Kesehatan

Ibunya Meninggal Saat Melahirkan, 2 Dokter dan 32 Perawat di SBB  Bergantian Cari ASI Buat Bayi Ini

Bayi Tabung

SBB,Maluku- Almarhumah Hasipa Tubaka (21 tahun) harus menghembuskan nafas terakhir sesaat setelah melahirkan bayinya di RSU Piru, (7/2/2018).

Isteri dari Haldi Kaimudin (21 tahun) asal Dusun We. Desa Niwelehu, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat harus menutup usia pada 21 tahun karena gagal Jantung.

Akibatnya, bayi  yang merupakan anak pertama dari Haldi Kaimudin itu harus mendapat perawatan lebih.

Namun yang menjadi kendala terhadap keberlangsungan hidup sang bayi, dimana keluarganya yang berasal dari keluarga tidak mampu. Hal itulah yang membuat sifat kemanusiaan para tenaga kesehatan RSU Piru berjibaku untuk menjamin kesehatan sang bayi.

Sekira 2 dokter dan 32 perawat harus bergantian mencari ASI buat sang bayi yang baru berumur 1 bulan 1 hari itu.

Bayi yang terlahir dengan berat 1.210 gram itu akan menjalani kesehariannya ditemani oleh 34 “orang tua asuh”.

Bayi itu nantinya akan diambil oleh orang tuanya (Ayahnya) setelah bayi itu sudah dapat minum sendiri.

Kini berat bayi dengan 34 “orang tua asuh” sudah capai 1.400.gram. sang bayi masih mendapat perawatan dalam tabung incubator.

“Pada saat lahir berat badan bayi 1.210.gram. Kami para Tim Medis 2 Dokter dan 32 Bidan menjadi orang Tua Asuh bagi bayi ini.  Kami sendiri menjadi Donatur untuk bergantian mencari ASI ( Air Susu Ibu ) buat bayi itu,” Ungkap Kepala Ruangan Kebidanan, Olvia Siwalette kepada INTIM NEWS di Ruang kerjanya (8/3/2018).  (IN-14)

 

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top