Hukum & Kriminal

Polisi Akui, Ada Dugaan Terselubung, JPU Kejari Ambon Dalam Kasus Mercuri Tersangka La Andi Taipabu

DSC_0390
Kasat Reskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, AKP Teddi, SH,S.IK

Ambon,Maluku– Kasus tindak pidana pengolahan mercury yang menjadi antensi Presiden RI, seakan tidak diindahkan oleh para penegak Hukum dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum pada Tindak Pidana Umum  Kejaksaan Negeri Ambon.

Pasalnya dalam penanganan pemeriksaan kepada tersangka La Andi Taipabu, warga dusun Waikulang Desa Ureng,Kecamatan Leihitu,Kabupaten Maluku Tengah yang tertangkap tangan membawa 3 cirigen berisi mercuri seberat 55 kg, oleh anggota Buser Satrekrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, pada 25/12/2017,tahun kemarin, JPU Pidum Kejari Ambon, terkesan menghalang-halangi proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh penyidik tindak pidana tertentu (Tipiter), Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease.

Tersangka La Andi Taipabu (22 tahun), yang kini masih ditangani oleh Unit 2 tindak pidana tertentu (Tipiter), Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, yang berkas P-19 (pengembalian berkas untuk dilengkapi), telah dilengkapi oleh penyidik Tipiter Sateskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease dan tinggal diserahkan berkas ke tahap P-21 (pemberitahuan hasil penyelidikan telah lengkap), kepada JPU Kejari Ambon, kembali mengalami kendala lantaran diduga adanya permainan terselubung yang sengaja dimainkan oleh Asmin Hamja,SH selaku JPU Pidana Umum Kejari Ambon dengan  Sumyadin,SH, selaku penasihat hukum  tersangka La Andi Taipabu.

Dari proses pengembalian berkas tahap I oleh penyidik Pidum Kejari Ambon untuk dilengkapi berkasnya (P-19), oleh Penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, telah meminta petunjuk secara langsung kepada JPU Kejari Ambon terkait dengan penanganan kasus tersebut.

Namun hasilnya 3 kali berkas P-19 yang dikirimkan oleh penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,belum juga di setujui oleh JPU ke tahap P-21.

Kasat Reskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, AKP, Teddi,SH,S.IK,kepada Wartawan diruangan kerjanya, Selasa (17/4/2018), menjelaskan untuk penanganan kasus 3 cirigen berisi mercuri dengan berat 55 kg, dengan tersangka La Anti Taipabu yang kini ditahan di rumah  tahanan Polres P.Ambon dan Pp.Lease, penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,melalui Kanit Tipiters telah melakukan pendekatan dengan berkonsultasi langsung dengan JPU Kejari Ambon,Azmin Hamja,SH yang menyetujui bila berkas P-19 telah dilengkapi oleh penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, sudah tentunya JPU Pidum Kejari Ambon akan langsung melimpahkan berkasnya ke P-21.

” Waktu penyerahan tahap I, Kanit Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp. Lease, memang telah melakukan pendekatan dengan Pa Asmin Hamja,selaku JPU Pidum Kejari Ambon. Dalam pendekatan tersebut Pa Asmin Hamja pun telah mengiyakan berkasnya bisa langsung dilimpahkan ke P-21, setelah berkas P-19 yang dikembalikan oleh JPU Kejari Ambon dilengkapi oleh penyidik Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,” ungkap Perwira pertama Polri berpangkat tiga balok emas itu.

Dikatakan, namun saat  proses P-19 sedang dirampungkan oleh penyidik Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, Jaksa Asmin Hamja,selaku JPU Pidum Kejari Ambon,kembali meminta penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease untuk menghadirkan 2 nama saksi baru yaitu, saksi La Amin dan Kisman,sebagaimana yang disampaikan oleh tersangka La Andi Pabu.

” 2 nama (La Aman  dan Kisman), yang disebutkan oleh tersangka La Andi Taipabu, merupakan sebagai pemilik 3 cirigen merkuri,muncul setelah adanya pemeriksaan saksi tambahan yaitu saksi ahli dari Tim Uji Labfor Mabes Polri dan saksi dari ESDM Provisi Maluku oleh penyidik Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,” ucap Teddi

Lanjut dikatakan,padahal pada pemeriksaan awalnya yang dilakukan oleh penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon ,tersangka La Andi Taipabu tidak pernah mengakui ada namaya La Aman dan Kisman.

Namun setelah datangnya, Sumyadin, SH selaku Penasihat Hukum,tersangka untuk meminta penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,untuk melakukan pemeriksaan saksi tambahan,barulah muncul nama La Aman dan Kisman.

“Untuk memenuhi permintaan dari Sumyadin, SH, selaku PH tersangka, penyidik Tipiter, telah mendatangi Pa La Aco selaku,Kepala Dusun Waikulang,Desa Ureng, untuk membantu penyidik Tipiter mencari warganya yang bernama La an dan Kisman. Dari hasil pencarian yang dilakukan oleh Pa La Aco melalu daftar nama keluarga yang ada di Dusun Waikulang tidak ada warganya yang bernama La Aman dan Kisman sebagaimana yang disebutkan oleh tersangka La Andi Taipabu,kepada PHnya,” Ungkapnya

Lanjutkanya, sehingga dengan munculnya 2 nama baru yang disebutkan oleh tersangka La Andi Pabu, membuat JPU Pidum Kejari Ambon,kembali meminta penyidik Tipiter Sateskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease untuk menkonfrontri 2 nama tersangka lainnya yang harus dihadirkan oleh penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease.

” Untuk kasus ini sendiri, penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,telah melakukan pemeriksaan kepada 8 orang saksi. Dimana diantara, 8 orang saksi yang telah diperiksa oleh penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,ada 2 teman dekat tersangka yaitu, La Iwan dan Fifin Rahayu,” Ucapnya.

Dijelaskan, dari pemeriksaan kedua teman tersangka  saksi Fifin Rahayu,memang mengakui bersama dengan tersangka yang saat itu mengahadiri pesta joget pada tanggal 24/12/2017 di dusunTaeno,namun hal itu dibantah oleh La Iwan yang mengatakan pelaksanaan acara joget di dusun Taeno, bukan berlangsung pada tanggal 24/12/2017, melainkan berlangsung pada tanggal 8/12/2018, selang beberapa hari kemudian barulah ketahui tersangka La Andi Taipabu telah ditangkap oleh anggota Kepolsian lantaran tertangkap tangan membawa merkuri,

” Kasus ini pun sudah 3 kali, diperaperadilankan di Pengadilan Negeri Ambon oleh Sumyadin, SH selaku, PH dari tersangka La Andi Taipabu, sendiri, kepada penyidik Tipiter Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, namun selalu mengalami kekalahan,” Pungkasnya

Ditambahkan, untuk melengkapi berkas pemeriksaan tersangka La Andi Taipabu,penyidik Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,telah melakukan pemeriksaan kepada 3 orang saksi ahli dari Tim Labfor Mabes Polri yaitu, Sulriedi,Hasugian,ST, Surya Pranoeo,S.Si, Diah Retnosari,ST, selaku  bagian pemeriksa dari tim uji ahli Labfor Mabes Polri dan saksi ahli dari Dinas Energi, Sumber Daya Mineral Provinsi Maluku yang dihadiri oleh Ray Artur Titarius,ST,MT Kepala Seksi produksi dan penjualan minerba.

” Tersangka yang hingga kini masih di tahan di rumah tahanan Polres P.Ambon dan Pp.Lease dengan masa penahanan selam 120 hari terhitung dari tanggal 25/12/2017, dengan proses penahanan dimulai 26/12/2017 – 14/1/2018 dan diperpanjang  dari 15/1/2018- 23/2/2018. Masa tahanan tersangka kemudian diperpanjang dengan perpanjangan pertama tanggal 24/2/2018-25/3/2018, perpanjangan dari Pengadilan dimulai dari tanggal 26/3/2018-28/4/2018. Bila dalam proses penahanan kepada tersangka namun berkasnya belum dapat dilimpahkan ke P-21, secara hukum,tersangka akan dibebaskan dan dikeluarkan dari rumah tahanan Polres P.Ambon dan Pp.Lease,” Tandasnya. (IN-07)

 

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top