Hukum & Kriminal

Setubuhi Siswi SMK, Pria Pengangguran Ini Dipolisikan

Ilustrasi Perkosa

Ambon,Maluku- Lantaran cinta tak direstui oleh keluarga,membuat F.A.M (20 tahun), seorang pemuda pengangguran Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), yang tinggal di Desa Passo Air Besar, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, nekat membawa lari C.A.W (17 tahun), seorang siswi kelas II, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Ambon dan menyetubuhi korban di rumah pelaku di Desa Itawaka, Minggu (11/3/2018), sekitar pukul 13.30 WIT.

Kasat Reskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, AKP, Teddi, SH,S.I.K, kepada Wartawan di ruangan kerjanya,Senin (19/3/2018), menjelaskan kasus persetubuhan anak yang dilakukan oleh pelaku F.A.M, kepada korban C.A.W, termuat dalam laporan polisi yang teregister dengan nomor: LP/155/III/2018/Maluku /Res Ambon, tanggal 13 /3/2018.

” Berdasarkan surat perintah sidik (SP Sidik), nomor : III/2018/Reskrim Ambon, tanggal 15/3/2018, pelaku F.A.M,yang telah diamakan oleh Unit Buser Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rutan Polres P.Ambon dan Pp.Leaae, berdasarkan surat perintah penahanan (SP.Han) nomor : III/2018/Reskrim Ambon, tanggal 16/3/2018. Pelaku yang kini telah diamankan di Rutan Polres P.Ambon dan Pp.Lease disangkakan dengan pasal 81 ayat (1), dan (3), UU RI nomor 34 tahun 2014 tentang perlindungan anal dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun,” ungkap Perwira pertama Polri berpangkat tiga balok emas itu.

Dikronologikan kasus persetubuhan anak yang dilakukan oleh pelaku F.A.M, berawal ketika, ibu korban, I.W (44 tahun),yang saat itu menyuruh korban untuk membeli minyak tanah, korban yang bertemu dengan pelaku bersepakat untuk kabur ke Desa Itawaka.

Setelah sempat beberapa hari tinggal di Desa Passo, Minggu (11/3/2018) keduanya kabur ke Desa Itawaka. Sesampainya dirumah pelaku di Desa Itawaka, pelaku dan korban pun sempat ditanyakan oleh M.M (saksi), ibu pelaku. Ibu pelaku pun sempat menyuruh pelaku untuk mengatar pulang korban ke Ambon,namun korban tidak ingin meninggalkan pelaku.

Hari-hari bersama pun dilalui oleh korban bersama pelaku dirumah pelaku,hingga membuat pelaku yang mulai dirasuki nafsu bejat akhirnya, menyetubuhi korban di dalam kamar tidur orang tua pelaku,pada Selasa (12/3/2018), sekitar pukul 13.00 WIT.

” Korban yang dicari keberadaan oleh keluarganya lantaran ‘hilang’ beberapa hari,  akhirnya oleh tetangga diberitahukan korban tengah berada di Desa Itawaka,” tutur AKP Teddi.

” Korban pun dibawa pulang kembali oleh keluarganya, pada Rabu (14/3 2018). Usai membawa pulang korban, I.W, ibu korban akhirnya mendatangi Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polres P.Ambon dan Pp.Lease, Kamis (15/3/2018), sekitar pukul 15.20 WIT dan melaporkan kasus persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh pelaku F.A.M,” Tandasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com