Militer

Polda Maluku Gelar Latihan Pra Ops Merah Putih Siwalima Tahun 2018

30706715_136816900495717_4301308802327642112_n
Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budi Revianto, S.IK

Ambon,Maluku– Dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas di Maluku jelang hari jadi Front Kedaulatan Maluku Republik Maluku Selatan ( FKM-RMS),  tanggal 25 April 2018, Kapolda Maluku Irjen Pol Drs Andap Budi Revianto,S.IK. beserta jajaran menggelar latihan pra ops (pra Operasi) Merah Putih Siwalima tahun 2018 di ruangan rapat utama Polda Maluku, Selasa (17/4/2018).

Kegiatan yang mengusung tema ” melalui pelatihan pra operasi Merah Putih Siwalima 2018, Polri siap memberkkan rasa aman dan tentram kepada masyarakat secara profesional,modern dan terpercaya”, dibuka secara langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol Drs Andap Budi Revianto,S.IK dan didampingi oleh Waka Polda Maluku,Brigjen Pol Hassanudin,Irwasda Polda Maluku dan dihadir oleh seluruh Pejabat Utama,serta para Perwira yang di tunjuk mewakili Satker masing-masing yang berjumlah 110 personil.

Kapolda Maluku, dalam sambutanya,mengatakan pada pelaksanaan pelatihan pra operasi Merah Putih Siwalima 2018, yang dilakukan oleh Polda Maluku ini kiranya segala sesuatu yang terkait dengan operasi agar di persiapkan termasuk piranti lunak dan sarana prasarana serta posko pengaman. Terkait aktifitas RMS dan apa yang di maksud dengan RMS itu sendiri dan dimana saja wilayah atau lokasi basis seperti yang kita ketahui dimasa yang lalu harus kita pahami sebelum melaksanakan giat operasi.

” Terkait itu, kita harus merefleksi kembali situasi saat ini mulai dari peristiwa antar kampung, antar desa baik itu batas tanah maupun masalah lain termasuk isu sara. Kita tau bahwa penjajah telah membentuk pola fikir kita sedemikian rupa sehingga kita tetap berada dalam keadaan terkebelakangan, adu domba. Pembentukan karakter itu sengaja di desain untuk mengadu domba kita anak negeri, agama dan suku serta komunitas di naikan menjadi perbedaan dalam kehidupan masyarakat sehingga terjadinya kesenggangan atau jarak antar masyarakat dan desa serta agama,”ungkap Jenderal Polri berpangkat dua bintang emas itu.

Dikatakan, olehnya itu saat ini tugas kita selaku Polri adalah kenali segala potensi dan hal-hal yang memang dapat menjadi cikal bakal atau sumber permasalahan di lapangan yang dapat mengganggu keamanan umum.

” Bagi instruktur agar dapat menyajikan materi yang baik dan seperti situasi yang nyata sehingga peserta dapat memahami dan dapat mengambil keputusan di lapangan. Siapa berbuat apa dan bagimana kepada siapa di lapangan. Saya berharap agar kita dalam melaksanakan operasi ini dapat lebih profesional lagi, ungkapnya. (IN-07)

Berikut Videonya : 

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top