Hukum & Kriminal

Pelaku Penggelapan Dan Penipuan Uang Nasabah Bank BRI Namrole, Di Bekuk Polisi

30595072_1840451782644767_3841089183816876032_n
DPO, Penipuan dan Penggelapan Uang Nasabah Bank BRI Unit Namrole

Ambon,Maluku– Sempat masuk dalam Daftar pencarian Orang (DPO), karena melakukan penipuan dan pengelapan uang milik 15 orang nasabah Bank BRI, Unit Namrole,Kabupaten Buru Selatan (Bursel), oknum pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Abdul Rahman Tuasikal (35 tahun), yang bertempat tinggal di Desa Labuang Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan,akhirnya berhasil dibekuk oleh personil  Buru Sergap (Buser), Sat Reskrim Polres, Pulau Buru (Polda Maluku), yang di back up oleh personil Buser Sat Reskrim Polres Jayapura, (Polda Papua),pada Rabu (11/4/2018), sekitar pukul 13.00 WIT.

Kapolres P.Buru, AKBP Adityanto Budi Satrio, S.IK, melalui Kasat Reskrim Polres P.Buru. AKP. M.Ryan Citra Yudha,S.IK, kepada INTIM NEWS,melalui pesan selulernya,Kamis (11/4/2018), menjelaskan DPO Abdul Rahman Tuasikal,yang berhasil ditangkap dalam pelariannya ke Kota Jayapura Provinsi Papua  oleh personil  Buru Sergap (Buser), Sat Reskrim Polres, Pulau Buru (Polda Maluku), yang di back up oleh personil Buser Sat Reskrim Polres Jayapura, (Polda Papua), merupakan DPO Satreskrim Polres P.Buru dalam kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan uang,milik 15 orang nasabah Bank BRI Cabang Namrole, dengan kerugian sebesar Rp. 562.000.000.

” Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku yang juga merupakan salah seorang pegawai Bank BRI yang bertugas untuk melayani kredit nasabah Bank BRI Unit Namrole, adalah melakukan pelayanan penyetoran nasabah Bank BRI unit Namrole. Jadi ketika Nasabah menyetor uang simpanan mereka ke pelaku yang saat itu bertugas melayani simpanan nasabah BRI,tidak menyetor uang nasabah yang diterimahnya ke rekening Bank BRI Unit Namrole,namun dimasukan ke nomor rekening pribadi pelaku. Pelaku kemudian kabur secara diam-diam ke Kota Jayapura pada tahun 2017 kemarin,”ungkap Perwira pertama Polri berpangkat tiga balok emas itu.

Dikatakan,kasus penipuan dan penggelapan uang nasabah Bank BRI Namrole yang dilakukan oleh pelaku,akhirnya terbongkar,setelah, adanya laporan dari  pihak Direktur  Cabang BRI Namroleh, mengenai transaksi penyetoran uang nasabah ke Bank BRI Unit Namrole,sebesar Rp 526 juta,yang diduga tidak disetor pelaku ke rekening bank BRI unit Namrole.

” Kamis (20/7/ 2017), sekitar pukul 15.30 WIT, tahun kemarin, Unit Sentra Pelayanan Kepolisian P.Buru, didatanggi oleh  Direktur Cabang bank BRI Namrole,yang melaporkan adanya tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh pelaku Abdul Rahman Tuasikal, pada Jumat (30/6/2017), tahun kemarin,” tutur  Kasat Reskrim Polres P.Buru

Dijelaskan,pelaku Abdul Rahman Tuasikal  adalah pegawai,bank BRI Unit Namrole yang di tugaskan dibagian Kupedes. Dimana saat itu terlapor dititipi uang sebesar Rp. 562.000.000 ,oleh salah seorang nasabah Bank BRI Unit Namrole.

Usai menerima uang Nasabah Bank BRI Unit Namrole, yang terlihat dalam jumlah banyak tersebut membuat pelaku akhirnya gelap mata, dan secara diam-diam pelaku tidak menyetor uang nasabah yang diterimahnya itu ke rekening penyetoran bank BRI Unit Namrole.

” Setelah menerima uang nasabah dalam jumlah yang banyak, pelaku kemudian secara diam-diam melayangkan cuti kerja selama 20 hari,dan langsung kabur ke Jayapura. Curiga dengan keberadaan korban yang tak lagi masuk kerja,membuat Direktur Cabang bank BRI unit Namrole Suntoro Gunorso (pelapor), akhirnya mengecek rekening titipan dengan menggunakan mesin EDC. Sang Direktur Cabang bank BRI unit Namrole pun kaget ternyata setoran simpanan dan pinjaman dari nasabah yang diserahkan kepada pelaku tidak disetor ke kas kantor BRI Unit Namrole dengan total Rp. 562.000.000,malah dibawa kabur oleh pelaku,yang hilang tanpa ada kabar,”ungkap AKP.M.Riyan Citra Yudha

Dikatakan, sejak diketahui telah membawa kabur uang nasabah bank BRI unit Namrole dalam jumlah banyak, pelaku yang sempat menghilang tanpa jejak sejak tahun 2017 itu, membuat Satreskrim Polres P.Buru,sedikit terkendala dalam melacak pelarian pelaku yang dikatahui melarikan diri ke Kota Jayapura,Provins Papua.

Untuk melacak keberadaan pelarian pelaku yang sering berpindah-pindah tempat tinggal itu,membuat Satreskrim Polres P.Buru,akhirnya mengeluarkan surat daftar pencarian orang (DPO), tahun 2017, yang dilayangkan ke Polres Jayapura (Polda Papua), untuk meminta bantuan, kepada Polres Jayapura,melacak keberadaan pelaku,yang diduga berada diwilayah hukum Polres Jayapura.

30624584_1840451812644764_8951589607330283520_n” Pelaku yang melarikan diri ke Kota Jayapura itu, akhirnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),melalui proses penyelidikan  dan ditingkatkan ke penyidikan oleh Sat Reskrim Polres P. Buru. Pelaku melarikan diri dengan berpindah-pindah tempat dari bulan Juli 2017 – bulan April 2018. Terakhir pelaku terlacak di Jayapura dan dari situ kami langsung melakukan koordinasi dengan Polres Jayapura untuk melakukan penangkapan kepada pelaku,” Ungkapnya

Lanjut dikatakan, saat hendak ditangkap oleh personil Buser Satreskrim Polres P.Buru yang di back up oleh personil Buser Polres Jayapura, pelaku sempat kabur, namun karna terdesak akhirnya pelaku menyerahkan dirinya,kepada personil Buser Satreskrim Polres P.Buru yang di back up oleh personil Buser Polres Jayapura

” Dari penangkapan terhadap pelaku,personil Buser Satreskrim Polres P.Buru,akhirnya menyita sejumlah batang bukti dari tangan pelaku yaitu,1 buah mesin EDC dan 1 buah kartu ATM BRI yang diduga digunakan pelaku,” Ucapnya

Ditambahkan, guna pengembangan dan dan penyelidikan lebih lanjut oleh oleh penyidik Satreskrim Polres P.Buru, pelaku yang kini telah diamankam di rumah tahanan Polres Jayapura (Polda Papua), akan diterbangkan bersama personil Buser Satreskrim Polres P.Buru dari Kota Jayapura menuju ke Namrole.

” Pelaku yang telah diamankan,disangkakan dengan pasal 372 KUH Pidana tentang penggelapan,dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,atau pasal 378 KUH Pidana tentang pencurian dengan hukuman,maksimal 4 tahun penjara,” Pungkasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top