Agama

Buka Sidang Klasis Ke V GPM, Bupati : Kabupaten SBT Rumah Yang Nyaman Bagi Semua Orang

Peresmian Gereja SBT

Bula,Maluku-Musyawarah Pimpinan Paripurna Daerah (MPPD) VI Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Dan Persidangan Ke V Klasis Gereja Protestan Maluku (GPM) baru saja digelar. Acara dengan tema “Bersama-Sama Mengadvokasi Hidup Manusia dan Alam Untuk Kehidupan Yang Semakin Bermutu” ini dibuka langsung bupati Seram Bagian Timur, Abdul Mukti Keliobas bertempat di Negeri Banggoi, Kecamatan Bula Barat pada, Minggu (15/4/2018).

Selain membuka persidangan klasis dan musyawarah pemuda AMGP, pada acara tersebut bupati juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru jamaat GPM Jakarta Baru.

Turut dalam acara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Seram Bagian Timur Ny. Yulia Misa Keliobas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur, H. M Muhamad Yasir Rumadaul, Pendeta Dr. Nik. Sedubun, M. Th, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur, camat Bula Barat, Jajaran Pengurus Klasis Gpm Banggoi, Pendeta, Penatua, Diaken, Pengurus Ranting AMGPM, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarkat, Tokoh Perempuan Dan Pimpinan Organisasi Kepemudaan.

Bupati dalam sambutannya mengatakan pemerintah daerah menyambut sangat menyambut baik pelaksanaan event tersebut. Menurutnya, persidangan gerejawi yang diadakan tidak hanya untuk kepentingan internal gereja semata namun didalamnya terdapat upaya dan perhatian berbagai kepentingan masyarakat secara umum.

“Kabupaten Seram Bagian Timur yang bertajuk “Ita Wotu Nusa” ini adalah kabupaten yang terbuka dan rumah yang nyaman bagi semua orang. Sebagai rumah yang nyaman, kabupaten SBT tetap terbuka kepada siapapun, tanpa perlu melihat latar belakangnya sebab tugas membangun kabupaten ini adalah tugas kita bersama, termasuk bapak-ibu sekalian. Bukan satu orang atau satu golongan saja”, Ungkap bupati dalam siaran pers yang dirilis bagian Humas dan Protokol SBT.

Bupati Keliobas berpesan tugas menyampaikan kerukunan hidup antar sesama umat beragama atau dalam bahasa kearifan lokal disebut orang basudara, pela gandong merupakan tanggungjawab semua pihak yang ada di Maluku termasuk didaerah ini. Hal ini untuk menciptakan kehidupan yang harmonis antara sesama umat.

“Salah satu tugas kita adalah mengkampanyekan hidup basudara, pela dan gandong yang menjadi kearifan lokal orang Maluku. Saya yakin himbauan untuk menciptakan dan membangun kehidupan basudara yang harmonis, rukun dan damai juga sejalan dengan spirit gpm sebagai gereja orang basudara, “ungkap bupati mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, hal senada juga disampaikan Ketua Klasis GPM Seram Bagian Timur, Pendeta L. W. Laisila, S.Th. Menururnya, sidang klasis yang dilaksanakan itu memiliki konsep tersendiri yakni menyebarkan konsep “hidup orang basudara”. Dengan konsep itu, GPM menegaskan kepada semua umat beragama bahwa semua adalah saudara yang percaya pada satu tuhan yakni Tuhan Yang Maha Esa.

“Istilah “gereja orang basudara” bukan menjadikan semua umat beragama bagian dari gereja, tetapi menjadikan gereja begian dari hidup orang basudara, jadi, konsep gereja orang basudara. GPM mendorong proses penguatan masyarakat yang inklusif serta toleran untuk membangun suasana hidup yang jauh lebih berkulitas, hidup bersama-sama sebagai persaudaraan yang baik, tanpa dendam dan prasangka apa pun, di Bula Barat, Jakarta Baru, di SBT kita letah melakukannya sebagai hidup orang basudara, “ungkap Laisila.

Persidangan klasis merupakan momentum strategis pemuda gereja dan gereja sebagai penghantar untuk mempertanggungjawabkan dan mengevaluasi seluruh kerja–kerja pelayanan sesuai dengan hasil keputusan persidangan tahun sebelumnya. Sidang ini juga merupakan ajang mengkonsolidasikan kembali ide dan gagasan untuk merancang bangun program bersama. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top