Seram Bagian Timur

Polres SBT Gelar Apel Operasi Keselamatan Siwalima 2018

Gelar Pasukan SBT

Bula,Maluku- Kepolisian Resort (Polres) Seram Bagian Timur (SBT) resmi memulai operasi keselamatan siwalima tahun 2018. Pelaksanaan operasi keselamatan siwalima yang akan dilaksanakan pada 1 sampai  dengan 5 Maret 2018 itu dimulai dengan kegiatan apel gelar pasukan yang dipusatkan dihalaman markas Polres SBT Kota Bula pada Kamis, (1/3/2018).

Kegiatan apel gelar pasukan tersebut melibatkan sejumlah satuan pengamanan baik dari TNI/Polri maupun pemerintah daerah. Mereka antara lain, satu SSR (Satuan Setingkat Regu) Koramil 1502-09/Bula, Satu SSR Yonif 731 Bula, satu SSR Satuan Lantas, satu SSR Satuan Shabar, satu SSR satuan Intelkam Polres SBT, satu SST Pol-PP SBT dan satu SST Dishub SBT.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres SBT AKPB. Saminata, S.Ik. Dalam sambutannya saat membacakan amanat Kepala Korps Lalulintas Polri Irjen Pol. Drs. Royke Lumowa, mengatakan, Apel gelar pasukan yang dilaksanakan itu untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga dalam kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan berhasil sesuai dengan tujuan serta sarana yang telah ditetapkan.

“Lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian suatu negara oleh sebab itu pemeliharaan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar lantas) sangatlah penting dalam menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran berlalu Lintas merupakan suatu keberhasilan dari pembangunan peradaban moderen, “ungkapnya.

Oleh sebab itu, Polri khususnya Polantas bersama stakholder dan Pemerintah bertanggungjawab untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuGelar Pasukan SBT1han masyarakat terhadap undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) sehingga melaksanakan operasi kepolisian dibidang lalulintas untuk mewujudkan negara yang tertib dan berevolusi dari segi mental masyarakatnya maka perlu adanya operasi keselamatan tahun 2018.

Menurut Royke dalam sambutannya yang dibacakan Saminata, data pelanggaran lalulintas di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Misalnya saja, tilang tahun 2016 sejumlah 6.272.375 kasus dan tahun 2017 sejumlah 7.420.481 kasus atau kenaikan Trend (15,47 persen). Teguran tahun 2017 sejumlah 3.225.098 pelanggaran dan pada tahun 2016 sejumlah 2.225..404 pelanggaran atau ada kenaikan Tren (31 persen).

Sementara angka kecelakaan dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Angka kecelakaan Lalulintas tahun 2016 sebanyak 105.374 kejadian. Namun. pada tahun 2017 turun menjadi 98.419 kejadian atau ada penurunan Trend (-7%).

Selain itu, korban meninggal dunia sesuai data tahun 2016 berjumlah 25.859 orang dan pada tahun 2017 sejumlah 24.213 orang atau mengalami penurunan Trend (-6 persen). Korban luka berat tahun 2016 sebanyak 22.939 orang dan pada ditahun 2017 mengalami penurunan yakni 16.159 orang atau ada penurunan Trend (-30 persen). Korban luka ringan tahun 2016 sejumlah 129.913 orang dan pada tahun 2017 sejumlah 115.566 orang atau ada penurunan Trend (-4 persen).

Sementara kerugian material dalam bentuk Rupiah yang ditimbulkan akibat kecelakaan pada tahun 2015 sebesar Rp. 226.416.414.497 dan pada tahun 2016 turun menjadi Rp. 212.930.883.536 atau ada penurunan Trend (-6 persen).

“Kita menyadari bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang Lalulintas tersebut wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya untuk menciptakan Pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara Kamseltibcarlantas amanat UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, “katanya.

Selain dihadiri Wakapolres SBT, Kompol Umar Kilian, Kegiatan Apel tersebut juga dihadiri tamu undangan. Antara lain, Komandan Pos Angkatan Laut Bula, Letda Noya, Komandan Kompi C Bula, Kapten Infrantri, Novi Albert Pratasik, Danramil Bula, Kapten ARM. Ismail Lestaluhu, Kepala Bidang Perhubungan Darat dinas Perhubungan SBT, Fauzan Bilahmar. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top