Maluku

Kendala Tol Laut, Ke Kawasan Timur Bawa Barang, Tapi Kembali Ke Jawa Kosong

Tol Laut

AMBON,MALUKU – Sebagaimana kita ketahui bahwa,potensi sumber daya laut Maluku yang terdiri dari ikan pelagis, demersal dan biota laut lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi, serta wilayah Maluku terdapat 969 jenis kerang-kerangan yang perlu dikembangkan dalam mendukung pembangunan industri perikanan di daerah ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh Hipo Layanan ,Kasubdit Layanan Informasi Perwakilan Negara Asing dan Lembaga Internasional ,saat membacakan sambutan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik,Rosita Niken Widiaastuti,Kamis (15/03/2018),di Swissbell Hotel Ambon pada acara Forum Dialog Bidang Kemaritiman .

“Berbagai terobosan dan usaha-usaha pengembangan potensi kelautan terus dilakukan untuk mewujudkan cita-cita tersebut.Dibidang infrastruktur yang berkaitan dengan tol laut dan pelabuhan yang hasilnya sudah dirasakan oleh masyarakat secara langsung dirasakan oleh masyarakat secara langsung seperti, turunnya harga sebesar 20 sampai dengan 25 persen,”jelasnya.

Yang sangat disayangkan ungkapnya,kendala dan pekerjaan rumah yaitu kapal dari Jawa ke kawasan timur kembali tidak bawa barang. Ini menjadi tanggungjawab pemda dan semua elemen. Selain itu,dibidang industri kemaritiman ,baik yang berkaitan dengan galangan kapal,komponen perkapalan,industri jasa pelayaran dan hilirisasi ,juga sudah merupakan prioritas bagi pemerintah pusat.

“Potensi ekonomi Indonesia di sektor kelautan dan perikanan mencapai USD 1,33 Trilyun atau setara dengan Rp19.000 Trilyun lebih.Hal ini merupakan potensi yang sangat besar sekali jika dapat dikelola dengan benar,tidak hanya pengelolaan rutin saja,monoton ,tetapi juga harus melakukan terobosan-terobosan untuk dapat mencapai angka itu,”sebutnya.

Sementara itu,dalam sambutan Penjabat Gubernur Maluku Zeth Sahuburua,yang dibacakan oleh Ronny Tairas, tertulis, dengan luas wilayah yang besar,ada sejumlah pekerjaan rumah besar yang perlu diselesaikan oleh Pemerintah.Salah satunya sektor Kemaritiman.

Menurutnya,dengan demikian perlu adanya kapasitas pemerintah dalam mengelola kekayaan sumber daya alam.Pengelolaan yang baik akan membawa manfaat yang sangat besar untuk kesejahteraan masyarakat secara umum.Disamping itu,perlu juga memastikan jaminan keamanan laut Indonesia dari ancaman perubahan iklim dan aksi kriminal.

“Saya berharap agar para peserta dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik,agar hasil dari kegiatan ini dapat diterapkan pada lingkup tugas dan pengabdian masing-masing ,khususnya pada  aparatur instansi teknis terkait,sehingga dapat meningkatkan kualitas pengelolaan potensi sumber daya alam kelautan di provinsi Maluku,”harapnya.

Diketahui,forum dialog tersebut menghadirkan narasumber antara lain,Kosmas Harefa yang menjabat Asisten Deputi Budaya,Seni dan Olahraga Bahari pada Kemenko Kemaritiman.Juga,Alex Retraubun,Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan pada Universitas Pattimura.Serta,Abdul Haris Anwar Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top