Hukum & Kriminal

Diduga Pengaruh Miras, 1 warga Batu Gajah- Ambon, Di Parangi Warga Batu Gajah Lain

30706515_1840563605966918_6911417817459851264_n
Korban A.G

Ambon,Maluku– Diduga dipengharui minum keras tradisional jenis sopi, G.P (26 tahun),akhirnya dipangari 2 orang pemuda Batu Gajah, pada Kamis (12/4/2018),sekitar pukul 02.30 WIT,hingga membuat korban G.P harus dilarikan ke rumah sakit tentara Dr. Latumeten (RST).

Kapolsek Siriamau AKP W.B.Minanlarat,SH, kepada INTIM NEWS,melalui pesan selulernya, Kamis (12/4/2018),menjelaskan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku N.G dan E.G, warga Batu Gajah bawah,kepada korban G.P, Rt 003/Rw 03, Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, tepatnya didepan gedung Serbaguna PLN Batu Gajah.

“Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh kedua pelaku yang merupakan kaka beradik,kepada korban,dikarenakan kedua kakak beradik tersebut,tak terimah ayah mereka,T.G,yang saat itu sempat berkelahi dengan korban. Perkelahian korban dengan ayah kedua pelaku,lantaran korban tak terima dengan kata makian yang dilontarkan oleh T.G (ayah kedua pelaku). Terjadi cekcok mulut antara korban dengan T.G, hingga berujung pada pengeroyokan oleh pelaku N.G dan E.G,kepada korban,hingga akhirnya korban diparangi oleh pelaku N.G,hingga bersimbah darah dan harus dilarikan ke RST Dr Latumeten,” ungkap AKP.W.B. Minanlarat.

Dijelaskan,menurut pengakuan saksi,D.J (20 tahun),menerangkan awalnya saksi sementara duduk bersama korban dan rekan-rekannya didalam halaman gedung serbaguna PLN Batu Gajah.

Tak lama kemudian saksi melihat pemuda Batu Gajah atas berlari naik menuju ke kompleks Batu Gajah atas yang diduga dikejar oleh, T.G, salah seorang warga Batu Gajah bawah, yang berjalan mengikuti para pemuda Batu Gajah atas tersebut sambil mengeluarkan kata-kata kotor.

Selang beberapa menit kemudian T.G, (warga Batu Gajah bawah), kembali turun ke arah komplek Batu Gajah bawah dan berpapasan dengan saksi serta korban bersama dengan salah seorang warga Batu Gajah, Yanto.

Setelah berjalan bersama dengan saksi dan korban,T.G, sempat langsung mengeluarkan kata makian kepada saksi,korban dan Yanto. Korban yang tak terimah di caci maki oleh T.G, akhirnya beradu mulut dengan T.G.

“Adu mulut korban dengan T.G, pun semakin panas,hingga berujung pada perkelahian anatar T.G dengan korban. Melihat ayah mereka,berkelahi dengan korban membuat kedua anak T.G, yaitu N.G dan E.G,akhirnya langsung berlarian menghampiri korban. Korban pun dikeroyok oleh T.G beserta kedua anaknya,” ucap Minanlarat.

Dikatakan, melihat korban yang dikeroyok oleh kedua pelaku N.G dan E.G,membuat saksi  D.J,akhirnya melarai kedua pelaku. Tak puas mengeroyok korban,pelaku N.G yang berlarian pulang ke rumahnya di Batu Gajah bawah,mengambil sebilah parang kemudian menghampiri korban dan langsung membacok korban sebanyak 2 kali.

Akibatnya korban yang diparangi oleh pelaku N.G mengalami luka robek pada tangan kanan dan tulang panggul belakang. Usai memarangi korban hingga bersimbah darah,pelaku N.G,pun langsung minggalkan korban.

Korban akhirnya ditolong oleh warga sekitar yang langsung membawa korban ke RST untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Untuk mengatasi bentrokan antara massa di Baru Gajah, sekitar pukul 02.40 WIT,anggota Polsek Sirimau dan anggota Dit Sabhara Polda Maluku yang tiba di TKP langsung melerai kedua kelompok massa yang sementara berkumpul. Kedua pelaku N.G.dan E.G,kini telah diamankan di rutan Polsek Sirimau. Penyidik Polsek juga telah melakukan pemeriksaan kepada 3 orang saksi. Kedua pelaku yang kini telah diamankan di Mapolsek Sirimau disangkakan dengan pasal 351 ayat (2) KUH Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” Tandasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top