Buru

Jual Mercuri, Pasutri Di  Buru Diciduk Polisi

Merkuri Buru

Ambon,Maluku- N.S.I (21 tahun), seorang ibu rumah tangga, Desa Basalale Unit 17, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, akhirnya diciduk oleh personil Buru Sergap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim),Polres P.Buru,dirumahnya pada Rabu (21/3/2018),sekitar pukul 13.00 WIT.

Kapolres P.Buru AKBP. Adityanto,Budi Satrio,SH,S.IK,M.H, melalui Kasat Reskrim AKP.M.Ryan Citra Yudha,S.IK, kepada INTIM NEWS,melalui pesan selulernya,Kamis (22/3/2018), menjelaskan penangkapan terhadap pelaku N.S.I, berawal dari adanya informasi yang diterima oleh personil Buser Sat Reskrim Polres Pulau Buru dari masyarakat di sekitar unit S,  Desa Waelo mengenai wanita Desa Basalale, yang menjual merkuri.

“Setelah mendapati informasi dari Warga Desa Waelo, membuat Tim Buser, Satreskirm Polres P.Buru, mencoba menyelidiki info dari masyarakat tersebut  dan mengarah kepada pelaku N.S.I. Setelah mengantongi informasi yang akurat, perseonil Buser Satreskrim Polres P.Buru akhirnya mendatangi kediaman pelaku yang berada di Desa Basalale,Unit 10. Ketika tiba di rumah pelaku Tim Buser Satreskrim Polres P.Buru kemudian melakukan penggeledahan terhadap rumah pelaku dan menemukan merkuri sebanyak 2 botol besar dan 1 botol kecil dengan berat kotor kira-kira 22 kg,” ungkap Perwira pertama Polri berpangkat tiga balok emas itu.

Dikatakan, pelaku N.S.I,  kini telah diamankan di rutan Polres P.Buru. Pelaku sediri isteri dari  tersangka B.S.A (28 tahun), yang tertangkap oleh Buser Satreskrim Polres P.Buru yang kedapatan menjual 13 botol merkuri kepada para penambang emas gunung botak,di Desa Basalale Unit 17,Kecamatan Waelata,Kabupaten Buru,(11/01/2018).

“Pelaku N.S.I,merupakan istri dari tersangka B.S.A yang juga diamankan oleh tim Buser Polres P.Buru, karena kedapatan menjual 13 botol mercury kepada para penambang emang gunung Bota. Untuk tersangka B.S.A, sendiri kasusnya hingga kini dalam proses melengkapi berkas (P-19),  petunjuk dari JPU Kejari Namlea, yang dalam waktu dekat akan dilimpahakan ke tahap II (Penyerahan tersangka dan barang bukti), oleh Penyidik Satreskrim Polres P.Buru kepada JPU Kejari Namlea,”tutur AKP.M Ryan Citra Yudha.

Dijelaskannya,untuk penanganan bahaya merkuri yang jual dan digunakan di lokasi tambang emas gunung Botak, Polres P.Buru telah melakukan sosialisasi maupun himbauan melalui spanduk-spanduk yang diberikan kepada masyarakat P.Buru.

“Untuk penanganan kasus penjualan merkuri yang dijual oleh tersangka B.S.A dan N.S.I, yang merupakan pasangan suami istri ini,kami dari Satreskrim Polres P.Buru, juga telah menetapkan salah seorang warga Seram Bagian Barat (SBB), berinisial K, yang telah ditetapkan sebagai DPO Satreskrim Polres P.Buru. K sendiri merupakan pemilik mercuri yang biasanya memasok dan mengirim mercuri dari Kota Ambon melalui transportasi laut dan kemudian dijual oleh tersangka B.S.A dan istrinya N.S.I,” Ungkapnya.

Lanjutnya, hingga kini Satreskrim Polres P.Buru masih tetap berkoordinasi dengan pihak Polda Maluku dan Polres P.Ambon dan Pp.Lease untuk membantu Satreskrim Polres P.Buru melacak keberadaan dari DPO K,yang diduga masih berada di dalam Kota Ambon dan sering berpindah-pindah tempat tinggal.

” Kasus penjualan mercuri yang dilakukan oleh tersangka Pasutri B.S.A dan N.S.I, disangkakan dengan pasal 43 ayat (1),Undang-Undang RI nomor, 23 tahun 1997 tentang pengolahan lingkungan hidup,Jo pasal 40 Peraturan Pemerintah (PP), RI nomor 74 tahun 2001 tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun,dengan hukuman penjara maksimal 6 tahun,” Pungkasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com