperasi dikota Bula ini belum ada izin. Izin belum kami keluarkan karna kalau seandainya kita keluarkan izin untuk karaoke yang lain maka kedua karaoke ini (Lembada dan Mangge-mangge) harus dikeluarkan juga. Oleh sebab itu, kami sengaja menahan dulu, “ungkapnya.

Sukunora berharap, semua pihak mengawal izin usaha yang dikeluarkan dinas yang dipimpinnya itu. Salah satunya berkaitan dengan izin usaha tempat hiburan malam yang selama ini beroperasi dikota Bula. Kata dia, bila usaha yang dijalankan tidak sesuai dengan izin yang dikeluarkan pemerintah daerah lewat dinas PTSP, maka masyarakat diminta untuk melaporkan hal itu kepada pihak berwajib.

“Yang jadi polemik ini kan katanya ada praktek prostitusi, yang kami keluarkan izin itu hanya izin karaoke bukan izin prostitusi. Jadi kalau ada temuan prostitusi maka harus dilaporkan ke pihak berwajib, “harap dia. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com