Hukum & Kriminal

Gagahi Siswi SMP Hingga Berbadan Dua,Tukang Ojek Kayu Tiga-Ambon Dipolisikan

Hamil

Ambon,Maluku- Nasib malang dialami, I.W (15 tahun), seorang siswi kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), harus menghentikan sekolahnya,lantaran diketahui telah berbadan dua. Korban disetubuhi oleh, RUR alias B.

Perbuatan bejat, yang dilakukan oleh pelaku kepada korban telah dilakukan berulang kali sejak bulan November 2017.

Akibat perbuaan pelaku, korban lantas berbadan dua. Kehamilan korban diketahi oleh ibu korban, yang melihat korban sering mengalami mual-mual, namun oleh ibu korban, korban disangka mengalami masalah dengan lambungnya .

Melihat kondisi fisik korban, ibu korban pun mulai curiga dan akhirnya menanyakan korban. kepada ibunya, korban pun mengakui telah disetubuhi oleh pelaku, sejak bulan November 2017, berulang-ulang kali didalam rumah pelaku. Kini korban telah berbadan dua dengan usia kehamilan mencapai 5 bulan.

Informasi yang dihimpun INTIM NEWS,dari laporan polisi,diruangan Humas Polres P.Ambon dan Pp.Lease,Jumat (6/4/2018),menjelaskan kasus persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh pelaku kepada korban I.S, pelajar yang masih duduk dibangku kelas 3 SMP, bermula ketika korban hendak membeli minyak tanah di sebuah kios yang berdekatan dengan rumahnya.

Usai membeli minyak tanah, korban kembali ke tempat tinggalnya, tapi pelaku yang saat itu berdiri di teras rumahnya mendatangi korban dan menarik korban masuk ke dalam rumah. Korban yang ditarik masuk ke dalam rumah pelaku,dipaksa pelaku untuk masuk kedalam kamar pelaku. Korbanpun sempat berteriak agar pelaku menghentikan perbuatan bejatnya itu, namun pelaku sama sekali tidak menghiraukan teriakan korban.

Didalam kamar, pelaku kemudian mengancam, korban katanya “kalau ose lapor,ose dapa akang pung akibat”. Korban yang dibuat tak berdaya akibat diancam oleh pelaku,membuat pelaku akhirnya leluasa menggagahi tubuh gadis belia itu.

Puas, pelaku pun menyuruh korban untuk pulang ke rumahnya. Pelaku yang dipengharui nafsu birahi tersebut bahkan meniduri korban berulang-ulang kali, sejak tahun 2017, hingga akhirnya korban berbadan dua.

Kasus ini baru diketahui oleh A.W,ibu korban, pada bulan April 2018,  ketika korban disuruh minum obat. Setelah menelan obat, ternyata I.W, mengalami pendarahan.

Takut terjadi sesuatu kepada anaknya, AW langsung membawa korban ke rumah sakit, namun ketika diperiksa korban positif hamil.

Tak terima dengan perbuatan pelaku, Ibu korban pun menatangi Polres P.Ambon dan Pp.Lease untuk melaporkan perbuatan pidana yang dilakukan oleh pelaku kepada anaknya.

Paur Subbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Agus Matatula,yang dikonfirmasi INTIM NEWS,diruangan kerjanya, membenarkan adanya laporan kasus asusila kepada anak dibawah umur itu.

“Ibu korban mengira anaknya kena asam lambung, makanya disuru minum obat. Nah, setelah minum obat dia pendarahan dan dibawa ke dokter untuk diperiksa. Saat diperiksa, korban positif hamil. Sudah lima bulan usai kandungan IB. Pelaku hingga kini belum diamankan oleh Unit SPKT Polres P.Ambon dan Pp.Lease,” ungkap Ipda.A Matatula.

Tindak pidana persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan pelaku, diatur dalam pas 81 ayat (1) dan ayat (2), UU RI nomor,35 tahun 2014,tentang perlindungan anak,dengan hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun,atau pasal 287 ayat (1) KUH Pidana dengan pidana penjara maksimal 7 tahun. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top