Maluku Tenggara

PLN Elat -Malra Pasok Listrik ke 10 Desa di Kei Besar 

PLN Elat

Malra, Maluku – PT PLN (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang penyediaan tenaga listrik yang keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Diharapkan pelayanan yang semakin optimal, sehingga citra PT PLN (Persero) dimata masyarakat akan selalu dinilai baik dan memberikan pelayanan yang baik sehingga memuaskan pelanggannya.

Menanggapi hal tersebut, Manager PT Perusahaan Listrik Negara, (PLN) Cabang Tual – Maluku Tenggara, (Malra). Husein Sodri, saat ditemui  INTIM NEWS, usai Shalat Jumat. (2/3/2018) mengatakan, untuk peningkatan pelayanan masyarakat Kei Besar, terhadap kebutuhan listrik pada tanggal 23 Desember 2017, PT. PLN Elat, telah memberikan pasokan listrik untuk 10 Desa baru dari pinggiran kota Elat sampai dengan desa Hollat, Kecamatan Utara Timur.  Dalam waktu dekat pihaknya juga sudah dapat melayani Desa Banda Ely.

Dikatakan, selain ke Utara Timur, Kei Besar, pihaknya juga sudah membangun untuk Kei Besar Selatan, menuju Desa Weduar Fer.

“Saat ini tim survei sedang berada di sana, kita akan upayakan agar secepat mungkin masyarakat disana dapat menikmati listrik,” tuturnya.

PLN Kei Besar berencana membangun pembangkit listrik baru yang dipusatkan di desa (Ohoi) Rahareng.

“Kemudian kita juga telah melakukan survei untuk beberapa lokasi yang ada di Kei Besar untuk target kita kedepan.” Ungkap Sodri.

Padamnya listrik sering terkendala yang terjadi belakangan ini, tambahnya,  akibat gangguan teknis jaringan yang disebabkan masih banyaknya pohon yang tumbuh dibawah jaringan kabel.

“Karena masalah serius yang dihadapi PLN Elat, pertama pembersihan jaringan yang terkendala oleh warga pemilik pohon, dan kedua tunggakan pelanggan. Karena masyarakat masi menunggak sekitar 450, juta dan kita masih terus pendekatan agar bisa diselesaikan.” ungkapnya.

Untuk jam operasi PLN Elat saat ini baru 18 jam, dari pukul, 6,00, sore, hingga 12, 00 Siang.

“Kita akan menambah jam operasi PLN, jika nantinya tunggakan listrik disana dapat diselesaikan. Karena takutnya kalau yang sekarang 18 jam saja mereka menunggak, kalau tambah jam tambah tinggi lagi biaya tunggakannya. Untuk mengatasi kendala dimaksud, tim kami baru saja dari Elat, dengan melakukan sosialisasi, terkait pembersihan, pohon pohon yang mengganggu, juga tunggakan dan rata rata respon masyarakat cukup baik. Saya sangat berharap partisipasi dan kesadaran masyarakat, untuk membantu pihak PLN, guna pembersihan jaringan nanti.” pinta Sodri. (IN-09).

 

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top