Hukum & Kriminal

Hendak Lerai Pemuda yang Adu Jotos, Ehhh.. Sulimbona Diparangi Warga

Ilustrasi-Pembacokan

Ambon,Maluku- Sumaida Sulimbona (42 tahun), warga  Dusun Wayasel, Desa Wakasihu, Kecamatan Leihitu Barat (Leihibar), Kabupaten Maluku Tengah, diparangi saat hendak melarai dua orang pemuda Dusun Wayasel yang sedang berkelahi.

La Bahama, salah seorang warga  Dusun Wayasel, Desa Wakasihu, Kecamatan Leihitu Barat (Leihibar), membacok Sulimbona hingga membuat korban bersimbah darah.

Informasi yang dihimpun INTIM NEWS dari laporan Polisi, di ruangan Humas Polres P.Ambon dan Pp.Lease, Senin (12/3/2018), menjelaskan kasus penganiayaan yang dialami korban Sumaida Sulimbona, terjadi pada,Sabtu (10/3/2018), sekitar pukul 23.00 WIT, di Dusun Wayasel,Desa Wakasihu,Kecamatan Leihitu Barat.

Kronologi kejadian berawal ketika,korban yang saat itu sedang duduk menonton pesta di depan teras rumah warga. Saat itu korban melihat dua orang pemuda dusun Wayasel yang sedang berkelahi disamping tenda acara syukuran.

Korban kea rah lokasi adu jotos itu, bermaksud melarai kedua pemuda agar tidak berkelahi. Saat hendak melarai kedua pemuda tersebut,korban tiba-tiba didatangi oleh pelaku yang membawa sebilah parang dan tanpa berbicara,pelaku langsung memarangi korban hingga bersimbah darah.  Usai memarangi korban hingga bersimbah darah,pelaku pun langsung melarikan diri meninggal korban.

Akibatnya korban mengalami luka robek pada lengan sebelah kiri dan dan luka robek pada bagian dada sebelah kiri. Korban yang mengalami luka itu, langsung dilarikan oleh warga setempat ke rumah sakit Lanud Pattimura Ambon untuk mendapat penanganan medis.

Sesudahnya, Korban pun langsung mendatangi Mapolres P.Ambon dan Pp Lease, pada Minggu (11/3/2018), sekitar pukul 09.30 WIT,untuk melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku La Bama kepada dirinya.

Laporan itu diterima oleh Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polres P.Ambon dan Pp.Lease,teregister dengan nomor: Lp/147/III/2018/Maluku/Res Ambon.

Tindak pidana penganiayaan tersebut sebagaimana diatur dalam pasal 351ayat (2) KUH Pidana dengan penjara maksimal 5 tahun penjara.

Selain Paur Humas Polres P.Ambon dan Pp.Lease Ipda Agus Matatula yang dikonfirmasi INTIM NEWS,diruangan kerjanya,mengatakan pelaku penganiayaan La Bama, hingga kini masih dalam pengejaran Polsek Leihitu Barat.

” Usai melakukan penganiayaan kepada korban Sumiadi Sulimbona,pelaku La Bahama langsung melarikan diri. Hingga kini pelaku masih terus dicari oleh anghota Polsek Leihibar,” ungkap Ipda Agus Matatula. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top