Politik

Wattiheluw Sebut Kemiskinan di Maluku Tak Terlepas dari Kerusuhan Ambon 1999

pbb

Ambon ,Maluku-  Kemiskinan  Maluku yang   merosot di urutan  tiga  nasional,  hingga  sempat  isu sentral  untuk menyerang calon petahana di Pilkada Maluku 2018  juga  mendapat  tanggapan  dari  Ketua Umum DPW  Partai Bulan  Bintang (PBB) Maluku, Saleh Wattiheluw.

Menurut Wattiheluw yang ditemui di Sekretariat PBB,Galunggung, pada Selasa(6/3) menyatakan, kemiskinan adalah  isu murahan yang tidak populis,  karena itu sah saja  jika para Tim Sukses Paslon lain  mempengaruhi masyarakat lewat isu tersebut, tetapi  yang  menjadi parameter adalah harus dilihat  juga beberapa indikator lainnya, seperti     Indeks Harapan Hidup Orang Maluku  yang makin baik,   begitu juga dengan Indeks Demokrasi .  Sementara Harapan  usia panjang   dan  tingkat pendapatan perkapita  Masyarakat  Maluku juga  tak kalah   meningkat , selain itu  yang tak kalah pentingya  adalah   kondisi stabilitas keamanan  daerah ini yang makin kondusif.

Wattiheluw   menambahkan,  kemiskinan Maluku  adalah  kondisi  absolut/ mutlak  yang tidak terlepas dari peristiwa historis yang terjadi pada  17 Tahun lampau  dimana terjadi kerusuhan sosial sehingga  siapapun yang akan tampil  sebgai pemimpin  di negeri ini  tidak akan mampu  memperbaiki  kondisi ini.

 “ Saya kira  kalau kemudian  orang mengkedepankan isu kemiskinan, itu tidak tepat, karena kondisi  tersebut  sudah  absolut, sehingga  untuk  memperbaiki dan mengurangi angka kemiskinan itu bukan hal yang mudah” cetus nya

Dijelaskan Wattiheluw,  Provinsi Maluku  dibawah  pemerintahan Said  Assegaf telah menunjukan tekadnya  dengan  menurunkan angka kemiskinan tersebut  terbukti dengan  turunnya ranking kemiskinan Maluku dari  posisi  tiga ke empat.

“ kemiskinan mulai menurun  sejak  Provinsi ini dipimpin  oleh pak Karel ( Karel Alberth  Ralalhallo) selama  dua periode, dan Pak  Said  Assegaf selama  satu periode” ungkapnya.

Selain itu, faktor lain  yang menjadi penyumbang  angka kemiskinan bagi Maluku, menurut   Ketua  DPW dari  partai yang berdiri sejak  1998 ini  adalah, karakteristik Maluku  sebagai provinsi  kepulauan yang menyulitkan  askes transportasi dan  pemerataan  infrastruktur.

“ Provinsi Maluku  bukan  kayak  Jawa, Kita ada  provinsi kepulauan dengan tingkat kesulitan yang luar biasa “ cetusnya

Karena itu, menurutnya  isu kemiskinan tidak akan mampengaruhi  pilihan  masyarakat  terhadap  pasangan  SANTUN  karena  masyarakat Maluku sudah cerdas.

Sementara  terkait dukungannya terhadap  pasangan  Santun, Wattiheluw mengungkapkan sebagai petahana  jaringan Timnya telah terbentuk sejak lama, selain itu  telah ada ukuran keberhasilan  dalam pemerintahan selama  satu periode  dan faktor yang  terakhir  adalah kesiapan pasangan  ini dalam bertarung di Pilgub Maluku  2018.

 “Jadi  tidak muluk – muluk  dari ketiga   pertimbangan ini, Kita memberikan dukungan kepada pasangan Santun” ujarnya antusias.(IN/NK)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top