Maluku

Polisi Bekuk 7 Penambang Ilegal Batu Cinabar di Perairan Desa Iha, SBB

Cinnabar2

Ambon,Maluku- Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum), Polda Maluku,kembali mengungkap sindikat peredaran dan pengolahan Batu Cinabar ,di Dusun Uhe Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

“Dari pengungkapan kasus tersebut, Tim Opsnal Subdit I Ditreskrimum Polda Maluku berhasil melakukan penangkapan terhadap 7 orang tersangka masing-masing, R.S alias R, S alias Y,I.K alias I, M, Y.R alias S, H.K alias R dan A.K, alias D,yang ditangkap di perairan dusun Hulu, Desa Iha, Kecamatan Humual Muka,Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), pada Senin (19/3/2018),sekitar pukul 02.00 WIT. Selain menangkap 7 orang tersangka itu,Tim Opsnal Subdit 1 Ditreskrimum Polda Maluku berhasil menyita sebanyak 71 karung,dengan berat keseluruhan mencapai 2.840 kg, atau seberat 3 ton,” ungkap Direktur Ditreskrimum Polda Maluku Kombes Pol Gupuh Setiyono,yang didampingi Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Mohamad Roem Ohirat,dalam rilis kasus,kepada Wartawan di kantor Subdit 1 Ditreskrimum Polda Maluku di Tantui, (20/3/2018).

Dijelaskan, saat ditangkap oleh Tim Opsnal Subdit 1 Ditreskrimum Polda Maluku, ke 7 tersangka tersebut sempat melarikan diri menggunakan Speed Fiber, bermesin 2 buah bertenaga 40 PK,dari perairan dusun Hulu, Desa Iha, Kecamatan Humual Muka,menuju ke arah Pulau Suanggi,dekat Pulau Manipa,Kabupaten SBB. Aksi kejar-kejaran antara petugas Ditreskrimum Polda Maluku bersama ke 7 tersangka sempat terjadi,yang berujung pada penembakan badan speed milik para tersangka, yang kemudian memberhentikan speed mereka langsung dapat dikuasai oleh Tim Opsnal Subdit 1 Ditreskrimum Polda Maluku.

” Dari keterangan 7 tersangka yang kini telah diamankan dirutan Ditreskrimum Polda Maluku,Penyidik Subdit 1 Ditreskrimum Polda Maluku menetapkan R.S alias R,Warga Desa Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, sebagai tersangka utama dalam kasus tersebut sebagaimana teregister dalam laporan polisi,nomor: LP-A 135/Ill/2018/MALUKU/Ditreskrimum Maluku. Peranan R.S alias R yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka utama karena diketahui sebagai pendana untuk mendanai peredaran batu cinabar yang diangkut melalui speed dari dusun Hulu, Desa Iha, Kecamatan Humual Muka,menuju ke arah Pulau Suanggi dan kemudian akan diangkut menggunakan kapal khusus menuju ke Kab. Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan yang kemudian batu cinnabar tersebut di bawah ke Kab. Sidrap untuk olah menjadi Mercury dan Raksa,” ungkap Kombes Pol Gupuh Setiyono.

Dikatakan,selan sebagai pendana,tersangka R.S alaias R,juga diketahui telah melakukan pembelian dan mengekspor batu cinabar sejak tahun 2017.

” Modus operandi (MO), yang dilakukan oleh tersangka R.S alias R,berawal sejak Sabtu (25/11/2017), di dusun Uhe Desa Iha Kec. Huamual Muka, Kabupaten, SBB, Provinsi Maluku, tersangka membeli batu cinnabar sebanyak 700 kg dari warga Dusun Uleh, Desa iha, berinisial D dan Y. Kemudian batu cinnabar tersebut dikirim dengan menggunakan kapal laut yang dinakodai oleh J dengan tujuan Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan. Batu cinnabar tersebut di kemudian bawah ke PT. pengolah batu cinabar menjadi mercury dan air raksa, yang berada di, Kabupaten Sidrap,Provinsi Sulsel,”tutur Kombes Pol Gupuh Setiyono.

Lanjutnya, dari hasil pengolahan batu cinabar tersebut PT Parma,membayar tersangka sebesar Rp. 45.000.000. Uang hasil penjualan tersebut ditambah dengan modal Rp 140.000.000 dari oleh pengumpul batu cinabar berinisial L sebesar. Usai berhasil membawa batu cinabar ke perusahaan pembeli, tersangka RS alias R ,kembali ke Provinsi Maluku untuk kembali menajalankan bisnis pembelian batu cinabar.

” Bisnis gelap batu cinabar tersebut terus dilakukan oleh tersangka di Provinsi Maluku tanpa diketahui oleh pihak Kepolisian yang hingga akhirnya baru diketahui pada bulan Maret 2018, oleh Tim Opsnal Subdit 1 Ditreskrimum Polda Maluku yang kemudian akhirnya dapat ditangkap bersama ke 6 orang tersangka lainnya diperairan dusun Hulu, Desa Iha, Kecamatan Humual Muka,” Ungkapnya.

Dikatakan, penangkapan terhadap para penambang ilegal batu cinabar yang dilakukan oleh Subdit 1 Ditreskrimum Polda Maluku, merupakan bukti keseriusan Polda Maluku dal menindak lanjuti perintah Kapolri sebagaimana yang ditegaskan pada saat pembentukan Satgas penghapusan merkuri tahun 2017. Dalam penegasan Kapolri mengenai pemberantasan peredaran merkuri di Indonesia, lebih dititik beratkan pada wilayah hukm Polda Maluku,sebagai salah satu daerah priotitas pemberantasan peredaran merkuri dan batu cinabar. Hal ini dikarenakan di Maluku sendiri terdapat lokasi batu cinabar yang merupakan bahan baku pembauatan air raksa dan mercuri yang diindikasi terdapat dibeberapa daerah yang ada di Maluku sebagai pengguna air raksa dan mercuri untuk aktifitas pengolahan pertambangan.
” Pengungkapan ini didasari atas penyelidikan informasi yang dari masyarakat

” Sejak semakin ketat dan tegasnya Polda Maluku dalam melakukan penindakan terhadap aktifitas ulegal tambang Batu Cinabar, baik yang dikirimkan melalui konteiner,kargo,pesawat ataupun kapal penumpang yang disewa khusus baik dari Makassar ataupun dari wilayah Maluku untuk menyelundupkan batu Cinnabar ini keluar dari Maluku, dan diduga dijual ke beberapa wilayah duar Provinsi Maluku, seperti, di Provinsi Sulawesi selatan,Jawa Barat,Jawa Timur dan Kalimantan,” Ucapnya

Lanjutnya, ke 7 tersangka yang kinin telah diamankan oleh Subdit 1 Ditreskrimum Polda Maluku,disangkakan pasal bergama,yaitu, tersangka RS.alias R disangkakan dengan Pasal 158 dan atau Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batu Bara dan atau Pasal 5 Ayat (1) Jo. Pasal 2 ayat (1) huruf X dan Z Undang Undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberatasan tindak pidana pencucian uang dengan pidana penjara maksimal 15 tahun penjara. Tersangka S Alias Y disangkakan dengan pasal 158 dan atau pasal 161 Undang Undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batu Bara Jo. Pasal 55, 56 KUH Pidana dengan penjara maksimal 10 tahun. Tersangka M.I.K alias I disangkakan dengan pasal 158 dan atau Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batu Bara Jo. Pasal 55, 56 KUH Pidana dengan pidana oenjara maksimal 10 tahun, tersangka M.Y.R alias Y, disangkakan dengan pasal 158 dan atau Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batu Bara Jo. Pasal 55, 56 KUH Pidana dengan penjara maksimal 10 tahun, tersangka S.K alias S, disangkakan dengan pasal 158 dan atau Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batu Bara Jo. Pasal 55, 56 KUH Pidana dengan penjara maksimal 10 tahun. Tersangka H.K alias R,disangkakan dengan pasal 158 dan atau Pasal 161 Undang Mineral dan Batu Bara Jo. nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan Pasal 55, 56 KUH Pidana dengan penjara maksimal 10 tahun, tersangka A.K alias R disangkakan dengan UU Minerba, Jo pasal 158 dan atau pasal 161 Minerba ,nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan Pasal 55, 56 KUH Pidana dengan penjara maksimal 10 tahun.
” Dari penangkapan ketujuh tersangka batu cinabar, Tim Opsnal Subdit 1 Ditreskrimum Polda Maluku,berhasil menyita barang bukti berupa, 1 buah Speed Fiber,dan 2 mesin 40 PK merk Yamaha, 71 karung Batu Cinabar,seberat 2.840 kg, bahan bakar minyak tanah 160 liter,8 botol oli Sea 40 (2 tak),10 buah buku tabungan Bank BCA, 1 kartu ATM Bank BCA,1 kartu ATM Bank BRI, 1 lembar slip setoran Bank BNI, 1 bindel buku kuitabs, 1 buah HP milik tersangka RS alias R, 1 buah HP milil tersangka S dan 1 buah HP milik tersangka I,” Tandasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top