Hukum & Kriminal

Ternyata Mahasiswa yang Ditemukan Meninggal di Asrama Kampus,  Sebelumnya Dianiaya Pengendara Bermotor

aniaya pemuda

Ambon,Maluku- Mahasiwa yang ditemukan tak bernyawa di Asrama Kampus Unpatti Ambon, (26/2/2018) lalu atas nama Roy Cina Bungyanan (28 tahun),  Mahasiswa FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Unpatti , jurusan Bahasa Indonesia perlahan mulai terkuak.

Sebelum kematiannya, korban diduga telah dianiaya oleh pengemudi kendaraan motor di kawasan Jembatan Merah Putih, Desa Poka, Kec.Teluk Ambon.

Informasi yang diperoleh dari Sumber di Mapolres P.Ambon dan Pp.Lease,mengatakan  berdasarkan keterangan rekan korban  J.K, (21 tahun)  Minggu (25 Februari 2018) sekitar pukul 22.30 Wit, saat mengantar kerabatnya pulang , saksi menemukan korban sudah tergeletak dalam keadaan tak sadarkan diri (namun masih bernafas) di atas jalan raya depan Asrama Putera dengan posisi terlentang dengan hidung mengeluarkan darah.

Saksi saat itu langsung memanggil rekan lainnya untuk mengevakuasi korban ke kamarnya (kamar korban).

Korban saat itu sempat dijenguk Security Kampus dengan inisial R.M (39 tahun). Namun karena diperiksa korban masih bernafas, security itu pun kembali melaksanakan tugas piket malamnya. Korban baru diketahui tak bernyawa keesokan harinya.   Kematian korban saat itu masih misteri.

Belakangan berdasarkan penuturan saksi B.P.J (24 tahun), kepada polisi menuturkan, saat dirinya keluar untuk membeli susu dalam kemasan di perempatan Jembatan Merah Putih, pada Minggu (25/2/2018) dirinya melihat korban sementara beradu mulut dengan seorang pengendara sepeda motor matic (dengan ciri-ciri menggunakan celana pendek, rambut pendek, badan agak gemuk dan tidak terlalu tinggi).

Saat beradu mulut saksi melihat korban dipukul dan ditendang oleh pengendara tersebut. Melihat kejadian itu, saksi  langsung menghampiri pengendara tersebut melerai keduanya.

“ Saksi mengatakan kepada pengendara sepeda motor tersebut untuk tidak menanggapi korban karena korban sudah dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Namun pengendara motor matic tersebut tidak menghiraukan perkataan saksi dan masih ingin memukul korban, namun saksi berusaha keras melerai. Setelah berhasil melerai, pengendara motor tersebut langsung pergi meninggalkan TKP dengan menggunakan sepeda motor menuju ke arah Pusat kota melalui JMP, “ tutur sumber.

Kasus ini dan Penyebab kematian korban kini masih dalam penyelidikan Polres P.Ambon dan Pp.Lease.  (IN-07)

 

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com