Maluku

Saat Buka Smart School, Menkominfo Ajak Registrasi Kartu

Registrasi SIM Card

AMBON,MALUKU – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara membuka acara Smart School, bertempat di Hotel Marina, Ambon, Kamis (08/03/2018).

Dalam era digital yang ada sekarang ini, Menkominfo Rudiantara mengungkapkan, pengguna internet di Indonesia pada tahun 2017 ada 143 juta orang. Jadi, lebih dari setengah penduduk Indonesia sudah mempunyai akses internet. Dan hampir seluruhnya, atau sekitar 90-an persen akses ini melalui telepon seluler (ponsel).

‘’Ibu-ibu dan bapak-bapak di sini siapa yang punya ponsel? Pertanyaan berikutnya, siapa yang belum registrasi simcard? Registrasi itu, pertama gratis, nggak bayar. Kedua, mudah. Hanya 32 digit, masing-masing 16 digit untuk nomor Kartu Keluarga (KK).  Memang banyak yang gagal tapi sudah berhasil 200 juta lebih,’’ ungkap Rudiantara.

Biasanya menurut Rudiantara, salah dalam memasukan angka. “Maklum 32 digit. Siapa yang menghafal 32 digit, saya pun nggak hafal. Diakalinya, saya biasanya ngakali 4 digit itu 13, 4 digit kosong. Insya Allah bisa. Jadi segeralah registrasi,” ajaknya.

Saat ini, lanjut dia, mungkin sebagian sudah diblokir. Tapi diblokir hanya untuk telepon keluar dan mengirim Short Massage Service (SMS).

“Mengirim SMS ke 444 untuk registrasinya masih bisa dan tidak bayar. Menerima telepon masih bisa, menerima SMS masih bisa. Tapi kalau sampai akhir Maret belum registrasi terpaksa kami blokir, tidak bisa menelepon, tidak bisa menerima telepon, tidak bisa mengirim SMS, dan tidak bisa menerima SMS, kecuali SMS untuk registrasi. Jadi registrasi masih bisa diatur,” bebernya.

Imbas dari tidak registrasi, menurut Menkominfo, diputus datanya alias nomornya mati. Jadi dia sarankan, agar manfaatkan waktu ini betul-betul.

Dia menyebutkan mendapatkan  juga mendapatan masukan, bahwa ada beberapa kesulitan di lapangan, sehingga pihaknya mencoba memperbaiki secara terus menerus, karena Kementerian Kominfo masih punya waktu sebulan ini.

Jadi ada 143 juta jiwa yang menggunakan internet, lanjut dia, orang Indonesia itu tidak pernah terlepas dari ponsel. Baik yang memegang smartphone atau jenis lainnya.

Tapi intinya, tambah Rudiantara, penggunaan ponsel ini terus menerus bahkan anak–anak. Malah saat ini anak-anak lebih pandai men-set up aplikasi.

“Padahal kita tahu juga di dalam dunia maya ini tidak semua kontennya positif. Pemerintah mencoba secara terus menerus memerangi konten-konten yang negatif. Konten asusila yang paling banyak. Konten perjudian, konten narkoba, konten peredaran obat terlarang, konten bully, semuanya kita perangi. Sampai saat ini sudah 81 ribu kurang lebih situs yang kami blokir,’’ ungkapnya.

Pihaknya disebut Rudiantara, juga tidak hanya berpatokan kepada situs yang negatif. Tali juga mengembangkan situs yang positif, yang sebaiknya diakses oleh sekolah.

“Sebaiknya diakses oleh guru, dan oleh murid atau siswa. Nah itu, Ciri-cirinya di belakangnya ada education. Memang ini baru sekitar 250 an ribu, masih kalah dengan yang negatif,’’ paparnya.

Tapi diribya meyakinkan hanya masalah waktu, database konten positif ini akan lebih banyak daripada database konten negatif yang di blog.

“Kita harus melakukan itu. Karena yang negatif pun tiap hari bertambah terus. Contohnya yang asusila, pornografi. Ini tidak boleh, dan undang-undang juga jelas tidak boleh,’’ tandasnya.(IN-06)

 

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com