Hukum & Kriminal

3 Terdakwa Pembunuhan Warga Air Manis Ambon Dituntut 5 Tahun Penjara

Sidang Tuntutan Terdakwa Pembunuhan Warga Air Manis, Laha-Ambon

Ambon,Maluku– 2 terdakwa pembunuhan warga Air Manis, Desa Laha, masing-masing: Abdul Gafur Wailussy dan Ismail Pellu alias Idu, dituntut 5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Ambon dalam sidang tuntutan yang digelar diruangan sidang Pengadilan Negeri Ambon, Senin (16/4/2018).

“ Selaku JPU Kejari Ambon, saya menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon yang menangani perkara ini, untuk menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 5 tahun kepada terdakwa, masing-masing: Abdul Gafur Wailussy dan Ismail Pellu alias Idu,dengan hukuman penjara selama 5 tahun, sesuai dengan pasal 351 ayat (3) Jo pasal 55 dan 56, KUH Pidana. Dengan barang bukti berupa, satu buah baju warna biru dan 3 buah parang, ” ungkap JPU Kejari Ambon, Kheti,Lesbata,SH saat membacakan tuntutannya, dalam sidang tuntutan yang dipimpin oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon, Roni Wuisan,SH (Hakim Ketua) dan didamping oleh Leo Sukarno,SH dan Jimmi Wally,SH (Hakim Anggota).

Kedua terdakwa yang didamping oleh Penasihat Hukum Muhhamad Abdul Marasabessy, SH, dan Noke Philips Pattirajawane, SH, dan Risard Eli SH.

Kedua terdakwa yang dituntut 5 tahun penjara olehKPU Kejari Ambon, dikarenakan melanggar pasal pasal 351 ayat (3) Jo pasal 55 dan 56, KUH Pidana, tentang turut serta dalam melakukan kejahatan yang membuat orang lain menjadi terluka atau meninggal dunia.

Usai mendengar tuntutan yang dibacakan oleh JPU Kejari Ambon, kepada kedua terdakwa,majelis hakim PN Ambon, Roni Wuisan (Hakim Ketua), kemudian memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa untuk berkonsultasi dengan PH, terkait dengan dengan tuntatan yang dijatuhi kepada kedua terdakwa.

Usai berkonsultasi dengan PH, kedua terdakwa Abdul Gafur Wailussy dan Ismail Pellu alias Idu, melalui penasihat hukum mereka, menyatakan menerima tuntan dari JPU Kejari Ambon.

DSC_0977Usai mendengar pernyataan dari PH kedua terdakwa, Roni Wuisan (Hakim Ketua), selaku majelis hakim PN, langsung menutup persidangan dan akan dilanjutkan pada, Senin (23/4/2018), dengan agenda pembacaan putusan kepada kedua terdakwa Abdul Gafur Wailussy dan Ismail Pellu alias Idu.

Selain itu, usai membacakan tuntutan kepada kedua terdakwa  Abdul Gafur Wailussy dan Ismail Pellu alias Idu, yang dituntut 5 tahun penjara oleh JPU Kejari Ambon, Majelis Hakim PN Ambon Roni Wuisan,SH (Hakim Ketua) dan didamping oleh Leo Sukarno,SH dan Jimmi Wally,SH(Hakim Anggota), juga menghadirikan terdakwa Muhammad Yasin Uwen Alias Babang alias Banker, untuk didengar pembelaannya terhadap tuntutan JPUKejari Ambon yang menuntut hukuman 7 tahun penjara kepada terdakwa.

“ Selaku penasihat hukum terdakwa, saya meminta kepada Majelis Hakim PN Ambon yang terhormat, serta JPU Kejari Ambon, untuk memberikan keringanan hukuman kepada klien kami terdakwa Muhammad Yasin Uwen Alias Babang alias Banker, dikarenakan terdakwa merupakan anak yang tua dan juga sebagai tulang punggung keluarganya. Terdakwa juga menyesali perbuatan yang dilakukannya dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,”ungkap  Risard Eli SH, saat membacakan pembelaaan tertulis terdakwa kepada Mejelis Hakim Hakim PN Ambon dan JPU Kejari Ambon.

Usai mendengarkan permohonan pembelaan secara tertulis yang disampaikan oleh, Risard Ely,SH,selaku PH terdakwa, Mejelis Hakim PN Ambon juga memberikan kesempatan kepada terdakwa Muhammad Yasin Uwen Alias Babang alias Banker, untuk membacakan permohonan tertulisnya atas tuntutan 7 tahun penjara yang diberikan oleh JPU Kejari Ambon kepadanya.

DSC_0979“Selaku terdakwa, kasus pembunuhan warga Air Manis Laha, Almarhum La Rohim, saya Muhammad Yasin Uwen Alias Babang alias Banker, mengakui kesalahan dan perbuatan yang saya lakukan hingga membuat saya berada di ruangan sidang PN Ambon ini. Saya memohon kepada JPU Kejari Ambon dan juga mejelis hakim PN ambon untuk memberikan keringanan terhadap tuntutan pidana yang diberikan kepada saya. Saya selaku anak yang tertua dan juga merupakan tulang punggung keluarga saya, untuk membatu mencari nafkah bagi keluarga saya,”ungkap terdakwa Muhammad Yasin Uwen Alias Babang alias Banker,sambil berurai air mata, dikursi pesakitannya.

Usai mendengar pembelaan secara tertulis yang disampaikan oleh terdakwa, Mejelis Hakim PN Ambon, memberikan kesempatan kepada, Kehti Lesbata, SH, selaku JPU Kejari Ambon,apakah dapat memberikan keringanan pidana kepada terdakwa, namun JPU Kejari Ambon menyatakan tetap pada  tuntutan pidana sebagaiman yang telah dibacakannya pada sidang tuntutan yang digelar pada, Senin (9/4/2018)kemarin.

Usai mendengar pernyataan dari JPU Kejari Ambon serta permohonan pembelaan secara tertulis dari terdakwa, Roni Wuisan, (Hakim ketua),langsung mengetuk palu dan menutup sidang nota pembelaan (Pledoi), dan akan dilanjutkan pada Senin (23/4/2018),dengan agenda sidang putusan bersama kedua terdakwa Abdul Gafur Wailussy dan Ismail Pellu alias Idu.

Untuk diketahui sebelumnya kasus pembunuhan Almarhum La Rohim warga air manis,Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon,yang dilakukan oleh tersangka Abdul Gafur Wailussy dan Ismail Pellu alias Idu, dan Muhammad Yasin Uwen Alias Babang alias Banker, dalam bentrokan warga Hitu dan Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah pada, 25 Juni 2017.

Ketiga tersangka ditangkap di 3 lokasi berbeda, antara lain, untuk tersangka Abdul Gafur Wailussy, ditangkap oleh anggota Satrteskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, dalam pelariannya ke, Kabupaten Fak-Fak,Provinsi Papua Barat, pada Rabu (2/8/2017), tahun lalu.

Untuk tersangka Muhammad Yasin Uwen Alias Babang alias Banker, yang saat itu bekerja sebagai petugas cleaning service di Bank BTN Cabang Ambon, akhirnya ditangkap oleh Unit Resmob Polda Maluku yang dipimpin langsung oleh Kanit Resmob Iptu, Pit Nampasanea, SH, pada Kamis (27/7/2018).

Setelah melalui tahapan penyelidikan dan penyidikan oleh Satreskim Polres P.Ambon dan Pp.Lease akhirnya melimpahkan tahap II (Penyerahan berkas perkara, tersangka dan barang bukti), ketiga tersangka kepada JPU Kejari Ambon, pada Jumat (9/11/2018). (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top