Hukum & Kriminal

Tersangka Kasus Tipikor WFC Namlea  Kembalikan 400 Juta Ke Penyidik Kejati Maluku

Kembalikan kerugian negara

Ambon,Maluku –  Ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku dan Kejaksaan Negeri Namlea,pada Bulan Desember 2017, kemarin dalam kasus tindak pidana korupsi anggaran pembangunan proyek Water Front City, Kota Namlea,Kabupaten Buru, tersangka S.U (Adik kandung Bupati Buru),secara perlahan mulai mengembalikan sebagian kerugian negara yang digunakannya dalam proyek pembangunan WFC Kota Namlea.

Pengembalian sejumlah anggaran kerugian negara yang dikembalikan oleh tersangka S.U, dengan mendatangi langsung  Penyidik Kejati Maluku, dan menyerahkan titipan barang bukti berupa sejumlah uang tunai sebesar Rp.400 juta, diruang penyidik Kejati Maluku sesuai dengan jadwal pemeriksaannya,pada Rabu (21/3/2018).

Pengembalian Rp.400 juta ini belum sebesar nilai proyek tersebut sebesar Rp.4,5 miliar lebih yang anggarannya bersumber dari APBN tahun 2015 ini.

Selain mengembalikan sebanyak Rp.  400 juta, ke tim penyidik Kejati Maluku, tersangka SU yang ditemani oleh Pengacara Hukumnya, juga berjanji kepada penyidik Kejati Maluku untuk mengembalikan sejumlah uang pada pemeriksaan dirinya pekan depan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette, SH.MH kepada Wartawan diruangan Pers Kejati Maluku, (21/3/2018), membenarkan adanya pengembalian sejumlah uang tersebut dari tersangka SU.

“Memang tadi, tersangka SU menitipkan atau menyerahkan barang bukti berupa sejumlah uang senilai Rp.400 juta, dan diterima penyidik Kejati Maluku. Tersangka SU didampingi Penasehat Hukumnya saat menyerahkan barang bukti tersebut,” ucap Sami Sapulette.

“Tersangka SU yang didampingi Penasehat Hukumnya juga berjanji akan menyerahkan atau menitipkan sejumlah uang yang merupakan barang bukti di pemeriksaan berikutnya pekan depan,” tandas mantan Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik), Kejati Maluku itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, di perkara WFC Namlea ini, bukan saja SU sebagai tersangka, tetapi penyidik telah menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka di proyek yang dikerjakan PT.Aigo Media Pratama ini. Bahkan penyidik juga telah memanggil dan memeriksa sejumlah pihak terkait lainnya dalam perkara dimaksud.

Diketahui, peningkatan status proyek WFC yang berbau korupsi ini, berdasarkan surat perintah penyidikan Nomor: 08/S.1/Fd.1/09/2017, tanggal 15 September 2017 kemarin. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com