Militer

Polda Maluku Gelar Acara Bakumpol, Bacarita Kamtibmas, Libatkan Masyarakat Kecamatan Sirimau Dan Nusaniwe

30572320_1839599652729980_6179061043780648960_n

Ambon,Maluku– Berkaca dari konflik kemanusian yang melanda Maluku tahun 1999, membuat masyarakat Maluku, khususnya terus berbenah diri dengan lingkungan sekitar dengan  menjalin solidaritas dikalangan semua elemen lapisan masyarakat yang ada di Kota Ambon.

Upaya untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dilakukan oleh masyarakat Kota Ambon  melalui kerja sama dan koordinasi yang dibangun oleh seluruh element pemerintahan, yang dimulai dari lingkungan, pemerintahan RT/RW, Kelurahan, Kecamatan Sirimau dan Nusaniwe Kota Ambon bahkan sampai ke tingkat Pemerintah Kota Ambon dan Provinsi Maluku yang tentunya tidak terlepas dari dukungan pihak Kepolisian Polda Maluku berserta jajaran sebagai pelindung, pengamanan dan pengayom masyarakat (Tugas dan Fungsi Kepolisian).

Hal inlah yang menjadi topic perbincangan dan diskusi yang dikemas oleh Polda Maluku dengan melakukan acara Polda Maluku, Bakumpol, Bacarita Kamtibmas, yang berlangsung di aula lantai II ruangan rapat utama (Rupatama) Polda Maluku, Rabu (11/4/2018).

Pantauan INTIM NEWS, di Rupatama Polda Maluku, Rabu (11/4/2018),acara Polda Maluku, Bakumpol, Bacarita Kamtibmas, menghadirkan Tokoh agama dari Muslim maupun Nasrani, serta seluruh element pemerintahan yang ada di dalam Kota Ambon tersebut,dan juga dihadiri secara langsung oleh Kapolda Maluku Irjen Pol Andap Budi Revianto, S.IK, Waka Polda Maluku, Brigjen Pol Drs Hassanudin, S.IK, Kapolres P.Ambon dan Pp.Lease, AKBP, Sutrisno Hadi Santoso, S.IK, beserta jajaran Pejabat Utama Polda Maluku.

DSC_0893

Dalam dialog terkait Kamtibmas itu, berbagai usulan di sampaikan masyarakat melalui perwakilan Lurah, dan RT, dan juga toko Agama ke pihak kepolisian.

Dalam artian, selain membangun sinergitas juga untuk mengetahui apa yang menjadi persoalan dihadapi masyarakat yang perlu disikapi kepolisian. Usulan di sampaikan, salah satunya balapan liar yang menjadi sorotan, wilayah-wilayah sering terjadi bentrokan antar kelompok, Minuman Keras (Miras), Penjambretan, Judi Toto Gelap (Togel), Polisi yang Suka mengkonsumsi Miras bersama masyarakat, dan juga banyak usulan lain yang di anggap dapat mengganggu stabilitas kemanan di tengah masyarakat.

Ususlan-usulan ini kemudian ditanggapi  oleh Kapolda, yang kemudian langsung di instruksikan tegas secara dan terbuka, kepada seluruh pimpinan satuan kerja dilingkup Polda secepatnyamenyikapi apa yang menjadi usulan dari masyarakat

“ Dialog ini bertujuan, untuk mengetahui jelas apa sih harapan masyarakat kepada kepolisian. Disamping memang silaturahim. Masukan-masukan disampaikan kita tindak lanjuti. Jelasnya, ini akan kita lakukan secara berkala dengan stakeholder lain. Intinya, untuk menjadikan stabilitas kemanan yang tetap kondusif, dengan membangun sinegitas Polri bersama semua lapisan masyarakat,” kata Kapolda Andap Budhi Revianto.

Kapolda, dalam acara tatap muka bersama Lurah, Kepala Desa, tokoh agama, masyarakat dan pemuda yang dirangkai dalam kegiatan coffee morning itu,juga mengajak masyarakat agar dapat membangun koordinasi yang baik demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Saya mohon agar kita dapat saling membangun koordinasi yang baik demi terciptanya situasi Kamtibmas. Didalam kedudukan kami pihak kepolisian sebagai pelayanan masyarakat, kami minta agar adanya saling kerja sama sehingga terciptanya situasi yang aman,”tutur Kapolda Maluku

Dikatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendengar saran dan masukan, sehingga kedepan, pihaknya dapat membenahi diri, sekaligus bermitra dengan masyarakat.

“Saat ini kita hadir dalam kegiatan ini yang bertujuan untuk mendengarkan masukan maupun saran dari masyarakat terkait dengan situasi Kamtibmas di Wilayah Hukum Polda Maluku. Selain itu kami juga mengharapkan agar kita sama-sama dapat menjaga situasi kamtibmas dalam menjelang proses Pilkada di Maluku,” Harapnya.

Sementara Kakanwil Agama Provinsi Maluku Fesal Musad, mengatkan masyarakat agar menjadikan konflik yang pernah melanda Maluku menjadikan pelajaran berharga bagi masyarakat Maluku tentang pentingan kehidupan yang harmonis,rukun dan damai antar sesama umat beragama.

Kondisi tetap menjaga kondisi yang sudah kondusif saat ini. Dan paling penting tidak terprofokasi dengan isu-isu sesat yang dapat memecahkan belah umat umat.

“ Agama manapun didunia ini tidak mengajarkan untuk perkelahian dan kekacauan, bantu kepolisian untuk sama-sama menjaga kemanan yang sudah kondusif ini.Mari kita jaga, dan menjadikan Maluku sebagai laboratorium umat beragama,” kata Musad. (IN-07)   

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top